Korban Kejahatan

Akhir-akhir ini berita kematian Muammar Khaddafi banyak menghiasi media massa. Mantan pemimpin Libya yang telah berkuasa selama 42 tahun itu akhirnya meregang nyawa secara tragis. Ia ditangkap beramai-ramai, digebuki, lantas ditembak mati dari jarak dekat oleh rakyatnya sendiri yang murka.

Kasus tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak peristiwa kejahatan yang terjadi di muka bumi ini. Banyak orang yang mati terbunuh. Tapi kematian tersebut ditanggapi dengan sikap berbeda-beda oleh orang yang hidup. Ada yang justru diberi penghormatan dan disambut dengan duka cita yang mendalam oleh orang-orang yang hidup. Ada pula yang justru sebaliknya, disambut dengan riang gembira dan rasa syukur.

Kehidupan memang perjalanan panjang menuju kematian. Dalam perjalanan itulah, orang bisa memilih bagaimana ia bersikap dan mengatur tingkah lakunya. Orang yang terbiasa tidak mengindahkan aturan dan hukum dalam bertindak, ia berarti berani mengambil resiko atas keselamatan hidupnya. Hal itu karena aturan, hukum, dan etika sebenarnya diciptakan demi keselamatan hidup manusia dan lingkungannya. Baca selebihnya »

“PKS, MUSUH GUE,” kata anti koruptor

Saya masih ingat sekali, ada baliho besar yang ada di pinggir jalan di daerahku. Saat itu musim kampanye legislatif 2009. Di baliho, terdapat tulisan besar: “PKS MUSUH GUE,” kata koruptor. Di bawahnya, terdapat foto Mahfudz Siddiq yang saat itu mencalon diri kembali sebagai anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kini Mahfuz sudah terpilih sebagai anggota DPR, dan terus terang, saya termasuk orang yang memilih beliau saat itu. Baca selebihnya »

Pendidikan yang Abai Aspek Afektif

Beberapa waktu silam, beberapa 4 siswa sebuah SMA di Kepulauan Riau dikeluarkan dari sekolah. Hal itu terjadi karena mereka melakukan penghinaan terhadap guru mereka secara terbuka di situs jejaring sosial facebook. Selain “kenakalan” anak sekolah seperti itu, kita juga sering disuguhkan dengan berita tawuran antar anak sekolah, bahkan tawaran sesama mahasiswa. Kedua hal itu hanyalah sekelumit dari potret kenakalan remaja usia sekolah yang banyak terjadi di negeri ini.

Taksonomi Bloom

Salah satu penyebab munculnya kenakalan-kenakalan tersebut adalah belum berjalannya proses pendidikan secara sinergis dalam menggarap tiga aspek penting pendidikan, yaitu afektif, psikomotor, dan kognitif. Ketiga aspek itu dikenal dengan istilah taksonomi Bloom. Istilah tersebut diperkenalkan pada tahun 1956 oleh Benjamin S. Bloom, seorang praktisi pendidikan Amerika Serikat dalam buku berjudul The Taxonomy of Educational Objectives, The Classification of Educational Goals, Handbook I: Cognitive Domain. Dalam buku tersebut, Bloom beserta beberapa koleganya, menguraikan tentang klasifikasi obyek pembelajaran yang kelak dikenal dengan istilah taksonomi Bloom (Bloom’s Taxonomy). Baca selebihnya »

Dan Setan Pun Enggan Disalahkan

Pada dasarnya manusia memang diciptakan oleh Tuhan dengan fitrah mencintai kebenaran dan membenci kejahatan. Karena itulah, saat manusia terpojok dan terancam mendapatkan hukuman karena kejahatan yang ia lakukan, ia bisa dengan mudahnya menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam. Dengan demikian, manusia berharap ia tetap dianggap sebagai orang yang baik.

Al-Quran (QS. Ibrahim: 21-22) memberikan ilustrasi yang begitu indah tentang tingkah polah manusia seperti itu saat di alam akhirat. Ketika manusia memasuki alam akhirat, mereka pun dikumpulkan untuk diadili oleh Tuhan Yang Maha Adil. Semua bukti-bukti perbuatan manusia saat di dunia dibeberkan. Baik dan buruk, semuanya dibeberkan dengan transparan. Tak ada bukti yang disembunyikan dan tak ada yang terlewatkan. Baca selebihnya »

Sepenggal Cerita Usang TKW

Antri TKW

Aku telah mengenalnya sekitar 12 tahun silam saat kami sama-sama mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten untuk cabang lomba yang berbeda. Lelaki pendiam dan sederhana itu sebut saja bernama Jamal. Dalam MTQ itu, Jamal pun menyabet juara dua. Sementara aku sendiri tak meraih juara. Wajar sekali kekalahan itu, karena aku memang tak mempersiapkan diri dengan baik. Apalagi saat itu aku baru saja satu minggu menikah. Ehmm.

Usai MTQ itu, aku masih sempat beberapa kali bertemu dengan Jamal dalam beberapa kegiatan. Namun beberapa tahun terakhir ini, aku sudah tak pernah bertemu dengan si pendiam itu. Aku sempat mendengar kabar, istrinya berangkat ke Timur Tengah untuk menjadi TKW. Aku tak habis mengerti mengapa Jamal memperbolehkan sang istri untuk nekat berangkat menjadi TKW. Padahal dengan keberadaannya sebagai seorang ustaz, tentu ia mengerti bahwa perempuan dilarang untuk bepergian jauh dalam jangka waktu lama tanpa ditemani anggota keluarga. Baca selebihnya »

Saat Jilbab hanya Akting

Bagi sebagian orang, jilbab adalah simbol kehormatan dan kesucian. Ia menjadi simbol ketundukan seorang hamba kepada Sang Pencipta yang memerintahkannya untuk berjilbab. Jilbab menjadi perisai dirinya dari godaan untuk berbuat sesuatu yang bisa mencederai kehormatan dan kesuciannya. Karena itulah, jilbab tak hanya sekedar busana penutup bagian badan yang tak boleh diekspos untuk publik.

Namun bagi sebagian orang, jilbab tak lebih dari sekedar akting. Saat sinetron dan film sedang naik daun dengan tema keagamaan, para produser paling sekuler sekalipun ikut latah memproduksi sinetron atau film yang menampilkan perempuan-perempuan berjilbab. Perempuan-perempuan itu merupakan artis yang sedang berakting dengan jilbab. Di luar sinetron dan film, mereka tak lebih dari sekedar artis yang dengan entengnya berpenampilan seksi yang mengumbar aurat. Baca selebihnya »

Zubiru Jalloh, Sopir Taksi Budiman

Zubiru Jalloh

Kejujuran adalah sesuatu yang mahal di zaman modern ini saat orang cenderung sangat individualistis dan materialistis. Ketika kejujuran masih dijunjung tinggi oleh seseorang, ia pun jadi seolah orang yang aneh dan asing. Kejujuran itulah yang membuat Zubiru Jallloh menjadi pusat perhatian di Amerika beberapa hari yang lalu.

Cerita berawal saat beberapa menit setelah turun dari taksi untuk mempersiapkan perjalanan menuju Maryland, John James tersadar bahwa ia terlupa atas sesuatu. Saudara kembar dari Presiden National Arts Club, Aldon James, itu ternyata ketinggalan tasnya yang berisi perhiasan senilai 75.000 dolar dan uang tunai sebesar 200 dolar. Total nilai barang itu berarti 75.200 dolar yang jika dikonversikan ke rupiah sekitar 714 juta rupiah!

Ternyata sang pengemudi taksi itu adalah Zubiru Jalloh (42), yang tinggal di Crown Heights, Brooklyn, New York. Jalloh lalu memberitahukan kepada pihak berwajib tentang barang yang ia temukan di jok belakang taksinya pada Minggu (13/2). Akhirnya, James pun menemukan kembali barang miliknya yang sangat berharga itu. Baca selebihnya »

Rekor Terbaru: Napi Paling Sering Keluar Penjara

GayungUntuk urusan rekor, Indonesia memang jagonya. Setelah malang melintang dalam top ranking negara terkorup, Indonesia kini kembali mencetak rekor baru. Tak lain dan tak bukan, rekor itu dibukukan oleh bintang Sinetron Mafia Hukum, yaitu Gayung Tambalan. Dengan penampilan yang cukup mengenaskan, menggunakan wig tebal dan kacamata, Gayung melenggang kangkung keluar dari penjara hingga sebanyak 68 kali. Sungguh cukup fantastis! Bahkan Gayung bisa menonton pertandingan tenis internasional di Bali, menginap di hotel bintang lima, pelesir ke Makau, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Untuk memberikan apresiasi terhadap rekor yang telah ditorehkan Gayung, Mbah Jambrong selaku Ketua Setgab (Sekretariat Tukang Gawe Bingung) mengundang Jaya Suparman dari pihak Murai (Museum Rekor Aneh Indonesia) untuk mencatat rekor tersebut. Karena mengetahui Gayung orangnya tajir dan senang menaburkan uangnya, Mbah Jambrong mengundang pula para gelandangan dan pengemis untuk menghadiri acara tersebut. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.