<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Memaknai Hidup</title>
	<atom:link href="http://racheedus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://racheedus.wordpress.com</link>
	<description>Hidup ini indah jika kita bisa memaknainya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2009 16:33:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='racheedus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3a92d8752a171e3717f57a103aebdc1d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Belajar Memaknai Hidup</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Transkrip Skenario Kriminalisasi KPK a la Mbah Jambrong</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/31/transkrip-skenario-kriminalisasi-kpk-a-la-mbah-jambrong/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/31/transkrip-skenario-kriminalisasi-kpk-a-la-mbah-jambrong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 08:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/2009/10/31/transkrip-skenario-kriminalisasi-kpk-a-la-mbah-jambrong/</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan pemberitahuan dari indra kesepuluhnya, Mbah Jambrong mengetahui ribut-ribut tentang upaya kriminalisasi terhadap dua orang ketua Komisi Pemberangusan Korupsi (KPK). Tak ayal, Mbah Jambrong pun turun gunung dan keluar dari pertapaannya di Gunung Slamet Widodo. 
Saat hendak mendaki, aku sempat bertemu dengan Mbah Jambrong yang sedang minum kopi di warung Mpok Minah di kaki gunung. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=890&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Berdasarkan pemberitahuan dari indra kesepuluhnya, Mbah Jambrong mengetahui ribut-ribut tentang upaya kriminalisasi terhadap dua orang ketua Komisi Pemberangusan Korupsi (KPK). Tak ayal, Mbah Jambrong pun turun gunung dan keluar dari pertapaannya di Gunung Slamet Widodo. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Saat hendak mendaki, aku sempat bertemu dengan Mbah Jambrong yang sedang minum kopi di warung Mpok Minah di kaki gunung. Ia menceritakan hasil penyadapannya terhadap beberapa pembicaraan dari tokoh-tokoh yang terlibat dalam upaya kriminalisasi tersebut. Berikut petikan hasil penyadapan Mbah Jambrong yang dibantu beberapa jin penghuni Gunung Slamet Widodo.</span></p>
<p><span id="more-890"></span>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">Wisto ke Gadogado (23 Juli 2009)</p>
<p></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">”Bagaimana perkembangannya?” tanya Wisto Beres, mantan Jaksa Muda Investigasi di Kejaksan Gede.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Ya, masih tetap nambahin BAP. Ini saya masih di Mabes,” jawab Gadogado, adik kandung Gorogoro Wanito, tersangka kasus korupsi yang kini buron. Gorogoro terlibat kasus korupsi pada </span>Proyek Sistem Kencan Rame-rame Terpadu (SKRT) yang juga Komisaris PT <span style="font-style:normal;">Masasih.</span><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Berkas kasus ini kelihatannya minggu ini diserahkan ke Pak Ribetaja,” terang Wisto menyebut nama Wakil Jaksa Gede. “Setelah berkas diperiksa Pak Ribetaja, kita koordinasi dengan Mabes Polri. Setelah itu, kita beraksi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Raja sudah dikasih tahu belum?” tanya Gadogado lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sudah-sudah,” jelas Wisto meyakinkan. “Aku masih mencocokkan tanggal yang tepat untuk menyerahkan surat untuk beliau.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"><br /><b>Gorogoro ke Gadogado (24 Juli 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">”Pokoknya, sekarang Berita Acaranya harus dilengkapi,” seru Gorogoro memberikan pengarahan kepada sang adik, Gadogado. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya, sudah. Sekarang sudah dibantu Pak Ribetaja, kok,”<span>&nbsp; </span>jawab Gadogado meyakinkan sang kakak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Bilang sama Ribetaja, paling lambat Senin, urusan dengan kejaksaan sudah final. Setelah itu, kita beraksi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sambil kita menunggu surat untuk Raja dikeluarkan? Gitu, ya?” tanya Gadogado kepada kakak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Lha iya! Kamu tanyain sama Mabes, dong. Nanti malam, tanyain sama Susahno di Mabes!” Gorogoro memberikan petunjuk kepada sang adik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span></p>
<p><b>Hari Melapataka ke Gadogado (27 Juli 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Pak, kronologinya sudah ada di Bang Warman semua,” ucap Hari Melapataka, seorang penyidik polisi ke Gadogado. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Baguslah,” jawab Gadogado. “Tapi, sebetulnya masih ada satu saksi lagi. Namanya, Idih Lumauaja. Dia adalah orang yang diceritakan Pak Entesukarani itu lho, Pak.<span>&nbsp; </span>Terus, ada lagi satu pembuktian, yaitu waktu Ajimu Takampuh datang ke kantor KPK, terjadi rapat. Saat itu, rapatnya berlangsung di ruang<span>&nbsp; </span>rapat Hendra.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"></p>
<p><b>Gadogado ke Kasihongkos (28 Juli 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Kos, kronologis itu jangan diberikan kepada Idih, lho!” seru Gadogado kepada Kasihongkos, seorang pengacara yang kini ia sewa. “Soalnya, Idih sudah berseberangan dengan kita. Cuma kamu harus bilang sama dia kala dia terpaksa harus jadi saksi. Soalnya, dalam skenario kita, dia kan diperintah oleh Hendra untuk menerima uang. Kalau Idih nggak mau jadi saksi, ya sudah. Idih nggak usah dilibatkan lagi.” <span>&nbsp;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span></p>
<p><b>Gadogado ke Godawati (28 Juli 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Besok saya tunggu perkembangannya. Kamu bilang sama Ribetaja, kalau Idih Lumauaja itu bajingan! Bener! Ini penting! Dia mengingkari semua skenario yang sudah kita rancang! Padahal, Entesukarani kan yang bawa Hendra waktu bertemu dengan Gorogoro.”<span>&nbsp; </span></p>
<p><b>Gadogado ke Pornoman<span>&nbsp; </span>(29 Juli 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Kelihatannya, kronologis saya yang benar,” ujar Gadogado kepada Pornoman, seorang penyidik yang ikut menyusun BAP. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya memang sudah benar, kok,” jawab Pornoman. “Saya juga lihat di surat lalu lintas. Saya sudah mengecek ke Imigrasi. Memang sudah benar, kok. Peristiwa-peristiwa itu sudah sesuai dengan waktu kepergian mereka ke Singapura.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"></p>
<p><b>Gadogado ke Wisto (29 Juli 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">”Terus gimana, Pak? Mengenai Idih gimana?” tanya Gadogado kepada Wisto.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Soal Idih sudah saya laporkan ke Iriman,” jawab Wisto tegas. “Hal ini bukan kesalahan Bapak. Kita di sini yang salah.” Iriman adalah seorang jaksa yang dituding memfasilitasi pertemuan Entesukarani dengan Gadogado. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya, padahal Idih saksi kunci keterlibatan Hendra,” jawab Gadogado. “Maksud saya, Pak: Idih mengenal Hendra dari saya dan dari Pak Wisto. Kalau skenarionya seperti itu, bagaimana, Pak?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span>“Ya, nggak apa-apa,” timpal Wisto. “Kalau kenalnya dari Wisto, nggak apa-apalah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Kalau kita mengikuti skenario seperti itu,” jelas Gadogado, “berarti saya mengakui hal itu kepada Jaksa Iriman. Cuma bagaimana kalau Idih menutupi siapa yang memerintah dirinya? Kan ceritanya, Entesukarani memerintahkan Idih untuk menyerahkan uang ke Hendra. Masalahnya, bagaimana kalau Idih nggak mau mengaku seperti itu? Jadi, siapa dong yang mengaku?!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Ya, Bapak sama Ajimu, dong, yang mengaku!”tegas Wisto.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Nggak bisa, dong, Pak! <i>Wong,</i> saya nggak ada hubungannya saya Hendra.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Ya, ada hubungannya, dong! Kan saya dengar dari Idih tentang hubungan Bapak dengan Hendra.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Iya, emang saya kenal Hendra dari Idih. Tapi, masalahnya, Idih nggak mau ngaku. Saya kan juga nggak menyuruh memberikan uang ke Hendra. Jadi, gimana, nih?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Ya, sudah. Nggak apa-apa,” pungkas Wisto mengakhiri pembicaraan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"><br /><b>Gadogado ke Wisto (30 Juli 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Pak, tadi jadi ketemu Pak Susahno, nggak?” tanya Gadogado kepada Wisto. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Jadi ketemu,” jawab Wisto. “Akhirnya, Kasihongkos yang tahu persis teknis di sana. Dia yang disuruh untuk mengompromikan masalah dengan Idih. Kasihongkos juga sudah bertemu dengan Pak Susahno. Yang penting, kita akan susah kalau Idih tidak mengaku bahwa ia diperintah Pak Entesukarani untuk memberikan uang kepada Pak Hendra.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Bagi saya, yang penting,” kata Gadogado, “Idih menyatakan waktu itu supaya Gorogoro membayar Hendra atas perintah Entesukarani.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Nah, itu!” seru Wisto. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Masalah itu memang Bapak sudah tahu kan? Kan, saya sudah lapor ke Bapak.” jelas Gadogado. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Wong, katanya, waktu malam penyerahan itu, Ajimu bahkan sempat dipeluk oleh Hendra. Si Ajimu dipeluk Hendra karena teriak-teriak. Sekarang, saya tanya, kok Bapak bisa ngomong gitu?” tanya Wisto ke Gadogado.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span>“Bohong! Sebenarnya, nggak ada kejadian peluk-pelukan itu. Sekedar kamuflase saja,” tegas Gadogado.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Okelah, kejadian itu memang nggak ada,” ujar Wisto. “Jadi, Idih cuma dikasih tahu, yang disuruh menyerahkan uang adalah Ajimu. Idih curiga, duitnya dimakan Ajimu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Bukan soal Ajimu-nya, Pak,” sergah Gadogado. “Pada waktu Idih datang ke pergi kantor KPK, ia diminta oleh Ajimu. <span>&nbsp;</span>Kalau saya ditanya, saya bilang, Idih memang ada di situ. Dibolak-balik aja antara Idih dan Ajimu. Toh, sama saja dua orang itu. Ajimu disuruh ngomong, bahwa Idih ada di tempat itu. Kalau skenarionya seperti, saya nggak masalah, Pak. Memang seperti itulah yang saya suruh.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Pokoknya,” timpal Wisto, “hal-hal yang jadi kunci sudah saya beritahukan kepada Kasihongkos. Kalau tidak ada lagi hal penting, kasus ini nggak bisa dibuat skenario seperti itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Yang penting buat saya, Pak,” imbuh Gadogado, “si Ajimu ini, dia ngurusi Andri Rakus segala. Ujung-ujungnya, Ajimu dapat perintah menyerahkan uang ke Hendra.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Siapa lagi, Pak? Kan jadi nggak nyambung?!” tanya Wisto.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Begini, Pak,” jelas Gadogado. “Ajimu memerintahkan Ade Raharja untuk menyerahkan uang ke Hendra. <span>&nbsp;</span>Kalau nggak ada yang memerintah, kan jadi nggak nyambung, bagaimana uang itu bisa diserahkan ke Hendra.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Memang secara keseluruhan, skenarionya tetap seperti itu,” timpal Wisto. “Tapi, kalau Idih nggak ngaku, biarin saja. Yang penting, Ajimu sama Gadogado kan mengakui cerita itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Kan saksinya kurang satu, Pak?” sergah Gadogado.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Lho?! Kan saksinya sudah dua: Ajimu dan Gadogado,” sangkal Wisto.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Saya bukan saksi, Pak,” Gadogado menyangkal lagi. “Saya kan penyandang dana.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Kenapa dana itu dikeluarkan, karena Bapak disuruh Idih, ‘kan?! Sama saja kan, ha.. ha.. ha&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Suruh Idih mengaku lah, Pak,” bujuk Gadogado. “Kalau berteman kayak gini, percuma saja, Pak. Susahno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Idih sudah tahu hal itu. Saya mengakui, tokoh bernama Toni itu saya. Yang penting, Idih nggak mempermasalahkan kepergian saya itu. Hal itu kan urusan penyidik. Yang penting, Idih mengakui bahwa dia yang memerintahkan untuk nyogok Hendra. Gitu aja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sekarang begini,” ujar Wisto dengan nada kesal, “Idih memerintahkan Ajimu untuk memberikan uang ke Hendra. Oke? Bapak dengar kan? <span>&nbsp;</span>Sudah selesai!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Tapi, kalau Idih nggak bantu, kita bisa terjerumus, Pak. Dia dibenci sama Susahno.” Gadogado masih saja membujuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Biarin aja! Tapi nyatanya, dia ngomong kalo dipanggil Susahno.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span><br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><br /><b>Gadogado dengan Godawati (6 Agustus 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Tadi Pak Ribetaja telepon,” kata Godawati dengan nada ceria, “besok dia mau pijet di Depok. Ketawa-ketawa dia. Pokoknya, harus ngomong apa adanya. Kalau nggak gitu, kita yang mati. Soalnya sekarang, KPK dapat dukungan dari Raja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Siapa yang harus ngomong apa adanya?” tanya Gadogado</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Ya, kita semua,” tegas Godawati. “Pokoknya, Pak Ribetaja harus kita dukung. Biar nanti KPK ditutup sekalian! Ngerti nggak?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya, iya,” sahut Gado-gado.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Udah, deh! Pokoknya, jangan khawatir!” Godawati meyakinkan sang kekasih gelapnya itu. “Ini urusan bisa tuntas. Harus selesai. Pak Ribeaja ngomong begitu. Oh, ya, Pak Ribetaja kemarin juga ngamuk-ngamuk. Dia marah sama si Susahno yang polisi itu lho! Kan Susahno janji mau bantu kita to?! Kok tahu-tahunya dia yang nyeleweng. Nggak berani dia.”</span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"> <b></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><br /><b>Gadogado dengan Godawati (6 Agustus 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">”Iya, Sayang. Tapi ditanyain, tanda tangan itu punya siapa? Dia nggak bisa menjawab kan?! Dasar bajingan semua, Yang! Hendra itu dijerumuskan ajalah, Yang! Nggak usah ragu-ragu!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"></p>
<p><b>Gadogado dengan Fulan (7 Agustus 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Menurut Susahno, kalau bisa, besok sudah keluar berita keterlibatan Hendra,” kata Gadogado. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Tapi menurut pihak media yang kita hubungi, hal itu nggak bagus. Soalnya, pemberitaannya bertepatan Minggu. Orang sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Mabes minta TV dikontak hari ini, supaya besok <i>counter</i>-nya dari Gorogoro.” </p>
<p><b>Gadogado dengan Onar Situpeang <span>&nbsp;</span>(8 Agustus 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Nggak usah ngomong sama penyidik,” pinta Gadogado kepada Onar Situmeang. “Cuma Abang saja yang tahu, BAP Ajimu tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia di BAP, masih sesuai apa yang dia ketahui. Jangan sampai dia berpikir, kita berbohong.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Siap, Bang,” sahut Onar sigap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sama harus dikaitkan hal ini: Kasus ini seperti sindikat. Idih, Ajimu, dan KPK merupakan satu sindikat untuk memeras kita. Gitu, ya, Bang.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Iya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Intinya, si Ajimu sudah di BAP sesuai kronologis yang kita susun,” Gadogado kembali berujar. “Kenapa kok kita laporkan Ajimu itu. Kenapa sudah laporan begini, kok dia melarikan diri. Gitu lho! Dan di BAP, Idih itu nggak mengaku. Kita nggak usah ngomong. Pokoknya, Si Idih nggak tahu rencana kita.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Bang, nanti maksudnya di BAP, intinya adalah bahwa kita mengaku diperas.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya,” ucap Onar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sekarang, jangan dibuka dulu. Maksudnya, status si Ajimu itu jangan dibuka dulu. Kita merasa, Ajimu, Edy, dan KPK sudah memeras kita. Dan kita sudah membayar apa yang mereka minta. Makanya, kenapa masalahnya jadi begini. Gitu lho, Bos.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya, deh.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Menurut pengakuan Ajimu, dia sudah membayar seluruh dana tersebut<br />kepada orang-orang KPK. Nggak tahu siapa orang KPK itu.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Betul.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"></p>
<p><b>Asex dengan Gadogado (10 Agustus 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">&#8220;Secara keseluruhan, skenarionya sudah bagus. Gorogoro dikatakan nggak melarikan diri.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Keras sekali dia ngomongnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span>“Iya, keras. Tadi saya rekam omongannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Ya, sudah. <span>&nbsp;</span>Terus, poin-poinnya tersasar, kan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sudah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Pokoknya, Gorogoro dikatakan tidak melarikan diri. Bagus penjelasannya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Jadi penjelasannya begini. Ini ada suatu rekayasa. Hal itu tampak dari pemanggilan para Ketua KPK jadi saksi, terus tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Tiba-tiba, karena ada testimoni Pak Entesukarani, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan, sudah oke.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Mengenai soal pencekalan, KPK dianggap salah sasaran.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Ya, dalam kasus Yunus Pasal, kok yang dicekal Gorogoro? Itu bagaimana?<br />Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yunus Pasal, kok yang digeledah Masasih? Pokoknya. intinya sudah masuk semua.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"></p>
<p><b>Asex dengan Gadogado dan Robot (10 Agustus 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">”Iya memang kasus ini berawal dari cuplikan testimoni Entesukarani. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit, kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Entesukarani dulu, berupa testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Entesukarani, terus baru disambung ke kita. Jadi, dijelaskan sama Onar, kalo itu bukan penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Entesukarani menemui Gorogoro itu juga membawa konsekuensi Entesukarani bisa dipermasalahkan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">&#8220;Ngomong gimana? Pengacara dari Gorogoro <i>press release</i> hari ini.”</span> </p>
Posted in Berita, Politik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/890/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=890&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/31/transkrip-skenario-kriminalisasi-kpk-a-la-mbah-jambrong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balada Cinta Mamat dan Ratna</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/28/balada-cinta-mamat-dan-ratna/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/28/balada-cinta-mamat-dan-ratna/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suka Duka Penghulu]]></category>
		<category><![CDATA[kisah cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Nicholas Saputra]]></category>
		<category><![CDATA[pengadilan agama]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[priyayi]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[wali hakim]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/2009/10/28/balada-cinta-udin-dan-ratna/</guid>
		<description><![CDATA[Pemuda itu sebut saja bernama Mamat. Ia hanyalah pemuda kampung yang terlahir dari keluarga tak berpunya. Rumahnya terletak persis di pinggir kali. Mungkin lebih tepat disebut gudang daripada rumah. Tipenya adalah RSSSSS. Rumah Sangat Sempit Sehingga Sulit Selonjor. 
Dengan gaya bicaranya yang luwes dan santun, Mamat memang mudah bergaul. Tak aneh, jika ia mudah berteman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=879&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pemuda itu sebut saja bernama Mamat. Ia hanyalah pemuda kampung yang terlahir dari keluarga tak berpunya. Rumahnya terletak persis di pinggir kali. Mungkin lebih tepat disebut gudang daripada rumah. Tipenya adalah RSSSSS. Rumah Sangat Sempit Sehingga Sulit Selonjor. </p>
<p>Dengan gaya bicaranya yang luwes dan santun, Mamat memang mudah bergaul. Tak aneh, jika ia mudah berteman dengan para gadis sekampung meski tampangnya tidak seganteng artis Nicholas Saputra. Ia juga ringan tangan jika dimintai tolong oleh orang lain. </p>
<p>Suatu hari, usai melaksanakan tugas di sebuah akad nikah, saya didekati Mamat. Ia pun bercerita banyak tentang kisah kasihnya yang tak seindah roman picisan. Mamat menjalin cinta dengan Ratna, seorang gadis Yogya lulusan D3 UGM. Gadis pujaannya itu bekerja sebagai guru PNS di sebuah SD. Umurnya 3 tahun di atas Mamat. <span id="more-879"></span></p>
<p>Tentu saja status sosial keluarga Mamat dengan keluarga Ratna jauh berbeda. Seperti langit dan bumi. Keluarga Ratna adalah priyayi Yogya. Meski bukan orang kaya raya, keluarga Ratna bisa dibilang berkecukupan. Kedua orang tuanya adalah PNS sembari berwiraswasta. Sebuah mobil sedan dan dua buah motor nongkrong di garasi rumah Ratna. </p>
<p>Mamat sendiri? Jangankan mobil, motor pun ia tak punya. Hanya sebuah sepeda butut yang setia menemaninya, termasuk jika ia berangkat mengajar sebagai tenaga honor di sebuah SD. Semenjak ayahnya meninggal saat ia masih di bangku SD, praktis ekonomi keluarga Mamat hancur. Ia pun menyelesaikan sekolahnya hingga SLTA sembari menjadi pembantu di rumah seorang kyai yang mengasuh sebuah pesantren kecil di kampungku. </p>
<p>“Kamu mengguna-guna anak saya, ya?!” Begitu tuduhan ayah Ratna kepada Mamat seperti yang ia ceritakan padaku. Orang tua Ratna tidak habis pikir, bagaimana bisa anaknya yang cerdas, berpendidikan tinggi, punya pekerjaan tetap bisa mencintai pemuda miskin, pengangguran, tidak kuliah, dan bla bla bla. </p>
<p>“Sumpah, Pak! Demi Allah. Saya nggak pernah mengguna-guna, Ratna,” ujar Mamat melanjutkan ceritanya. “Saya nggak pernah berharap banyak. Saya tahu diri, kok. Saya orang miskin, nggak punya pekerjaan jelas. Saya pernah memutuskan cinta saya sama Ratna. Tapi, Pak, justru dia jadi stres. Lari di rumah. Orang tuanya kebingungan mencari-cari, terus minta bantuan saya. Saya pun sibuk mencari-carinya. Akhirnya, saya menemukan Ratna di alun-alun kota. Jam 11 malam. Ia berjalan seperti orang linglung. Untung saja, ia mau saya bujuk pulang.” </p>
<p>Akhirnya, Mamat pun tak jadi memutuskan cintanya dengan Ratna. Waktu demi waktu berjalan. Cinta yang mereka bangun semakin kokoh. Di mana ada Mamat, di situ ada Ratna. Lengket bak prangko yang nempel di surat. Dengan motor kepunyaan Ratna, sepasang sejoli itu sering terlihat melintas di jalan-jalan di kampungku. </p>
<p>Melihat anaknya semakin lengket dengan Mamat, orang tua Ratna semakin gerah. Mamat dipanggil ke rumah orang tua gadis itu. Pemuda kampung itu pun disemprot habis-habisan. Ultimatum pun dikeluarkan. Mamat tidak boleh lagi mendekati Ratna. </p>
<p>Namun ternyata cinta Ratna terhadap Mamat begitu dalam. Meski dilarang orang tuanya, Ratna tetap nekat datang ke rumah Mamat. Setiap kali ia dimarahi orang tuanya karena Mamat, ia pun lari ke rumah pemuda itu dengan berurai air mata. Tidak hanya dimarahi, orang tua Ratna pun mulai bermain kasar. Pernah Mamat beberapa kali melihat wajah biru lebam dipukuli orang tuanya. </p>
<p>Tak tahan melihat kondisi Ratna, Mamat berupaya menyarankan gadis pujaannya itu menjauhi dirinya dan mengikuti keinginan orang tuanya. Tapi apa lacur? Ratna justru terkapar sakit memikirkan Mamat. Berhari-hari ia dirawat di rumah sakit dan selalu mengigau menyebut nama Mamat. Kembali orang Mamat memintanya untuk menjenguk Ratna. Namanya juga sakit cinta, Ratna pun berangsur sembuh setelah Mamat ikut menjaganya di rumah sakit. </p>
<p>Suatu hari, Mamat datang ke kantorku untuk mengurus perihal perkawinannya dengan Ratna. Kupikir, ia hendak mendaftarkan pernikahannya. Ternyata tidak. Orang tua Ratna menolak keras pernikahan mereka. Ayah Ratna tak sudi menjadi wali dalam pernikahan mereka. Karena itulah, kedua sejoli itu hendak menempuh jalur pengadilan. Pernikahan mereka harus menggunakan wali hakim yang disahkan oleh pengadilan. Dengan demikian, mereka pun mengajukan permohonan wali hakim </p>
<p>Tak lama setelah permohonan wali hakim didaftarkan ke pengadilan agama, surat panggilan untuk sidang dilayangkan ke orang tua Ratna. Ternyata orang tua Ratna semakin murka. Ketika kurir dari pengadilan datang, ia pun serta merta diusir oleh ayah Ratna. Surat panggilan itu langsung disobek-sobek di depan sang kurir. </p>
<p>Meski orang Ratna menolak hadir dalam persidangan, permohonan itu terus dilanjutkan oleh Mamat dan Ratna. Mengetahui kasusnya akan terus dilanjutkan, orang tua Ratna kembali berulah. Ia meminta kepada Mamat untuk menarik permohonan wali hakim di pengadilan. Ia tidak ingin kasusnya berlanjut di pengadilan. Ia berjanji bersedia untuk menjadi wali bagi Ratna untuk dinikahkan dengan Mamat. Mendengar janji itu, hati Mamat pun luluh. Ia bersedia menarik kembali permohonan wali hakim yang sudah ia daftarkan. </p>
<p>Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ternyata, janji itu hanyalah rayuan pulau kelapa agar Mamat menarik kasusnya di pengadilan untuk menghindari rasa malu sang priyayi. Begitu Mamat menarik kasusnya, orang tua Ratna mengingkari janjinya. Ia tetap menolak keras pernikahan Ratna dengan Mamat. Saat keluarga Mamat bertandang ke rumah untuk melamar, orang tua Ratna menolak mentah-mentah lamaran itu. </p>
<p>Tak pelak, Mamat pun langsung patah hati berat. Tanpa memberitahukan orang tuanya dan Ratna, Mamat memutuskan untuk menjadi TKI di luar negeri. Ia berangkat ke Jakarta menuju sebuah PJTKI. Negara yang ia pilih adalah Singapura. Ia juga sudah mengikuti test kesehatan dan membayar uang pendaftaran sekian ratus ribu rupiah. Usai mengurus pendaftarannya untuk jadi TKI selama beberapa hari di Jakarta, Mamat pun pulang. </p>
<p>Mengetahui Mamat hendak berangkat ke luar negeri untuk jadi TKI, ibunya bersikeras tidak setuju. Sang ibu khawatir, hidup Mamat akan menjadi tidak karu-karuan saat di luar negeri jika dalam kondisi jiwa yang labil. Di sisi lain, sang ibu juga tidak mau ditinggalkan Mamat sendirian karena semua saudara-saudaranya sudah berumah tangga dan hidup terpisah. Akhirnya, Mamat kembali mengalah. Ia menggagalkan niatnya untuk pergi menjadi TKI di luar negeri demi sang ibu. </p>
<p>Kini, Mamat sudah mengontrak sebuah rumah mungil di dekat sebuah mushalla. Ia mengajar mengaji anak-anak kampung dan menjadi imam di mushalla. Seiring waktu, ia tidak lagi berusaha keras untuk menikahi Ratna. Meski di sisi lain, ia juga tahu Ratna masih sangat mencintainya dan hampir setiap sore mampir ke rumah kontrakannya. Terkadang Mamat malu jika Ratna sering datang. Masyarakat banyak bergunjing. Ia takut terjadi fitnah. </p>
<p>“Din, kamu harus segera mengambil keputusan,” saranku saat kemarin bertandang ke kontrakan Mamat. “Tak mungkin, kamu terus-terusan berada dalam situasi yang tidak jelas. Waktu tiga setengah tahun sudah cukup untuk mengenal Ratna dan orang tuanya. Sudah cukup untuk mengetahui, apakah Ratna dan orang tuanya cocok untuk dijadikan bagian dari keluargamu.”</p>
<p>“Kalau memang kamu merasa cocok dengan Ratna,” lanjutku memberikan saran, “dan sanggup menanggung resiko dengan penolakan orang tuanya, segera nikahi Ratna. Urus masalah wali hakim itu kembali ke pengadilan. Namun jika, Ratna bukan orang yang cocok, segera tinggalkan dan cari perempuan lain. Toh, Ratna bukan anak kecil lagi. Ia punya orang tua. Kalau ia patah hati atau stres dengan keputusanmu, itu lebih baik daripada kamu dan Ratna terus-terusan berada dalam situasi yang jelas dan terombang-ambing. Biar Ratna juga bisa mencari lelaki lain yang sesuai dengan keinginan orang tuanya. </p>
Posted in Suka Duka Penghulu Tagged: kisah cinta, Nicholas Saputra, pengadilan agama, pernikahan, priyayi, Singapura, TKI, UGM, wali hakim, Yogyakarta <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/879/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=879&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/28/balada-cinta-mamat-dan-ratna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Susunan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/inilah-susunan-menteri-kabinet-indonesia-bersatu-ii/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/inilah-susunan-menteri-kabinet-indonesia-bersatu-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 13:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri baru]]></category>
		<category><![CDATA[Orde Baru]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[susunan kabinet baru]]></category>
		<category><![CDATA[Susunan Kabinet Indonesia Bersatu 2009-2014]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=870</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti periode-periode sebelumnya, pemilihan para menteri saat ini dilakukan melalui proses fit and proper test yang menjaring banyak calon. Pada tahap pertama, sekitar 100 orang yang diwawancari langsung oleh presiden terpilih Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didampingi sang wakil, Boediono. Di samping itu, seleksi menteri kali ini juga menggunakan uji kesehatan bagi setiap calon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=870&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tidak seperti periode-periode sebelumnya, pemilihan para menteri saat ini dilakukan melalui proses <em>fit and proper test</em> yang menjaring banyak calon. Pada tahap pertama, sekitar 100 orang yang diwawancari langsung oleh presiden terpilih Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didampingi sang wakil, Boediono. Di samping itu, seleksi menteri kali ini juga menggunakan uji kesehatan bagi setiap calon menteri.  </p>
<p>Metode pemilihan kali memang perlu diapresiasi. Memilih menteri tidak lagi begitu tertutup seperti di masa Orde Baru. Calon-calon menteri bisa dilihat oleh publik karena diekspos media massa saat dipanggil ke Puri Cikeas, kediaman SBY. Di samping itu, akomodasi dari unsur partai pendukung yang ikut koalisi juga tetap ada. Namun unsur dari akademisi dan profesional juga tidak dikesampingkan sama sekali.  </p>
<p>Berikut ini adalah daftar lengkap susunan Kabinet Indonesia Bersatu II.<span id="more-870"></span></p>
<table style="width:331pt;border-collapse:collapse;" cellspacing="0" cellpadding="0" width="440" border="0">
<col style="width:32pt;" width="42"> </col>
<col style="width:142pt;" width="189"> </col>
<col style="width:157pt;" width="209">
<tbody>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl21" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">
<div align="center">
<div><strong>No</strong></div>
</div>
</td>
<td class="xl21" style="width:142pt;" width="189">
<p align="center"><strong>Jabatan</strong></p>
</td>
<td class="xl21" style="width:157pt;" width="209">
<p align="center"><strong>Nama Menteri</strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl22" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl23" style="width:142pt;" width="189"><strong>Menteri Koordinator</strong></td>
<td class="xl22" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:38.25pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:38.25pt;" width="42" height="51">1</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Marsekal (Purn) Joko Suyanto</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">2</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Ir. Hatta Radjasa</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">3</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">dr. H. Agung Laksono</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">4</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Sekretaris Negara</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Sudi Silalahi</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl24" style="width:142pt;" width="189"><strong>Menteri Departemen</strong></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">5</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Dalam Negeri</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Gamawan Fauzi</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">6</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Luar Negeri<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Dr. Marty Natalegawa</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">7</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Pertahanan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Purnomo Yusgiantoro</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">8</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Patrialias Akbar</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">9</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Keuangan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Sri Mulyani Indrawati</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">10</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Darwin Saleh</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">11</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Perindustrian<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">MS Hidayat</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">12</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Perdagangan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Marie Elka Pangestu</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">13</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Pertanian<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Ir. H. Suswono</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">14</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Kehutanan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Zulkifli Hasan</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">15</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Perhubungan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Freddy Numbery</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">16</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Kelautan dan Perikanan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Fadel Muhammad</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">17</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Muhaimin Iskandar</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">18</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Pekerjaan Umum<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Joko Kirmanto</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">19</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Kesehatan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Endang Rahayu Setyaningsih</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">20</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Pendidikan Nasional<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Mohamad Nuh</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">21</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Sosial<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Salim Segaf Aljufri</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">22</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Agama<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Suryadharma Ali</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">23</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Kebudayaan dan Pariwisata<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Jero Wacik</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">24</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Komunikasi dan Informatika</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Tifatul Sembiring</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl24" style="width:142pt;" width="189"><strong>Menteri Negara</strong></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">25</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Riset dan Teknologi<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Suharna Suryapranata</td>
</tr>
<tr style="height:38.25pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:38.25pt;" width="42" height="51">26</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Syarifudin Hasan</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">27</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Lingkungan Hidup<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Gusti Muhamad Hatta</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">28</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Linda Agum Gumelar</td>
</tr>
<tr style="height:51pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:51pt;" width="42" height="68">29</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">EE Mangindaan</td>
</tr>
<tr style="height:38.25pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:38.25pt;" width="42" height="51">30</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Helmy Faishal Zaini</td>
</tr>
<tr style="height:38.25pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:38.25pt;" width="42" height="51">31</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Armida Alisyahbana</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">32</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Mustafa Abubakar</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">33</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Perumahan Rakyat<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Suharso Monoarfa</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">34</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Pemuda dan Olahraga</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Andi Alfian Malarangeng</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">&nbsp;</td>
<td class="xl24" style="width:142pt;" width="189"><strong>Pejabat Setingkat Menteri</strong></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:38.25pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:38.25pt;" width="42" height="51">35</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Kuntoro Mangkusubroto</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">36</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Kepala Badan Intelijen Negara</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Sutanto</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">37</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Gita Wirjawan</td>
</tr>
</tbody>
</col>
</table>
Posted in Berita, Politik Tagged: Boediono, Menteri baru, Orde Baru, SBY, susunan kabinet baru, Susunan Kabinet Indonesia Bersatu 2009-2014 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/870/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=870&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/inilah-susunan-menteri-kabinet-indonesia-bersatu-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keberanian Waria</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/keberanian-waria/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/keberanian-waria/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 16:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Boyke Nugraha]]></category>
		<category><![CDATA[Gomorah]]></category>
		<category><![CDATA[homoseksual]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Lepas Jilbabku]]></category>
		<category><![CDATA[Shunniya Ruhama Habiballah]]></category>
		<category><![CDATA[Soddom]]></category>
		<category><![CDATA[waria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=872</guid>
		<description><![CDATA[Saya selalu salut kepada para waria. Mereka merupakan sosok manusia pemberani. Betapa tidak, saat seseorang memutuskan untuk menjalani hidup sebagai waria, maka saat itu pula ia menyediakan dirinya untuk menjadi bahan cibiran, cercaan, gunjingan, bahkan makian dari orang-orang yang tidak menyukainya. Bahkan sebelum secara terbuka memutuskan untuk menjadi waria, ia pun sudah menjadi bahan olok-olokan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=872&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya selalu salut kepada para waria. Mereka merupakan sosok manusia pemberani. Betapa tidak, saat seseorang memutuskan untuk menjalani hidup sebagai waria, maka saat itu pula ia menyediakan dirinya untuk menjadi bahan cibiran, cercaan, gunjingan, bahkan makian dari orang-orang yang tidak menyukainya. Bahkan sebelum secara terbuka memutuskan untuk menjadi waria, ia pun sudah menjadi bahan olok-olokan masyarakat. Sungguh, perlu keberanian ekstra untuk menjalani hidup sebagai waria. </p>
<p>Di samping berhadapan dengan masyarakat, waria juga harus berani untuk bertarung dengan kendala psikologis dalam dirinya. Tak bisa dipungkiri, mayoritas masyarakat kita masih menganggap waria sebagai sebuah penyimpangan. Pandangan masyarakat demikian juga karena ajaran-ajaran agama yang diyakini mereka memang menganggap bahwa gaya hidup waria adalah identik dengan perilaku homoseksual yang notabene terlarang. Keyakinan agama yang sudah tertanam bertahun-tahun sejak kecil itu, tak pelak menjadi seolah duri dalam daging bagi para waria. Hal inilah yang membuat pergulatan psikologis semakin tajam bagi mereka. <span id="more-872"></span></p>
<p>Memang, pada masyarakat tertentu, keberadaan waria relatif lebih bisa diterima. Di sebagian masyarakat Ponorogo, para warok terbiasa memelihara gemblak, lelaki kemayu yang dijadikan pendamping hidup laksana seorang selir. Di masyarakat Bugis, ada istilah bissu untuk merujuk kepada lelaki yang menjalani hidup layaknya perempuan dan memperoleh tempat yang terhormat secara adat. Namun seiring perkembangan zaman, sudah semakin jarang ditemukan para warok yang memelihara gemblak di Ponogorogo atau para bissu di masyarakat Bugis. </p>
<p>Saya juga sempat membaca buku Jangan Lepas Jilbabku, karya seorang waria yang bernama Shunniya Ruhama Habiballah. Sayang, saya tidak tuntas membaca keseluruhan isi buku karena memang hanya mencuri baca di sebuah toko buku. Namun dari sepintas yang sempat saya baca, buku tersebut cukup berani mengungkapkan kegelisahan seorang waria. Bahkan terkadang nada tulisan-tulisannya cukup emosional. Ah, mudahan saya keliru memahaminya. </p>
<p>Dalam berbagai wacana tentang waria, sering diungkapkan bahwa jiwa perempuan mereka terperangkap dalam tubuh laki-laki. Dengan kata lain, secara psikologis, mereka merasa sebagai wanita, namun secara fisik mereka memang lelaki. Ungkapan tersebut secara tidak langsung merupakan gugatan yang cukup menohok atas keberadaan mereka sebagai waria. Secara tidak langsung, mereka seolah menuding bahwa Tuhan tidak adil terhadap mereka, karena membiarkan jiwa mereka terperangkap dalam tubuh laki-laki yang tidak mereka kehendaki.</p>
<p>Saya sendiri berusaha bersangka baik kepada Sang Pencipta. Ia Maha Kuasa, Maha Pintar, dan Maha Bijaksana. Dengan segala sifat-Nya yang agung dan sempurna, saya yakin bahwa saat penciptaan, Sang Pencipta tidak bermaksud memerangkap seorang waria dalam tubuh lelaki. Istilah “perangkap” adalah berasal dari pemikiran para waria itu sendiri untuk menjustifikasi pilihan mereka untuk menjadi waria. Memang, terlahir sebagai orang yang memiliki gen feminin dominan bukanlah pilihan mereka. Tapi, menjadi waria atau hidup normal sebagai lelaki adalah pilihan sadar mereka sendiri. Adalah tidak bijak jika menyalahkan takdir saat seseorang memilih hidup sebagai waria.  </p>
<p>Adanya jiwa feminin yang dominan dalam diri seorang lelaki merupakan sebuah ujian hidup yang memang tak mudah untuk dijalani. Sama tidak mudahnya, saat seseorang menyadari bahwa ia terlahir sebagai seorang yang tuna netra, misalnya. Namun adanya jiwa feminin yang dominan tersebut tak selalu harus berujung dengan keputusan untuk sekalian menjadi waria. Di tengah masyarakat, toh juga ada lelaki yang lemah gemulai dan berjiwa feminin tapi tetap bisa menjalani hidup normal sebagai lelaki. Ia menikah dengan wanita dan memiliki keturunan. Contoh yang paling terkenal adalah seksolog top, dr. Boyke Nugraha. </p>
<p>Menjadi waria bagi saya adalah sebuah pemberontakan terhadap takdir Sang Pencipta yang telah menciptakan tubuh laki-laki sang waria. Mengapa tidak berdamai saja dengan takdir-Nya dan menjalani hidup yang normal sesuai dengan bentuk fisiknya yang laki-laki? Memutuskan menjadi waria tidaklah menghilangkan sama sekali fakta bahwa tubuhnya adalah laki-laki. Mengubah kelamin lelaki menjadi perempuan melalui operasi medis, juga tidak menghilangkan sejarah bahwa ia dulunya adalah seorang laki-laki. Tuhan tentu saja tidak bisa ditipu. Meski seorang waria mengenakan pakaian perempuan atau melakukan operasi kelamin, toh tetaplah ia lelaki atau pernah jadi lelaki. </p>
<p>Tuhan tidaklah bodoh saat Ia menetapkan bahwa seorang lelaki hendaknya menjalani hidup sebagai seorang lelaki dan mengikat hubungan pernikahan dengan seorang perempuan secara sah. Begitu pula sebaliknya. Perempuan hendaknya menjalani hidup layaknya seorang perempuan dan menikah dengan lelaki. Dengan pernikahan antara lawan jenis itu, kelangsungan hidup manusia bisa terus terjaga. Bayangkan, jika hubungan sejenis menjadi tren dan diakui sebagai sesuatu yang normal, bisa-bisa makhluk berjenis manusia punah dari muka bumi ini. </p>
<p>Seorang waria hanya akan terus dicekam kegelisahan hidup jika terus menolak keberadaan diri sebagai lelaki dan terus mengikuti “panggilan jiwa” untuk menjadi perempuan. Adalah sebuah tindakan yang hanya akan menimbulkan frustrasi jika terus-terusan mencoba menafsirkan sendiri ketentuan Tuhan dan meyakinkan diri sendiri bahwa jalan hidup sebagai waria adalah benar. Betapapun, ketentuan-Nya tidak pernah berubah, meski banyak orang di dunia berupaya mengubahnya. Manusia tidak akan pernah berhasil memerangi-Nya. </p>
<p>Jika seorang lelaki memutuskan untuk menjadi “wanita”, misalnya dengan mengenakan pakaian perempuan, pada gilirannya ia pun berharap ada seorang lelaki sudi mencintainya dan hidup bersama dengannya. Di sinilah, mulai terlihat masalahnya. Jika hubungan waria dengan sang lelaki berlanjut, maka hal itu sama saja dengan hubungan sejenis. Sementara hubungan sejenis adalah sesuatu yang terlarang menurut ketentuan Sang Pencipta. Bahkan larangannya sangat keras. Sanksinya sangat berat. Kaum Soddom dan Gomorah harus dihancurkan karena hal tersebut.</p>
Posted in Sosial Budaya Tagged: dr. Boyke Nugraha, Gomorah, homoseksual, Jangan Lepas Jilbabku, Shunniya Ruhama Habiballah, Soddom, waria <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/872/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=872&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/keberanian-waria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perceraian di Kalangan Artis</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/13/perceraian-di-kalangan-artis/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/13/perceraian-di-kalangan-artis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Anang]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[Krisdayanti]]></category>
		<category><![CDATA[perceraian]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Raul Lemmos]]></category>
		<category><![CDATA[selebriti]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Leste]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan Anang dengan Krisdayanti, salah satu diva yang dimiliki Indonesia, akhirnya berada di ambang perceraian. Anang merasa dikhianati oleh sang istri yang dituding bermain mata dengan seorang pengusaha dari Timor Leste, Raul Lemmos. Perceraian pasangan artis  tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak perceraian yang terjadi di kalangan artis. Hal itu memang cerita klasik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=857&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernikahan Anang dengan Krisdayanti, salah satu diva yang dimiliki Indonesia, akhirnya berada di ambang perceraian. Anang merasa dikhianati oleh sang istri yang dituding bermain mata dengan seorang pengusaha dari Timor Leste, Raul Lemmos. Perceraian pasangan artis  tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak perceraian yang terjadi di kalangan artis. Hal itu memang cerita klasik yang sering diekspos media massa, terutama acara infotainment. </p>
<p>Rentannya perceraian di kalangan artis sebenarnya bisa diduga dari awal. Gaya hidup merupakan salah satu faktor yang paling berperan dalam menyebabkan karamnya bahtera para artis. Betapa tidak, gaya hidup glamour yang berbiaya tinggi tentu tidak mudah untuk dijalani. Saat penghasilan dari dunia artis berkurang, sementara tuntutan gaya hidup artis tetap tinggi, tak pelak rumah tangga pun jadi terguncang. <span id="more-857"></span> </p>
<p>Meski tak semua artis menjalaninya, gaya hidup glamour juga cenderung bersifat permisif. Kecemburuan adalah sesuatu yang tabu dalam dunia artis. Adalah lumrah seorang artis bercengkerama antara sesama artis bahkan dengan cara yang mesra. Cium kanan cium kiri adalah sesuatu yang tak boleh dicemburui. Pada gilirannya, lama kelamaan hal ini saja akan menimbulkan luka menganga di dalam hati sang pasangan artis. Bagaimanapun, hati manusia tak bisa dipungkiri. Sekecil apapun, terdapat rasa cemburu saat pasangannya bersikap mesra dengan orang lain.</p>
<p>Gaya hidup permisif tersebut pada akhirnya menjadi pintu masuk yang terbuka lebar untuk terjadinya perselingkuhan. Apalagi jika di dalam rumah tangganya sendiri, sang pasangan tak mampu memenuhi gaya hidupnya yang glamour. Saat terjadi perselingkuhan, perceraian pun menjadi solusi yang menyakitkan dan mengorbankan banyak pihak, termasuk anak-anak. Bahkan dalam beberapa kasus, anak-anak menjadi rebutan dari orang tua dalam menjalankan hak asuh.  </p>
<p>Popularitas dan kelebihan materi juga menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi dalam diri artis. Kepercayaan diri yang berlebihan juga akhirnya menimbulkan egoisme yang tinggi. Sang artis kurang senang jika gaya hidupnya diatur oleh pasangannya, terutama pasangan yang bukan sesama artis. Apalagi jika penghasilannya lebih besar daripada pasangannya sendiri yang bukan artis. Tak ayal ini, hal ini hanya akan menjadi api dalam sekam. Pada saatnya, perceraian pun tak terhindarkan. </p>
<p>Meski sering terjadi perceraian, para artis juga terkadang seolah tak mau belajar dari pengalaman. Usai bercerai, mereka kembali mencari pasangan yang jauh dari kriteria ideal. Saat kembali menikah, alih-alih bisa menjalani rumah tangga harmonis, mereka kembali dihantam badai perceraian. </p>
<p>Seorang artis penyanyi yang juga kerabat dari Krisdayanti mungkin bisa dijadikan contoh. Pertama kali, ia menikah dengan seorang lelaki yang tidak jelas pekerjaannya. Orang tuanya pun tidak menyetujui. Selang beberapa bulan pernikahan, belang sang lelaki ketahuan. Lelaki yang tak jelas pekerjaannya itu berusaha memeras si artis dengan mengancam akan menyebarkan video hubungan intim mereka berdua. Akhirnya, pernikahan mereka pun berujung perceraian. </p>
<p>Kedua kalinya, si artis menikah dengan lelaki duda, mantan suami seorang penyanyi era tahun 80-an. Lelaki itu tidak seagama dengan si artis. Saat menikahi si artis, memang sang suami sedang berada di masa-masa jaya. Bisnisnya berjalan lancar. Seiring berjalan waktu, bisnisnya hancur dan ia berurusan dengan pihak berwajib bahkan pernah masuk penjara. Saat keadaan ekonomi keluarga mereka kian memburuk, masalah demi masalah pun muncul. Perbedaan agama yang selama ini ditutupi, akhirnya menyeruak ke permukaan. Akhirnya, perceraian pun menjadi keputusan akhir mereka berdua dalam mengatasi kemelut rumah tangga.</p>
<p>Kini setelah dua kali mengalami kegagalan dalam pernikahan, sang artis tak jua mencari lelaki yang betul-betul sesuai dengan dirinya. Ia justru menjalin hubungan kasih dengan seorang artis muda yang umurnya jauh di bawahnya. Perbedaan umur yang terlalu mencolok sangat mungkin menjadi batu sandungan dalam rumah tangga. Hal itu karena cara berpikir dan bertindak pada orang yang muda dan tua tentu berbeda. Apalagi jika yang lebih muda adalah pasangan lelaki dengan jarak perbedaan usia yang sangat jauh. </p>
<p>Bagaimanapun, artis juga manusia biasa. Mereka juga bisa terjebak dalam kemelut rumah tangga sebagaimana orang biasa. Namun artis adalah sosok <em>public figure</em> yang tingkah polahnya disorot masyarakat luas. Ia memiliki penggemar yang bisa meneladani apa yang ia lakukan. Seorang artis yang memiliki paras menarik dan kelebihan finansial tentu berbeda dengan seorang wanita desa yang berparas biasa-biasa saja. Dengan kelebihan finansial, popularitas, dan penampilan, artis memang rentan terjerumus dalam hal-hal yang bisa membahayakan rumah tangganya, seperti perselingkuhan.  </p>
<p>Perceraian memang akan mudah terjadi jika kedua belah pihak, suami dan istri, tak memiliki jiwa besar untuk menerima kekurangan atau memaafkan kesalahan masing-masing pasangannya. Jika egoisme yang menjadi panglima di hati masing-masing, tak ayal perceraian hanyalah bom waktu yang siap meledak kapan saja. Langgengnya rumah tangga juga ditentukan oleh seberapa kuat seseorang mengatasi masalah demi masalah yang datang, baik dalam suka maupun duka, baik saat jaya maupun saat terhina. Jodoh bukanlah sesuatu yang <em>taken for granted</em> dari Tuhan. Namun, jodoh juga merupakan upaya keras dari pasangan suami istri untuk mempertahankan rumah tangganya.</p>
Posted in Sosial Budaya Tagged: Anang, artis, Krisdayanti, perceraian, pernikahan, Raul Lemmos, selebriti, Timor Leste <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/857/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=857&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/13/perceraian-di-kalangan-artis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ujian Hidup</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/04/ujian-hidup/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/04/ujian-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 16:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Antasari Azhar]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan genit]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ujian hidup]]></category>
		<category><![CDATA[wanita penggoda]]></category>
		<category><![CDATA[WIL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=848</guid>
		<description><![CDATA[Tak ada manusia yang luput dari cobaan hidup. Tak ada keberhasilan yang tak melewati ujian dan rintangan. Semakin bertambah usia seseorang, semakin kencang pula angin kehidupan berhembus untuk menguji ketegaran dan keimanannya. Saat jabatan diamanatkan di pundak seseorang, saat itu pula cobaan dan godaan datang menghadang silih berganti, untuk menguji apakah ia betul-betul layak mengemban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=848&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak ada manusia yang luput dari cobaan hidup. Tak ada keberhasilan yang tak melewati ujian dan rintangan. Semakin bertambah usia seseorang, semakin kencang pula angin kehidupan berhembus untuk menguji ketegaran dan keimanannya. Saat jabatan diamanatkan di pundak seseorang, saat itu pula cobaan dan godaan datang menghadang silih berganti, untuk menguji apakah ia betul-betul layak mengemban amanat jabatan tersebut. </p>
<p>Harta, tahta, dan wanita adalah tiga hal yang sering jadi ujian yang berat dalam hidup. Jabatan adalah juga kursi panas yang siap membakar orang yang duduk di atasnya. Penguasa bisa terguling karena godaan harta yang membuatnya berkorupsi ria. Antasari Azhar dicopot dari kekuasaannya sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena, salah satunya, godaan wanita. <span id="more-848"></span> </p>
<p>Hidup dan mati memang diciptakan Sang Pemilik semesta sebagai wahana ujian untuk memilih siapa makhluk-Nya yang terbaik. Mengapa harus repot-repot menjadi orang yang terbaik? Karena hal itulah tujuan hidup manusia. Jika manusia tak memiliki tujuan hidup yang jelas dan luhur, selamanya ia akan didera kebingungan dan kegelisahan, tak ubahnya seperti orang tersesat di tengah hutan dan tidak tahu ke mana jalan pulang. Jika manusia tidak lagi memikirkan tujuan hidupnya, berarti ia merendahkan dirinya menjadi seperti benda, hewan, atau tumbuhan. </p>
<p>Makna terbaik bukan hanya dalam aspek jabatan, harta, ilmu, atau rupa fisik. Lebih dari itu, terbaik juga berarti tindakan yang bermanfaat seluas-luasnya bagi banyak orang. Terbaik juga berarti seberapa jauh kita mampu meneladani sifat Sang Pencipta Yang Maha Sempurna. Pada gilirannya, memperoleh predikat terbaik berarti memperoleh hadiah kebahagiaan di dunia dan akhirat yang diberikan oleh Sang Pemilik semesta.  </p>
<p>Ujian hidup bukanlah bentuk kekejaman dari Sang Pencipta. Sebagaimana ujian sekolah bukanlah bentuk hukuman sewenang-wenang dari sang guru untuk murid-muridnya. Diadakan ujian, karena memang sebelumnya sudah ada pelajaran yang telah diberikan oleh sang guru. Begitu pula ujian hidup. Sang Pemilik hidup sudah membekali manusia dengan akal, hati nurani, kitab suci, dan wejangan para Nabi-Nya. Jika bekal itu sudah diberikan, maka pada saatnya ujian itu akan datang.</p>
<p>Setiap ujian tentu tidak mudah. Kalau semua ujian pasti bisa dijawab, tak perlu ada ujian. Kalau tak ada ujian, nyaris tak ada bedanya orang yang tekun belajar dengan orang yang pemalas. Kalau tak ada ujian, tak diketahui siapa yang terbaik. Jika tak diketahui siapa yang terbaik, tak akan ada bedanya antara koruptor dengan maling ayam; tak akan ada bedanya antara orang yang taat dengan orang yang khianat. </p>
<p>Pengkhianatan, penyelewengan, atau perselingkuhan memang sering tampak indah dan menyenangkan di awalnya. Namun saat dijalani, perbuatan itu justru merupakan jebakan malapetaka yang berbahaya. Saat seorang pejabat melakukan penyelewengan, dan ia mencicipi harta kekayaan dari hasil korupsi, mungkin yang terlintas di hatinya adalah betapa enaknya banyak duit. Padahal jika direnungkan lebih dalam, harta hasil korupsi tidaklah membuatnya bahagia, namun justru membuatnya gelisah. Sang koruptor terus-terusan dihantui oleh ancaman aparat hukum dan dosa. </p>
<p>Begitu pula saat seorang lelaki memiliki wanita idaman lain (WIL), yang terbayang mungkin betapa indahnya berselingkuh ria. Sang WIL terlihat begitu cantik dan menggoda di matanya. Padahal saat direnungkan lebih dalam, istri di rumah yang selama ini mendampingi dalam suka maupun duka, justru mungkin jauh lebih baik daripada WIL. Acap kali wanita penggoda nan genit yang menjadi WIL itu justru hanya ingin mengeruk harta sang lelaki. Mereka biasanya merendahkan arti kesetiaan. Saat sang lelaki tak lagi berharta, sang WIL pun dengan mudahnya berpindah ke lelaki lain.   </p>
<p>Itulah jebakan dan ujian hidup. Ada keindahan dan kenikmatan semu yang ditawarkan. Namun saat pengkhianatan itu dijalani sekian lama, akhirnya semakin terlihat betapa banyak resiko yang harus dipertaruhkan. Harga diri, keimanan, jabatan, karier, keharmonisan keluarga, dan lain-lain, akan hancur lebur saat penyelewengan itu terbongkar.  </p>
<p>Di sisi lain, memang tak ada manusia yang sempurna. Setiap orang bisa saja tergelincir dalam sebuah kesalahan. Setiap orang bisa saja menjadi tertutup mata hatinya sehingga sebuah keburukan seolah terlihat sebagai kebaikan. Namun, orang yang arif akan segera menyadari kesalahannya, sehingga bisa kembali ke jalan yang semestinya ia tapaki. Bukankah Sang Pemilik semesta juga Maha Pemaaf bagi para hamba-Nya yang berkubang dosa?    </p>
Posted in Refleksi, Sosial Budaya Tagged: Antasari Azhar, korupsi, KPK, perempuan genit, selingkuh, tujuan hidup, ujian hidup, wanita penggoda, WIL <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/848/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=848&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/04/ujian-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profil Noordin M. Top, Sang Gembong Teroris</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/19/profil-noordin-m-top-sang-gembong-teroris/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/19/profil-noordin-m-top-sang-gembong-teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 08:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[bom bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaah Islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Johor]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[noordin m. top]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Luqmanul Hakim]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[UTM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[Noordin bin Mohammad Top terlahir di Kluang, Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968. Ia tewas tertembak oleh Tim Densus 88 pada Kamis pagi lalu, 17 September 2009 dalam usia 41 tahun. Setelah tewas, diketahui kondisi kepalanya bagian belakang hancur. Dikenal sebagai orang yang suka berganti-ganti penampilan, saat tewas pun Noordin berganti penampilan dengan wajah yang berjambang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=845&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/09/noordintop-fbi.jpg?w=112&#038;h=150" alt="NoordinTop-FBI" title="NoordinTop-FBI" width="112" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-846" />Noordin bin Mohammad Top terlahir di Kluang, Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968. Ia tewas tertembak oleh Tim Densus 88 pada Kamis pagi lalu, 17 September 2009 dalam usia 41 tahun. Setelah tewas, diketahui kondisi kepalanya bagian belakang hancur. Dikenal sebagai orang yang suka berganti-ganti penampilan, saat tewas pun Noordin berganti penampilan dengan wajah yang berjambang lebat.  </p>
<p>Sebagai seorang tokoh dalam jaringan teroris dan masuk dalam daftar teroris paling dicari oleh FBI, tentu saja Noordin bukan orang sembarangan. Ia mengenyam kuliah akuntansi di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), sebuah universitas bonafide di negeri jiran itu. UTM juga dikenal sebagai salah satu universitas tertua di negeri itu yang fokus di bidang <em>enginering</em> dan <em>technology</em>. <span id="more-845"></span>  </p>
<p><strong>Pintar Mengajar </strong><br />
Menurut Abu Wildan, seorang yang juga pernah sama-sama mengajar di Pesantren Luqmanul Hakim,  Noordin M. Top  adalah orang yang biasa. Ia orang yang sederhana, suka berbicara apa adanya tanpa berlebihan, dan pemberani. Ia juga orang yang rendah hati (tawadlu), dan konsisten dalam bersikap (istiqamah).   </p>
<p>Bersama Dr. Azhari Husin yang juga pernah menjadi dosen di UTM, Noordin tertarik dengan Islam garis keras. Keduanya semakin mendalami pemahaman Islam saat mereka ikut menimba ilmu dan mengajar di Pesantren Luqmanul Hakim. Pesantren tersebut didirikan oleh ulama dari Indonesia, almarhum Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir. Di sana pula, para teroris bom Bali I, yaitu Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron, pernah menimba ilmu dan mengajarkan ilmu mereka. </p>
<p>Saat rezim Orde Baru berkuasa, Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir dikenal merupakan tokoh Islam yang vokal menentang Pancasila sebagai asas tunggal. Tak pelak, keduanya akhirnya menjadi target untuk ditangkap oleh pemerintahan Soeharto saat itu. Sebelum benar-benar ditangkap, keduanya lantas melarikan diri ke Malaysia. </p>
<p>Di pesantren itulah, Noordin berguru kepada Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir. Pada gilirannya, ia pun ikut mengajar bahkan sempat menjadi kepala madrasah. Namun pesantren itu lantas dibubarkan oleh pihak berwajib Malaysia pada tahun 2001. Pembubaran terjadi saat operasi pemberantasan terorisme digencarkan pemerintahan Malaysia menyusul serangan terhadap World Trade Center (WTC) New York pada (11/09/2001).</p>
<p><strong>Pintar Menyebar Teror</strong><br />
Menurut Abu Wildan, Noordin memilih “perjuangan” dengan menyebar teror itu karena mengikuti fatwa Syekh Usamah bin Ladin, pucuk pimpinan jamaah al-Qaidah,  yang menyerukan untuk memerangi orang Amerika di manapun berada. Dari interaksi dengan Hambali pula, Noordin tampaknya betul-betul memahami betapa pentingnya perlawanan keras terhadap orang-orang Amerika karena dianggap sebagai pihak yang menindas orang-orang Islam di berbagai negara, seperti Irak dan Afghanistan. </p>
<p>Keterlibatan Noordin dalam aksi terorisme di Indonesia dimulai sejak penghujung 2001 saat ia terusir dari Malaysia. Ia bergabung dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yang memiliki agenda mendirikan negara Islam yang menguasai seluruh Asia Tenggara. Kelompok ini merupakan organisasi yang diklasifikasikan oleh PBB sebagai organisasi teroris. Jamaah Islamiyah juga menginduk kepada organisasi teror lain yang lebih mengglobal, yaitu al-Qaidah (Al-Qaeda), pimpinan Usamah bin Ladin (Osama bin Laden). Pada tahun 2003 Noordin memisahkan diri dari induk organisasi dan menyatakan diri sebagai Qa&#8217;id (pemimpin) Tandzim (cabang) Al-Qaeda untuk Asia Tenggara.</p>
<p>Dari berbagai aksi terorisme yang terjadi di Indoensia, paling tidak ada empat kasus yang dipercaya melibatkan Noordin sebagai orang bertanggung jawab di belakangnya. Keempat aksi teror bom bunuh diri itu adalah Bom JW Marriott pada tahun 2003, Bom Kedutaan Besar Australia pada tahun 2004, tiga restoran padat warga asing di Denpasar, Bali, pada tahun 2005, serta Bom Mega Kuningan pada tahun 2009. Dari keempat aksi terorisme tersebut, lebih 200 nyawa manusia melayang, baik warga negara Indonesia maupun orang asing. </p>
<p><strong>Pintar Merekrut Orang</strong><br />
Jika Dr. Azhari dikenal sebagai ahli perakit bom, Noordin dikenal sebagai orang yang dikenal piawai merekrut calon pelaku bom bunuh diri. Ia mampu meyakinkan orang untuk rela mengorban nyawa demi jihad yang diyakininya. Dalam bahasa lain, ia memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan cuci otak (brain washing) terhadap para calon pelaku bom bunuh diri. Kemampuan ini konon sudah diwariskan oleh Noordin ke salah satu pengikut, Saifuddin Zuhri bin Jaelani Irsyad. </p>
<p>Terkait dengan cuci otak itu, istilah untuk para pelaku bom bunuh diri itu adalah pengantin. Hal ini merujuk kepada pemahaman bahwa orang yang melakukan tindakan jihad lantas mati syahid, maka ia langsung masuk surga dan menikah dengan para bidadari nan cantik jelita. Tentu saja pemahaman ini begitu memukau bagi sebagian orang yang mudah dirayu.   </p>
<p><strong>Pintar Meloloskan Diri</strong><br />
Noordin memang lihai berkelit dan berkali-kali lolos dari pernyergapan Densus 88. Di samping itu, keberhasilannya meloloskan diri juga karena ia juga dilindungi oleh jaringan yang menganut sistem sel terpisah. Karena itu pula, informasi tentang keberadaannya sulit diendus oleh aparat keamanan. Saking sulitnya menangkap Noordin, Polri pernah menghargai kepalanya sebesar 1 miliar bagi siapa yang berhasil menangkapnya.  </p>
<p>Dalam beberapa penyergapan, Noordin selalu berhasil melarikan diri. Dia pernah lolos dalam penyergapan Bandung 2003. Saat itu, Noordin sempat lari dari plafon atas rumah kontrakannya. Saat penggerebekan Azahari Husein 9 November 2005 di Malang, Noordin juga berhasil meloloskan diri.</p>
<p>Pada April 2006, Noordin juga diketahui petugas berada di sebuah tempat di Wonosobo. Lagi-lagi, ia berhasil melarikan diri saat petugas mendatangi tempat tersebut. Pada Juli 2008, aparat juga tidak berhasil menyergapnya saat berada di Palembang. Awal Juli 2009, polisi mengendus keberadaan Noordin Mohammad Top. Noordin di daerah Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. Namun saat Densus 88 berusaha menyergap, Noordin M. Top sudah menghilang. Pada Agustus 2009, aparat juga tidak berhasil menangkap Noordin M. Top saat berada di Perumahan Jatiasih Bekasi. Meski demikian, dua kaki tangannya tertembak mati, yaitu Air Setiawan dan Eko Sujono alias Gepeng.  </p>
<p>Kemampuan Noordin meloloskan diri tampaknya juga hasil latihan militer yang pernah ia ikuti di Mindanao, Filipina. Di sana, ia juga mengikuti latihan merakit bom. Namun tampaknya, kemampuannya yang terakhir ini tidaklah seberapa dengan kemampuan yang dimiliki Dr. Azhari. Karena memiliki kemampuan itulah, ia pun juga menjadi instruktur militer bagi para calon “penganten” yang akan diterjunkan dalam aksi bom bunuh diri di Indonesia . </p>
<p><strong>Pintar Mencari Istri </strong><br />
Noordin menjalani kurun waktu sekitar 9 tahun dalam pelarian dan diburu terus-menerus oleh pihak keamanan, sejak berada di Malaysia hingga di Indonesia. Namun, pintarnya, dalam pelarian itu, Noordin justru berkali-kali berhasil menikah dengan beberapa orang perempuan dan memiliki beberapa orang anak.  </p>
<p>Saat berada di Malaysia dan tinggal di kompleks Pesantren Luqmanul Hakim, ia menikah dengan Siti Rahmah. Perempuan itu adalah adik dari Muhammad Rais, kolega Noordin sesama pengajar di pesantren Luqmanul Hakim. Namun ketika pesantren itu ditutup oleh pihak berwajib Malaysia karena ditengarai sebagai sarang teroris, Noordin dan sang istri melarikan diri ke Rokan Hilir, Riau. Kini, Siti Rahmah sudah kembali ke Malaysia. Ia tetap tinggal di kompleks Pesantren Luqmanul Hakim bersama orang tuanya, Rusdi Hamid, dan seorang anaknya hasil pernikahan dengan Noordin. </p>
<p>Noordin juga sempat menikahi Munfiatun, perempuan asal Jepara pada Mei 2004. Pernikahan itu dilaksanakan di Kapas Madya, Surabaya. Pernikahan Noordin dengan Munfiatun ini bahkan sempat tercatat di KUA setempat. Munfiatun dikenal Noordin saat keduanya bertemu di Malang. Istri Noordin itu merupakan sarjana pertanian yang juga fasih berbahasa Arab. Sebagai istri dari sang buron teroris, Munfiatun sempat menjalani hukuman penjara tiga tahun karena tuduhan ikut menyembunyikan teroris. </p>
<p>Kemudian, dalam pelarian di Cilacap, Noordin juga sempat menikahi Arina Rahman, pada September 2005. Arina sendiri merupakan putri dari Badruddin Latif alias Baridin, pengasuh Pesantren Putri al-Muaddib, Cilacap. Baridin, seorang pengikut Noordin yang kini jadi buron. Dari pernikahan dengan Arina, Noordin memiliki dua orang anak, yaitu Haula (2,5) dan Daud (1). </p>
<p>Kini, kita tidak tahu, apakah Noordin juga pintar berkelit di pengadilan Tuhan untuk mempertanggungjawabkan aksi “jihad”-nya yang menelan banyak korban tak berdosa. </p>
Posted in Berita, Tokoh Tagged: bom bunuh diri, Densus 88, Jamaah Islamiyah, jihad, Johor, Malaysia, noordin m. top, Pesantren Luqmanul Hakim, teror, terorisme, UTM <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/845/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=845&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/19/profil-noordin-m-top-sang-gembong-teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/09/noordintop-fbi.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">NoordinTop-FBI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sheila Marcia</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/13/sheila-marcia/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/13/sheila-marcia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 09:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[apartemen Golden Sky]]></category>
		<category><![CDATA[artis nyabu]]></category>
		<category><![CDATA[atlet basket]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Delano Ezar]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[film Hantu Jeruk Purut]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[Roger Danuarta]]></category>
		<category><![CDATA[shabu]]></category>
		<category><![CDATA[Sheila Marcia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[alam sebuah acara infotainment di sebuah stasiun televisi, artis Sheila Marcia Joseph (20) mengungkapkan perihal kehamilannya yang di luar nikah. Dengan santai, artis yang membintangi film Hantu Jeruk Purut (2006) itu  menyatakan bahwa kehamilannya adalah kehendak Tuhan. Kalau Tuhan tidak menghendaki, tentu tidak akan terjadi kehamilan pada dirinya. Ia justru bersyukur bisa hamil karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=838&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><div id="attachment_839" class="wp-caption alignleft" style="width: 112px"><a href="http://www.kapanlagi.com/u/image_view.php?image=http://202.6.233.52/g/sheila_marcia_joseph_idolakan_sosok_mbah_surip/sheila_marcia_trauma_ditanya_penjara-20090805-001-mai.jpg"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/09/sheila-marcia.jpg?w=102&#038;h=150" alt="Sheila Marcia" title="sheila marcia" width="102" height="150" class="size-thumbnail wp-image-839" /></a><p class="wp-caption-text">Sheila Marcia</p></div>Dalam sebuah acara infotainment di sebuah stasiun televisi, artis Sheila Marcia Joseph (20) mengungkapkan perihal kehamilannya yang di luar nikah. Dengan santai, artis yang membintangi film <em>Hantu Jeruk Purut</em> (2006) itu  menyatakan bahwa kehamilannya adalah kehendak Tuhan. Kalau Tuhan tidak menghendaki, tentu tidak akan terjadi kehamilan pada dirinya. Ia justru bersyukur bisa hamil karena hal itu menunjukkan bahwa ia perempuan seutuhnya. </p>
<p>Sekilas, tak ada yang aneh dari pernyataan itu. Tapi mari kita renungkan lebih lanjut. Tuhan memang Maha Kuasa. Semua peristiwa dan setiap gerak-gerik manusia di alam semesta ini berada dalam kekuasaan-Nya. Namun bukan berarti manusia lantas laksana robot yang tindak-tanduknya sudah diprogram sedemikian rupa oleh si pembuatnya. Apapun yang diperbuat manusia secara sadar, ia juga bertanggung jawab atas perbuatan itu. Manusia memiliki akal pikiran untuk menentukan perbuatan yang akan ia lakukan. <span id="more-838"></span> </p>
<p>Salah satu pil pahit yang harus Sheila telan setelah kehamilannya adalah batalnya rencana pernikahannya dengan Delano Ezar, atlet basket asal Bali. Padahal rencana pernikahan itu sudah sedemikian mantap. Bahkan foto <em>pre wedding</em> pun sudah dibuat di sebuah pantai di Bali. Tentu saja bisa dimaklumi jika Delano membatalkan pernikahannya dengan Sheila. Ia tentu tidak rela menikahi perempuan yang sudah hamil duluan oleh lelaki lain. </p>
<p>Pembatalan pernikahan dengan Delano ini adalah yang kedua kali dialami Marcia. Sebelumnya, rencana pernikahan Sheila dengan Roger Danuarta juga dibatalkan meski undangan dan baju penganten sudah dibuat. Pembatalan itu diputuskan oleh keluarga Roger tak berselang lama usai Sheila Marcia tertangkap basah sedang pesta shabu di apartemen Golden Sky Pluit bersama 4 orang temannya pada (4/8/2008).   </p>
<p>Saat sebuah perbuatan buruk dilakukan, manusia tidak bisa seenaknya menyatakan bahwa perbuatan itu adalah kehendak Tuhan. Jika pernyataan itu dibenarkan, maka hal itu sama saja menuding bahwa Tuhan tidak Maha Suci, karena Ia menghendaki perbuatan buruk. Betapa enaknya para penjahat jika saat mereka tertangkap melakukan kejahatan, mereka mengatakan bahwa perbuatan jahat itu adalah kehendak Tuhan. </p>
<p>Manusia memang sering membawa-bawa nama Tuhan saat mereka tersandung masalah. Padahal saat awal masalah itu mereka perbuat, mereka tidak mengingat Tuhan bahkan mereka menentang apa yang Ia larang. Saat masalah itu menjadi besar dan menyudutkan dirinya, lucunya manusia baru mengingat Tuhan dan menyatakan bahwa itu adalah kehendak-Nya.  </p>
<p>Sheila juga mengklaim kehamilannya yang di luar nikah sebagai anugerah Tuhan dan pertanda dirinya sebagai perempuan seutuhnya. Betulkah demikian? Bagi saya, suatu anugerah Tuhan tentu diberikan dengan cara yang suci dan baik, karena Tuhan memang Maha Suci dan Maha Baik. Harta yang diperoleh dengan cara mencuri bukanlah anugerah Tuhan, namun musibah dan kutukan dari-Nya. Berhubungan seksual sebelum Tuhan membolehkan dalam rumah tangga yang sah, adalah sama saja tindakan pencurian. </p>
<p>Selanjutnya, kehamilan bukanlah pertanda perempuan seutuhnya. Sungguh kasihan dan sangat tidak adil bagi para perempuan mandul jika kehamilan dianggap sebagai pertanda keperempuanan seutuhnya. Perempuan yang mandul pun tetaplah perempuan. Tak berkurang eksistensinya sebagai perempuan jika ia tidak bisa hamil. Kehamilan memang hanya bisa dialami perempuan. Namun tidak semua perempuan bisa hamil.   </p>
<p>Di usianya yang masih belia dan karier yang lagi meroket, Sheila justru merusak sendiri masa depan dan kariernya dengan pesta narkoba. Belum selesai masa penahanannya karena kasus narkoba itu, ia kembali berulah dengan seks bebas hingga hamil di luar nikah. Tak urung, ia pun kini harus menjalani hari-hari kehamilannya di balik jeruji penjara yang pengap. Sungguh, merupakan potret buram yang tak elok untuk dijadikan contoh. </p>
Posted in Sosial Budaya, Tokoh Tagged: apartemen Golden Sky, artis nyabu, atlet basket, Bali, Delano Ezar, film, film Hantu Jeruk Purut, narkotika, Roger Danuarta, shabu, Sheila Marcia <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/838/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=838&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/13/sheila-marcia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/09/sheila-marcia.jpg?w=102" medium="image">
			<media:title type="html">sheila marcia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Rekor Penculikan Terlama, 18 tahun Diculik</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/05/inilah-rekor-penculikan-terlama-18-tahun-diculik/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/05/inilah-rekor-penculikan-terlama-18-tahun-diculik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 09:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jaycee Lee Dugard]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan]]></category>
		<category><![CDATA[Phillip Garrido]]></category>
		<category><![CDATA[University of California]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[Inilah kasus penculikan terlama di dunia. Seorang perempuan bernama Jaycee Lee Dugard, yang kini berusia 29 tahun, diculik saat ia berusia 11 tahun. Dengan demikian, ia menjalani penculikan selama 18 tahun! Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk membongkar sebuah aksi penculikan. 
Selama ini rekor penculikan terlama dialami oleh Natascha Kampusch, seorang perempuan Austria yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=829&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><div id="attachment_834" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://i.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01471/jaycee-lee-dugard_1471281c.jpg"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/09/jaycee-lee-dugard_1471281c.jpg?w=150&#038;h=93" alt="Jaycee Lee Dugard dan sang penculik, Phillip Garrido" title="jaycee-lee-dugard_1471281c" width="150" height="93" class="size-thumbnail wp-image-834" /></a><p class="wp-caption-text">Jaycee Lee Dugard dan sang penculik, Phillip Garrido</p></div> Inilah kasus penculikan terlama di dunia. Seorang perempuan bernama Jaycee Lee Dugard, yang kini berusia 29 tahun, diculik saat ia berusia 11 tahun. Dengan demikian, ia menjalani penculikan selama 18 tahun! Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk membongkar sebuah aksi penculikan. </p>
<p>Selama ini rekor penculikan terlama dialami oleh Natascha Kampusch, seorang perempuan Austria yang diculik selama 8 tahun. Saat diculik pada tahun 1998, ia berusia 10 tahun. Pada tahun 2008, ia berhasil diselamatkan dari tangan penculiknya, Wolfgang Priklopil (36). </p>
<p>Pada kasus Jaycee Lee Dugard, sang penculik, Phillip Garrido (58), melakukan aksi penculikan itu saat Dugard berada di halte bus di dekat rumahnya, South Lake Tahoe, California, 10 Juni 1991. Saat itu Carl Probyn melihat sebuah sedan yang ditumpangi dua orang berputar arah dan berhenti di depan Dugard yang sedang berdiri di halte bis. Dengan cepat, Dugard dipaksa masuk ke dalam mobil lantas dibawa kabur. Teman-teman sekolah Dugard yang sama-sama berada di halte itu tak bisa berbuat apa-apa. <span id="more-829"></span></p>
<p>Menyadari anak tirinya diculik, Probyn mengejar dengan sepeda. Tentu saja pengejarannya tidak berhasil. Sejak itulah, Dugard menjalani hari-hari penculikannya yang mengenaskan. “Saya putus asa waktu itu. Kini mukjizat. Saya berharap ia bisa kembali hidup normal karena hidupnya praktis terhenti sejak usia 11 tahun,” kata Probyn ketika diwawancarai stasiun televisi ABC News.</p>
<p>Aksi penculikan ini mulai terbongkar secara tidak kebetulan saat (24/8) Garrido datang ke Univerisity of California, tepatnya kantor polisi kampus. Kedatangan Garrido itu untuk meminta izin hendak menyelenggarakan sebuah acara keagamaan di kampus yang bertajuk God’s Desire. Dalam proses permohonan izin itulah, Garrido berbicara dengan Lisa Campbell, seorang yang berwenang menangani perizinan kegiatan-kegiatan khusus di kampus California. Campbell mulai menaruh curiga terhadap gerak-gerak Garrido yang janggal. Karena itulah, Campbell meminta Garrido untuk bertemu kembali keesokan pagi. </p>
<p>Dari kecurigaan itu, Campbell memberitahukan perihal Garrido kepada seorang polisi kampus bernama Ally Jacobs. Dengan sigap, Jacobs memeriksa catatan kepolisian perihal Garrido. Akhirnya, Jacobs menemukan data bahwa ternyata Garrido adalah seorang yang masih menjalani pembebasan bersyarat atas kasus pemerkosaan yang ia lakukan sebelumnya. Tak ayal, Jacobs pun memutuskan untuk ikut bersama Campbell guna menemui Garrido. </p>
<p>Keesokan hari, Garrido datang bersama dua perempuan berusia 11 dan 15 tahun yang ia klaim sebagai kedua anaknya. Dalam pertemuan itu, Jacobs melihat bahwa perilaku kedua anak perempuan itu ganjil, sepertinya pikiran kedua anak itu telah dicuci sedemikian rupa, sehingga keduanya tak ubahnya mayat hidup (zombie). </p>
<p>Sebagai polisi, naluri Jacobs tidak begitu saja mempercayai pengakuan Garrido. Keesokan harinya, (26/8), ia pun menghubungi petugas polisi yang menangani kasus pembebasan bersyarat Garrido. Ternyata, diungkapkan bahwa Garrido belum pernah memiliki anak. Petugas itu pun lantas menelepon Garrido dan memintanya datang ke kantor polisi untuk membahas masalah pembebasan bersyarat dirinya. Akhirnya, datanglah Garrido, istrinya, dua perempuan yang diakui sebagai anaknya, dan Jaycee Dugard yang disebut keluarga Garrido bernama Allissa. </p>
<p>Setelah memisahkan dari Garrido dan istrinya, polisi mewawancari Jayce dan kedua anak perempuannya. Dari wawancara itulah, terungkap bahwa perempuan yang disebut bernama Allissa itu adalah korban penculikan 18 tahun silam. Sementara kedua anak perempuan itu adalah anak Jaycee hasil hubungannya dengan Garrido selama berada dalam penculikan. Akhirnya, polisi pun menangkap Garrido dan istrinya yang sangat patuh, Nancy (53) lantas menjebloskan keduanya ke penjara. Sementara Jaycee dan kedua anaknya dipertemukan kembali sang ibu, Terry Probyn.  </p>
<p>Dalam penyelidikan lanjutan oleh aparat kepolisian, ditemukan lokasi di Antioch, California, yang selama ini digunakan sebagai tempat penyekapan Dugard dan kedua anaknya. Areal di belakang rumah Garrido diberi pagar setinggi 2 meter dan tertutupi beberapa pohon tinggi. Di belakang rumah itulah, terdapat gudang kedap suara yang hanya bisa dibuka dari luar, toilet, dan tenda. Dengan kondisi sangat tertutup seperti itu pula, tak ada tetangga yang mengetahui jika Garrido menyekap Jayce bertahun-tahun di belakang rumahnya. </p>
<p><strong>Kelainan Psikologis </strong><br />
Phillip Garrido sendiri adalah seorang yang ditengarai mengidap kelainan psikologis. Ia sendiri pernah terlibat kasus penjualan narkoba dan perkosaan. Garrido juga disebut mengidap kelainan seksual. Pada November 1976, ia juga sudah pernah menculik Katherine Callaway Hall, dan membawanya ke sebuah gudang. Di tempat itulah, Garrido memperkosa Katherine. Atas kasus itu, Garrido ditangkap pihak yang berwajib dan sempat mendekam di penjara. </p>
<p>Menurut sang ayah, Manuel, Garrido menjadi “gila” dan sering berperilaku aneh sejak ia mengalami kecelakaan motor pada umur 20-an. Saat ia diadukan ke pengadilan pada 1976, oleh hakim ia diperintahkan untuk diperiksa kondisi kejiwaannya. Menurut pemeriksaan ahli psikologi forensik, Garrido mengidap kelainan seksual karena kebiasaannya mengonsumsi narkotika dan alkohol setiap hari selama empat tahun.  </p>
<p>Di kalangan tetangga sendiri, Garrido memang dikenal sebagai penjahat seksual. Karena itulah, ia pun dijauhi oleh para tetangganya. Para orang tua yang tinggal di lingkungan Garrido melarang anak-anaknya untuk mendekati rumah sang penculik itu. Selama ini, secara periodik ia dikunjungi oleh petugas kepolisian yang menangani pembebasan bersyarat dirinya. Meski demikian, para petugas itu tidak menduga jika Garrido masih menyembunyikan korban penjahatan yang ia lakukan di rumahnya itu. </p>
<p><a href="http://www.lintasberita.com/kirimmedia/url:http://racheedus.wordpress.com/2009/09/05/inilah-rekor-p…-tahun-diculik/"> <img src="http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita-100x20.gif" /><br />
</a> </p>
Posted in Berita, Sosial Budaya Tagged: Jaycee Lee Dugard, penculikan, Phillip Garrido, University of California <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/829/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=829&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/05/inilah-rekor-penculikan-terlama-18-tahun-diculik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/09/jaycee-lee-dugard_1471281c.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">jaycee-lee-dugard_1471281c</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita-100x20.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Provokasi</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/02/provokasi/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/02/provokasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 06:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suka Duka Penghulu]]></category>
		<category><![CDATA[aktivis]]></category>
		<category><![CDATA[birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[demonstran]]></category>
		<category><![CDATA[hipokrit]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[whistle blower]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman memprovokasi diriku agar berani memprotes tindakan atasanku yang “menguasai” uang sumbangan rutin untuk operasional kantor. Sebagai orang sering mewakili atasannya, temanku itu memang sudah mengetahui adanya pencairan uang sumbangan operasional untuk setiap kantor di tiap kecamatan. Ia sendiri sudah mencairkan sumbangan untuk kantornya. 
“Jangan mau dibohongi terus-terusan! Uang itu bukan milik atasanmu! Jangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=822&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang teman memprovokasi diriku agar berani memprotes tindakan atasanku yang “menguasai” uang sumbangan rutin untuk operasional kantor. Sebagai orang sering mewakili atasannya, temanku itu memang sudah mengetahui adanya pencairan uang sumbangan operasional untuk setiap kantor di tiap kecamatan. Ia sendiri sudah mencairkan sumbangan untuk kantornya. </p>
<p>“Jangan mau dibohongi terus-terusan! Uang itu bukan milik atasanmu! Jangan hanya dikuasai sendiri aja. Itu uang untuk kita semua. Kepentingan kantor! Itu sudah zalim namanya! Harus berani dilawan! Uangnya jangan hanya dimakan si bos aja. Tapi juga dibagi-bagi kepada bawahan. Kan lumayan untuk Lebaran!” Demikian salah satu kalimat provokatif yang dilontarkan sang teman padaku lewat telepon kemarin sore. </p>
<p>Aku hanya mengiyakan dan terkadang ikut mengungkapkan kalimat persetujuan. Emosiku sempat terbakarnya juga dengan provokasi tersebut. Wah, gila juga. Demikian yang kupikirkan. Namun ada juga kalimat yang membuatku masygul: “&#8230;Uangnya jangan hanya dimakan si bos aja. Tapi juga dibagi-bagi kepada bawahan. Kan lumayan untuk Lebaran!” <span id="more-822"></span></p>
<p>Esok paginya, aku pun nekat menghadap atasan dan menanyakan langsung perihal sumbangan itu. Ternyata penjelasan sang bos di luar bayanganku. Uang itu digunakan untuk menutupi hutang kantor kepada toko teralis. Beberapa bulan lalu kantor kami memang mengadakan renovasi total, termasuk membangun pagar dengan teralis besi. Banyak uang yang harus dikeluarkan. Hutang kantor pun masih banyak yang belum dilunasi. </p>
<p>Hm&#8230; aku ternyata terlalu berburu sangka. Tapi, mungkin saja si bos itu terbohong. Sudut hatiku yang lain masih saja protes. Ah, sudahlah, aku berbaik sangka saja. Apalagi sekarang bulan Ramadhan. </p>
<p>Aku justeru tertarik dengan sikap provokatif sang teman yang meneleponku kemarin sore. Ia memang dikenal sebagai seorang yang aktif, vokal, dan berani. Sebelum diangkat sebagai PNS, ia adalah seorang tokoh demonstran yang sering berhadapan dengan para pejabat, baik di daerah maupun di pusat. Saat memprotes suatu kebijakan yang dianggap menyeleweng, dan melakukan audiensi dengan para pejabat yang terkait, sering ia menjadi juru bicara yang berbicara blak-blakan.  </p>
<p>Kini sang mantan aktivis mahasiswa dan tokoh demonstran itu sudah menjadi PNS dan berada di lingkungan birokrasi yang dulu sering ia kritik habis-habisan. Ia berada dalam lingkaran “basah” yang membuatnya dirinya lupa tentang arti rezeki yang berkah dan bersih. Jabatan memang bisa membuat orang terlena sehingga berani menghalalkan segala cara.  </p>
<p>Dari kasus teman itu, saya pun tercenung. Ternyata orang yang memprotes sebuah penyelewengan dan berbicara lantang di depan publik, belum tentu ia betul-betul ikhlas untuk berjuang menegakkan kebenaran dan menentang kejahatan. Boleh jadi ia memprotes, karena ia iri tidak ikut menikmati keuntungan dari penyelewengan tersebut. Mereka memprotes korupsi, bukan karena korupsi itu tindakan zalim yang harus diberantas, tapi karena ia tidak ikut menikmati hasil korupsi itu. </p>
<p>Dalam dunia hukum, ada istilah <em>whistleblower</em> (peniup peluit) untuk orang yang berani membongkar kasus kejahatan yang terjadi di lingkungannya, meskipun dengan resiko keselamatan diri dan jabatannya. Tetapi tak selalu sang peniup peluit itu betul-betul membongkar karena keyakinannya untuk menegakkan kebenaran dan melawan kejahatan. Tapi sangat mungkin, ia membongkar kejahatan itu karena ia tidak dilibatkan untuk menikmati hasil kejahatan yang terjadi di lingkungannya. </p>
<p>Dengan kata lain, orang yang terlihat baik-baik paling tidak ada tiga kemungkinan.  <em>Pertama</em>, ia bersikap baik-baik karena memang ia meyakini bahwa hidupnya harus dijalani dengan baik-baik sesuai aturan dan norma hukum. <em>Kedua</em>, orang yang terpaksa bersikap baik-baik karena takut untuk berbuat jahat dan khawatir dengan ancaman hukuman. <em>Ketiga,</em> orang yang terpaksa bersikap baik-baik karena tidak ada kesempatan untuk berbuat buruk. Saat ada kesempatan dan kewenangan untuk berbuat jahat, ia justru bisa lebih jahat daripada dugaan orang selama ini. Dalam bahasa Bang Napi, kejahatan tidak hanya karena niat pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan. </p>
Posted in Sosial Budaya, Suka Duka Penghulu Tagged: aktivis, birokrasi, demonstran, hipokrit, korupsi, mahasiswa, pejabat, whistle blower <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/822/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=822&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/02/provokasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>