Posted on 31 Oktober 2009 by racheedus
Berdasarkan pemberitahuan dari indra kesepuluhnya, Mbah Jambrong mengetahui ribut-ribut tentang upaya kriminalisasi terhadap dua orang ketua Komisi Pemberangusan Korupsi (KPK). Tak ayal, Mbah Jambrong pun turun gunung dan keluar dari pertapaannya di Gunung Slamet Widodo.
Saat hendak mendaki, aku sempat bertemu dengan Mbah Jambrong yang sedang minum kopi di warung Mpok Minah di kaki gunung. Ia menceritakan hasil penyadapannya terhadap beberapa pembicaraan dari tokoh-tokoh yang terlibat dalam upaya kriminalisasi tersebut. Berikut petikan hasil penyadapan Mbah Jambrong yang dibantu beberapa jin penghuni Gunung Slamet Widodo.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita, Politik | 15 Komentar »
Posted on 28 Oktober 2009 by racheedus
Pemuda itu sebut saja bernama Mamat. Ia hanyalah pemuda kampung yang terlahir dari keluarga tak berpunya. Rumahnya terletak persis di pinggir kali. Mungkin lebih tepat disebut gudang daripada rumah. Tipenya adalah RSSSSS. Rumah Sangat Sempit Sehingga Sulit Selonjor.
Dengan gaya bicaranya yang luwes dan santun, Mamat memang mudah bergaul. Tak aneh, jika ia mudah berteman dengan para gadis sekampung meski tampangnya tidak seganteng artis Nicholas Saputra. Ia juga ringan tangan jika dimintai tolong oleh orang lain.
Suatu hari, usai melaksanakan tugas di sebuah akad nikah, saya didekati Mamat. Ia pun bercerita banyak tentang kisah kasihnya yang tak seindah roman picisan. Mamat menjalin cinta dengan Ratna, seorang gadis Yogya lulusan D3 UGM. Gadis pujaannya itu bekerja sebagai guru PNS di sebuah SD. Umurnya 3 tahun di atas Mamat. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Suka Duka Penghulu | Ditandai: kisah cinta, Nicholas Saputra, pengadilan agama, pernikahan, priyayi, Singapura, TKI, UGM, wali hakim, Yogyakarta | 17 Komentar »
Posted on 21 Oktober 2009 by racheedus
Tidak seperti periode-periode sebelumnya, pemilihan para menteri saat ini dilakukan melalui proses fit and proper test yang menjaring banyak calon. Pada tahap pertama, sekitar 100 orang yang diwawancari langsung oleh presiden terpilih Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didampingi sang wakil, Boediono. Di samping itu, seleksi menteri kali ini juga menggunakan uji kesehatan bagi setiap calon menteri.
Metode pemilihan kali memang perlu diapresiasi. Memilih menteri tidak lagi begitu tertutup seperti di masa Orde Baru. Calon-calon menteri bisa dilihat oleh publik karena diekspos media massa saat dipanggil ke Puri Cikeas, kediaman SBY. Di samping itu, akomodasi dari unsur partai pendukung yang ikut koalisi juga tetap ada. Namun unsur dari akademisi dan profesional juga tidak dikesampingkan sama sekali.
Berikut ini adalah daftar lengkap susunan Kabinet Indonesia Bersatu II. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita, Politik | Ditandai: Boediono, Menteri baru, Orde Baru, SBY, susunan kabinet baru, Susunan Kabinet Indonesia Bersatu 2009-2014 | 21 Komentar »
Posted on 21 Oktober 2009 by racheedus
Saya selalu salut kepada para waria. Mereka merupakan sosok manusia pemberani. Betapa tidak, saat seseorang memutuskan untuk menjalani hidup sebagai waria, maka saat itu pula ia menyediakan dirinya untuk menjadi bahan cibiran, cercaan, gunjingan, bahkan makian dari orang-orang yang tidak menyukainya. Bahkan sebelum secara terbuka memutuskan untuk menjadi waria, ia pun sudah menjadi bahan olok-olokan masyarakat. Sungguh, perlu keberanian ekstra untuk menjalani hidup sebagai waria.
Di samping berhadapan dengan masyarakat, waria juga harus berani untuk bertarung dengan kendala psikologis dalam dirinya. Tak bisa dipungkiri, mayoritas masyarakat kita masih menganggap waria sebagai sebuah penyimpangan. Pandangan masyarakat demikian juga karena ajaran-ajaran agama yang diyakini mereka memang menganggap bahwa gaya hidup waria adalah identik dengan perilaku homoseksual yang notabene terlarang. Keyakinan agama yang sudah tertanam bertahun-tahun sejak kecil itu, tak pelak menjadi seolah duri dalam daging bagi para waria. Hal inilah yang membuat pergulatan psikologis semakin tajam bagi mereka. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Sosial Budaya | Ditandai: dr. Boyke Nugraha, Gomorah, homoseksual, Jangan Lepas Jilbabku, Shunniya Ruhama Habiballah, Soddom, waria | 10 Komentar »
Posted on 13 Oktober 2009 by racheedus
Pernikahan Anang dengan Krisdayanti, salah satu diva yang dimiliki Indonesia, akhirnya berada di ambang perceraian. Anang merasa dikhianati oleh sang istri yang dituding bermain mata dengan seorang pengusaha dari Timor Leste, Raul Lemmos. Perceraian pasangan artis tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak perceraian yang terjadi di kalangan artis. Hal itu memang cerita klasik yang sering diekspos media massa, terutama acara infotainment.
Rentannya perceraian di kalangan artis sebenarnya bisa diduga dari awal. Gaya hidup merupakan salah satu faktor yang paling berperan dalam menyebabkan karamnya bahtera para artis. Betapa tidak, gaya hidup glamour yang berbiaya tinggi tentu tidak mudah untuk dijalani. Saat penghasilan dari dunia artis berkurang, sementara tuntutan gaya hidup artis tetap tinggi, tak pelak rumah tangga pun jadi terguncang. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Sosial Budaya | Ditandai: Anang, artis, Krisdayanti, perceraian, pernikahan, Raul Lemmos, selebriti, Timor Leste | 25 Komentar »
Posted on 4 Oktober 2009 by racheedus
Tak ada manusia yang luput dari cobaan hidup. Tak ada keberhasilan yang tak melewati ujian dan rintangan. Semakin bertambah usia seseorang, semakin kencang pula angin kehidupan berhembus untuk menguji ketegaran dan keimanannya. Saat jabatan diamanatkan di pundak seseorang, saat itu pula cobaan dan godaan datang menghadang silih berganti, untuk menguji apakah ia betul-betul layak mengemban amanat jabatan tersebut.
Harta, tahta, dan wanita adalah tiga hal yang sering jadi ujian yang berat dalam hidup. Jabatan adalah juga kursi panas yang siap membakar orang yang duduk di atasnya. Penguasa bisa terguling karena godaan harta yang membuatnya berkorupsi ria. Antasari Azhar dicopot dari kekuasaannya sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena, salah satunya, godaan wanita. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Refleksi, Sosial Budaya | Ditandai: Antasari Azhar, korupsi, KPK, perempuan genit, selingkuh, tujuan hidup, ujian hidup, wanita penggoda, WIL | 31 Komentar »