<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Memaknai Hidup</title>
	<atom:link href="http://racheedus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://racheedus.wordpress.com</link>
	<description>Hidup ini indah jika kita bisa memaknainya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Nov 2009 17:47:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='racheedus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3a92d8752a171e3717f57a103aebdc1d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Belajar Memaknai Hidup</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Dibuka, Sekolah Pertanian Ganja</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/30/dibuka-sekolah-pertanian-ganja/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/30/dibuka-sekolah-pertanian-ganja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 17:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Detroit]]></category>
		<category><![CDATA[ganja]]></category>
		<category><![CDATA[mariyuana]]></category>
		<category><![CDATA[Michigan]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=905</guid>
		<description><![CDATA[ Pernahkah Anda mendengar sekolah yang mengajarkan tentang cara menanam ganja? Kalau belum pernah mendengar, sekarang Anda mengetahui bahwa ternyata ada sekolah seperti itu. Seperti dilansir www.upi.com, sekolah tersebut didirikan oleh Nick Tennant pada tahun ini di Michigan, sebuah negara bagian Amerika Serikat. 
Setelah gagal mengelola sebuah bisnis pribadi yang ia mulai sejak lulus  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=905&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/11/toko-ganja.jpg"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/11/toko-ganja.jpg?w=138&#038;h=150" alt="" title="Toko Ganja" width="138" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-906" /></a> Pernahkah Anda mendengar sekolah yang mengajarkan tentang cara menanam ganja? Kalau belum pernah mendengar, sekarang Anda mengetahui bahwa ternyata ada sekolah seperti itu. Seperti dilansir www.upi.com, sekolah tersebut didirikan oleh Nick Tennant pada tahun ini di Michigan, sebuah negara bagian Amerika Serikat. </p>
<p>Setelah gagal mengelola sebuah bisnis pribadi yang ia mulai sejak lulus  SMA, Tennant melirik bisnis lain. Sayang sekali, bisnis yang ia kelola adalah sekolah pertanian ganja. Sekolah itu bernama <em>Cannabis Grow Med College.</em> </p>
<p>Sekolah itu berlangsung selama enam bulan. Biaya yang harus dikeluarkan oleh seorang siswa sebanyak $ 485. Jika kurs rupiah sebesar 9500 per dollar, maka biaya sekolah itu sebanyak Rp. 4.607.500. Satu-satunya buku pegangan wajib yang digunakan dalam pengajaran adalah buku berjudul  <em>Marijuana Horticulture: The Indoor/Outdoor Medical Grower&#8217;s Bible</em> karya Jorge Cervantes. <span id="more-905"></span></p>
<p>Tennant sendiri berkilah bahwa ia mengajarkan cara menanam ganja medis yang diperlukan dalam dunia kedokteran, bukan ganja biasa yang digunakan oleh para pencandu narkotika. “Negara ini (Amerika Serikat) membutuhkan banyak lapangan pekerjaan. Dan saya pikir, ganja medis dapat merangsang perekonomian negara dengan ratusan pekerjaan dan jutaan dolar,” kata Tennant saat ditemui wartawan koran lokal di sekolahnya yang terletak di pinggiran kota Detroit.</p>
<p>Menurut undang-undang terbaru di Michigan, bisnis pertanian ganja medis adalah sesuatu yang legal. Terdapat isitlah <em>caregiver</em> untuk pasien yang telah secara resmi diputuskan oleh dokter untuk mengonsumsi ganja. Bagi <em>caregiver</em>, diperbolehkan untuk menanam sendiri ganja hingga 12 batang guna memenuhi kebutuhannya sendiri atau untuk dijual kembali.</p>
<p>Sekolah itu diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk siswa bernama Sue Maxwell yang sedang merawat seorang pasien wanita lanjut berusia 85. “Saya tidak tahu, apakah ia tertarik dengan ganja medis ini. Namun saya yakin, ganja bisa sedikit membantunya,” ujar Maxwell.</p>
<p>Akhirnya, semoga tidak ada orang Indonesia yang bersekolah di sana. Toh, masih banyak sekolah yang mengajarkan hal yang lebih baik daripada “sekedar” cara menanam ganja. Masih banyak pekerjaan yang lebih baik daripada menanam ganja. Hingga saat ini di Indonesia, menanam ganja, meski untuk kepentingan medis, tetaplah sesuatu yang melanggar hukum.   </p>
Posted in Berita Tagged: Amerika Serikat, Detroit, ganja, mariyuana, Michigan, narkotika, sekolah pertanian <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/905/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/905/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/905/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=905&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/30/dibuka-sekolah-pertanian-ganja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/11/toko-ganja.jpg?w=138" medium="image">
			<media:title type="html">Toko Ganja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal-Muasal Isu Kiamat 2012</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/23/asal-muasal-isu-kiamat-2012/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/23/asal-muasal-isu-kiamat-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 17:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Apolinario Chili Pixtun]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[black hole]]></category>
		<category><![CDATA[Chichen Itza]]></category>
		<category><![CDATA[film 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Frank Waters]]></category>
		<category><![CDATA[Guillermo Bernal]]></category>
		<category><![CDATA[I Ching]]></category>
		<category><![CDATA[Indian Hopi]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Arguelles]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat 2012]]></category>
		<category><![CDATA[Long Count]]></category>
		<category><![CDATA[Michael D. Coe]]></category>
		<category><![CDATA[Roland Emmerich]]></category>
		<category><![CDATA[Samudera Pasifik]]></category>
		<category><![CDATA[suku Maya]]></category>
		<category><![CDATA[Terence McKenna]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini merebak luas kontroversi tentang film 2012 yang berisi tentang peristiwa kiamat pada tahun 2012. Film yang kini laris manis di seluruh dunia itu bisa dilihat versi thriller-nya di Youtube. Dibesut oleh sutradara asal Jerman, Roland Emmerich, film itu mendasarkan klaim kiamatnya pada perhitungan kalender Long Count yang digunakan Suku Maya. Sebagian orang akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=903&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat ini merebak luas kontroversi tentang film <em>2012</em> yang berisi tentang peristiwa kiamat pada tahun 2012. Film yang kini laris manis di seluruh dunia itu bisa dilihat versi <em><a href="http://www.youtube.com/watch?v=lKbEI8pDz0A">thriller</a></em>-nya di <a href="http://www.youtube.com">Youtube</a>. Dibesut oleh sutradara asal Jerman, Roland Emmerich, film itu mendasarkan klaim kiamatnya pada perhitungan kalender Long Count yang digunakan Suku Maya. Sebagian orang akhirnya percaya bahwa tanggal itu akan terjadi kiamat yang mengakhiri kehidupan di dunia, lantas dimulai kehidupan yang baru. </p>
<p>Suku Maya sendiri memang dikenal memiliki pengetahuan astronomi kuno. Suku ini tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur. Pada zaman batu (250 M hingga 925 M), suku Maya mencapai kejayaan di bidang teknologi seperti teknik bangunan (Chichen Itza), pertanian (kanal drainase), tanaman jagung dan latex, sumur yang disebut &#8220;cenotes&#8221;. Pada saat itu, mereka juga sudah melek huruf dan memiliki sistem penulisan sendiri. <span id="more-903"></span> </p>
<p>Spekulasi tentang peristiwa kiamat tersebut bisa ditelusuri pada edisi pertama buku berjudul <em>The Maya</em> (1966) karya Michael D. Coe. Menurut Coe, pada tanggal 24 Desember 2011, dipercaya oleh suku Maya akan terjadi Armageddon yang memusnahkan manusia dan menghancurkan seluruh alam semesta. Tanggal ini menjadi tema pembahasan oleh Frank Waters dalam karyanya <em>Mexico Mystique: The Coming Sixth World of Consciousness</em> (1975). Waters bahkan mempersembahkan dua bab tentang interpretasi hal tersebut. Ia juga menguraikan suatu bagan astrologis yang menjelaskan perihal tanggal tersebut serta kaitannya dengan ramalan Suku Indian Hopi, salah satu suku asli Amerika yang tinggal di timur laut Arizona.   </p>
<p>Meski tidak dikemukakan tanggal pastinya, petunjuk bahwa terjadi “kiamat” pada tahun 2012 disebutkan pula oleh Jose Arguelles dalam <em>The Transformative Vision: Reflections on the Nature and History of Human Expression</em> (1975). Meski tidak mendasarkan pada referensi dari literatur kuno bangsa Maya, Terence McKenna dan Dennis McKenna juga mengemukakan “kiamat” pada tahun 2012 dalam karya mereka, <em>The Invisible Landscape: Mind, Hallucinogens, and the I Ching</em> (1975).</p>
<p>Buku Waters di atas juga mengilhami spekulasi lebih lanjut tentang hal ini pada pertengahan tahun 1980-an. McKennas, Arguelles, dan John Major Jenkins kemudian merevisi tahun kiamat pada tahun 2011 yang diutarakan oleh Waters. Ketiga ilmuwan tersebut menghubungkan peristiwa “kiamat” dengan peristiwa <em>solstice</em> di musim dingin yang diperkirakan terjadi pada tahun 2012. <em>Solstice</em> sendiri adalah peristiwa astronomis yang terjadi dua kali setiap tahun, ketika kemiringan sumbu bumi sangat dekat ke arah atau menjauh dari matahari, yang menyebabkan posisi matahari jelas terlihat di langit.</p>
<p>Penjelasan tentang tahun 2012 sebagai tahun “kiamat” menjadi tema spekulasi lebih lanjut yang diutarakan oleh Jose Arguelles dalam bukunya <em>The Mayan Factor: Path Beyond Technology</em> (1987) yang dipromosikan pada acara Harmonic Connvergence (1987). Tema ini kemudian dielaborasi dengan teori Novelty oleh Terence McKenna. Teori tersebut merupakan hasil interpretasi McKenna terhadap urutan (sequence) yang dirumuskan oleh Raja Wen dalam kitab kuno China, <em>I Ching</em>. </p>
<p>Sesuai interpretasinya tersebut, McKenna membuat grafik tentang terjadinya periode besar pembaruan alam semesta sesuai dengan pergeseran besar dalam evolusi manusia, baik secara biologis maupun budaya. Ia percaya, suatu peristiwa besar tertentu akan berulang kembali dan berkaitan dengan peristiwa serupa yang terjadi di waktu yang lain. McKenna merujuk kepada peristiwa bom atom Hiroshima sebagai dasar untuk meramalkan peristiwa “kiamat” yang bakal terjadi pada bulan November 2012.    </p>
<p>Dalam karyanya <em>Maya Cosmogenesis 2012: The True Meaning of the Maya Calendar End-Date</em> (1998) dan <em>Galactic Alignment:The Transformation of Consciousness According to Mayan, Egyptian, and Vedic Traditions</em> (2002), Jenkins juga menyebutkan ramalan tentang terjadinya <em>astronomical conjuction</em> yang menimpa lubang hitam <em>(black hole</em>) di tengah galaksi bimasakti. Peristiwa itu juga diiringi dengan fenomena <em>solstice</em> di musim dingin tanggal 21 Desember 2012. <em>Astronomial conjuction</em> sendiri adalah peristiwa di mana dua benda langit muncul saling berdekatan satu sama lain dan tampak terlihat di angkasa dari suatu tempat, biasa di bumi. Fenomena juga terkadang disebut <em>appulse</em>. </p>
<p>Peristiwa ini sebenarnya sudah diprediksi para ahli astronomi kuno dari Suku Maya dan beberapa bangsa lain. Jenkins sendiri menyatakan bahwa pengetahuan astronomi Suku Maya tersebut berdasarkan hasil observasi terhadap “celah gelap” <em>(dark rift)</em> di bimasakti sebagaimana yang bisa terlihat dari bumi. Sebagian ilmuwan dari Suku Maya percaya bahwa celah gelap itu merupakan pintu masuk menuju <em>Xibalba</em>. Dalam mitologi bangsa Maya, <em>Xibalba</em> dipercaya sebagai sebuah tempat di bawah dunia yang dihuni oleh para dewa kematian dan para pengikutnya. Sebagian ilmuwan Maya lain percaya bahwa hal tersebut merupakan bukti bahwa pengetahuan mereka diperoleh melalui kontak gaib dengan kecerdasan ekstraterestrial.  </p>
<p>Berdasarkan penelitian modern tentang “celah gelap” <em>(dark rift)</em> yang dihubungkan dengan kepercayaan Amerika Kuno dan masyarakat tradisional Maya, hal itu masih menuai perdebatan yang sengit. Para arkeolog menolak semua teori tentang kontak ekstraterestrial tersebut. Namun yang jelas, kepercayaan bangsa Maya secara tidak langsung dipromosikan melalui kontroversi kiamat 2012 ini. Pada gilirannya, hal ini juga menimbulkan adanya evolusi dalam kepercayaan sinkretis di tengah masyarakat Maya kontemporer. </p>
<p><strong>Bantahan terhadap Isu Kiamat 2012</strong></p>
<p>Sebagian ilmuwan membantah peristiwa kiamat pada tahun 2012 yang dikaitkan dengan ramalan suku Maya. Sebagian besar para ilmuwan yang khusus meneliti tentang peradaban Maya juga berpendapat bahwa wacana Long Count kalender Suku Maya yang berakhir pada tahun 2012 merupakan suatu gambaran yang salah tentang sejarah Maya. Di masyarakat modern Maya sendiri, wacana kiamat 2012 sendiri sudah tidak lagi relevan. Literatur-literatur klasik Maya yang membahas masalah ini juga juga sangat langka dan saling bertentangan. Hal ini menunjukkan bahwa kecil kemungkinan adanya kesepakatan yang umum dipercayai oleh Suku Maya tentang hal tersebut. </p>
<p>Sesepuh suku Maya, Apolinario Chili Pixtun, dan arkeolog Mexico, Guillermo Bernal, menyatakan bahwa “kiamat” hanya memiliki sedikit keterkaitan bahkan tidak ada keterkaitan sama sekali dengan keyakinan suku Maya. Bernal percaya bahwa ide-ide tentang kiamat tersebut telah disisipkan oleh orang Barat pada keyakinan orang Maya. Hal itu karena di kalangan orang Barat sendiri, konsep kiamat sudah banyak yang tidak mempercayainya</p>
<p>Menurut Maya Linda Schele dan David Freidel, bangsa Maya sendiri tidak menganggap bahwa pada tahun 2012 itu merupakan akhir penciptaan seperti yang sering diungkapkan. Di masyarakat Maya saat ini pun, ramalan di tahun 2012 tidaklah dianggap sesuatu yang penting. Meski di beberapa suku Maya yang tinggal di dataran tinggi Guatemala, kalender Long Count masih dipergunakan. Jose Huchm, arkeolog yang meneliti suku Maya, juga menyatakan, “Saat aku pergi ke beberapa masyarakat berbahasa Maya dan bertanya tentang tanggapan mereka terhadap apa yang terjadi pada tahun 2012, mereka sendiri justru tidak tahu. Apakah dunia akan berakhir pada tahun itu? Mereka sendiri tidak percaya.” </p>
Posted in Sosial Budaya Tagged: Apolinario Chili Pixtun, astronomi, black hole, Chichen Itza, film 2012, Frank Waters, Guillermo Bernal, I Ching, Indian Hopi, Jerman, Jose Arguelles, kiamat 2012, Long Count, Michael D. Coe, Roland Emmerich, Samudera Pasifik, suku Maya, Terence McKenna, youtube <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/903/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=903&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/23/asal-muasal-isu-kiamat-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anies Baswedan</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/17/anies-baswedan/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/17/anies-baswedan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 05:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[aktivis kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[AR Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit Samad Riyanto]]></category>
		<category><![CDATA[bredel]]></category>
		<category><![CDATA[Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra M. Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Cicak vs Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[founding fathers]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[keturunan Arab]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalisasi KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Tempo]]></category>
		<category><![CDATA[Tim 8]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[ Suatu hari selepas Isya, aku datang ke kampus. Ada kegiatan orasi dan pentas seni untuk memprotes kebijakan rektorat yang membredel majalah kampus, Arena. Saat itu, sekitar tahun 90-an, majalah itu menurunkan berita yang membongkar bisnis keluarga Cendana. Padahal saat itu, Presiden Soeharto masih berkuasa dengan powerfull. Tak ayal, majalah itu pun dilarang terbit menyusul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=896&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/11/anies-baswedan2.jpg"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/11/anies-baswedan2.jpg?w=106&#038;h=150" alt="" title="Anies Baswedan2" width="106" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-899" /></a> Suatu hari selepas Isya, aku datang ke kampus. Ada kegiatan orasi dan pentas seni untuk memprotes kebijakan rektorat yang membredel majalah kampus, <em>Arena</em>. Saat itu, sekitar tahun 90-an, majalah itu menurunkan berita yang membongkar bisnis keluarga Cendana. Padahal saat itu, Presiden Soeharto masih berkuasa dengan <em>powerfull.</em> Tak ayal, majalah itu pun dilarang terbit menyusul majalah Tempo yang juga menurunkan berita yang sama. </p>
<p>Salah satu tokoh yang menarik perhatianku dalam acara tersebut adalah seorang pemuda tampan berwajah Arab. Ia tampil berorasi di tengah kerumunan penonton dengan begitu lugas dan lancar. Ia memprotes keras kebijakan otoritas kampus dan pemerintah pusat yang tak membuka ruang kritik. Tak ada ketakutan atau grogi sedikit pun tersurat di raut wajahnya. Aplaus meriah menyambutnya saat ia usai menyampaikan orasi penuh tenaga itu. <span id="more-896"></span></p>
<p>Pulang dari acara itu, aku menyimpan kesan yang begitu dalam pada sosok pemuda itu. Sebagai mahasiswa di tahun-tahun awal kuliah, tentu saja aku belum begitu mengenal para tokoh gerakan mahasiswa. Akhirnya, usai tanya sana-sini, ternyata ia adalah Ketua Senat Mahasiswa UGM. Aku pun maklum, jika ia tampil begitu memukau. Ia memang aktivis yang sudah dikenal luas di kalangan para aktivis lintas kampus. </p>
<p>Bertahun-tahun kemudian, selepas lulus dari kampus, aku mendengar berita bahwa pemuda itu menjadi rektor termuda di negeri ini. Kariernya terus mencorong. Ia pun sering muncul di televisi untuk menjadi pembicara di acara talkshow atau diskusi yang bertema politik. Ia menjadi salah satu pengamat yang kritis dalam menilai kebijakan pemerintah. Dan saat pilpres beberapa bulan silam, ia juga tampil menjadi moderator dalam debat calon presiden. </p>
<p>Minggu-minggu terakhir ini, ia pun menjadi salah satu tokoh penting dalam gonjang-ganjing kasus kriminalisasi terhadap anggota KPK non aktif, Bibit Samad Riyanto dan Hamzah Chandra. Ia menjadi salah tokoh yang dipanggil Presiden untuk diajak berembuk mengatasi kemelut pertikaian Cicak vs Buaya yang sedang disoroti publik. Usai acara rembuk itu, ia kembali terpilih menjadi salah satu anggota Tim 8 yang bertugas mencari fakta tentang kasus tersebut. Dengan kepiawaiannya berbicara di depan publik, bahkan ia juga menjadi juru bicara Tim 8. </p>
<p>Dari perjalanan hidupnya, aku melihat betapa konsistensi dalam bersikap membuahkan integritas yang tak semua orang memilikinya. Dalam usia relatif muda, ia sudah menjadi tokoh penting di jagat negeri ini. Kesuksesannya memang bukan dilahirkan dalam sekejap, meski ia terlahir sebagai cucu salah satu <em>fouding fathers</em> negeri ini, Abdurrahman Baswedan. Ia membangunnya sejak lama saat ia masih duduk di bangku kuliah S1. Mungkin juga jauh sebelumnya. Aku tidak tahu pasti. Yang jelas, aku masih sangat mengenal sosok berwajah Arab yang begitu menarik perhatianku pada saat acara kampus itu. Ya, dialah Anies Rasyid Baswedan. </p>
Posted in Tokoh Tagged: aktivis kampus, Anies Baswedan, AR Baswedan, Bibit Samad Riyanto, bredel, Cendana, Chandra M. Hamzah, Cicak vs Buaya, founding fathers, gerakan mahasiswa, keturunan Arab, KPK, kriminalisasi KPK, Soeharto, Tempo, Tim 8, UGM <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/896/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=896&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/17/anies-baswedan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/11/anies-baswedan2.jpg?w=106" medium="image">
			<media:title type="html">Anies Baswedan2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Transkrip Skenario Kriminalisasi KPK a la Mbah Jambrong</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/31/transkrip-skenario-kriminalisasi-kpk-a-la-mbah-jambrong/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/31/transkrip-skenario-kriminalisasi-kpk-a-la-mbah-jambrong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 08:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/2009/10/31/transkrip-skenario-kriminalisasi-kpk-a-la-mbah-jambrong/</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan pemberitahuan dari indra kesepuluhnya, Mbah Jambrong mengetahui ribut-ribut tentang upaya kriminalisasi terhadap dua orang ketua Komisi Pemberangusan Korupsi (KPK). Tak ayal, Mbah Jambrong pun turun gunung dan keluar dari pertapaannya di Gunung Slamet Widodo. 
Saat hendak mendaki, aku sempat bertemu dengan Mbah Jambrong yang sedang minum kopi di warung Mpok Minah di kaki gunung. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=890&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Berdasarkan pemberitahuan dari indra kesepuluhnya, Mbah Jambrong mengetahui ribut-ribut tentang upaya kriminalisasi terhadap dua orang ketua Komisi Pemberangusan Korupsi (KPK). Tak ayal, Mbah Jambrong pun turun gunung dan keluar dari pertapaannya di Gunung Slamet Widodo. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Saat hendak mendaki, aku sempat bertemu dengan Mbah Jambrong yang sedang minum kopi di warung Mpok Minah di kaki gunung. Ia menceritakan hasil penyadapannya terhadap beberapa pembicaraan dari tokoh-tokoh yang terlibat dalam upaya kriminalisasi tersebut. Berikut petikan hasil penyadapan Mbah Jambrong yang dibantu beberapa jin penghuni Gunung Slamet Widodo.</span></p>
<p><span id="more-890"></span>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">Wisto ke Gadogado (23 Juli 2009)</p>
<p></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">”Bagaimana perkembangannya?” tanya Wisto Beres, mantan Jaksa Muda Investigasi di Kejaksan Gede.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Ya, masih tetap nambahin BAP. Ini saya masih di Mabes,” jawab Gadogado, adik kandung Gorogoro Wanito, tersangka kasus korupsi yang kini buron. Gorogoro terlibat kasus korupsi pada </span>Proyek Sistem Kencan Rame-rame Terpadu (SKRT) yang juga Komisaris PT <span style="font-style:normal;">Masasih.</span><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Berkas kasus ini kelihatannya minggu ini diserahkan ke Pak Ribetaja,” terang Wisto menyebut nama Wakil Jaksa Gede. “Setelah berkas diperiksa Pak Ribetaja, kita koordinasi dengan Mabes Polri. Setelah itu, kita beraksi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Raja sudah dikasih tahu belum?” tanya Gadogado lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sudah-sudah,” jelas Wisto meyakinkan. “Aku masih mencocokkan tanggal yang tepat untuk menyerahkan surat untuk beliau.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"><br /><b>Gorogoro ke Gadogado (24 Juli 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">”Pokoknya, sekarang Berita Acaranya harus dilengkapi,” seru Gorogoro memberikan pengarahan kepada sang adik, Gadogado. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya, sudah. Sekarang sudah dibantu Pak Ribetaja, kok,”<span>&nbsp; </span>jawab Gadogado meyakinkan sang kakak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Bilang sama Ribetaja, paling lambat Senin, urusan dengan kejaksaan sudah final. Setelah itu, kita beraksi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sambil kita menunggu surat untuk Raja dikeluarkan? Gitu, ya?” tanya Gadogado kepada kakak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Lha iya! Kamu tanyain sama Mabes, dong. Nanti malam, tanyain sama Susahno di Mabes!” Gorogoro memberikan petunjuk kepada sang adik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span></p>
<p><b>Hari Melapataka ke Gadogado (27 Juli 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Pak, kronologinya sudah ada di Bang Warman semua,” ucap Hari Melapataka, seorang penyidik polisi ke Gadogado. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Baguslah,” jawab Gadogado. “Tapi, sebetulnya masih ada satu saksi lagi. Namanya, Idih Lumauaja. Dia adalah orang yang diceritakan Pak Entesukarani itu lho, Pak.<span>&nbsp; </span>Terus, ada lagi satu pembuktian, yaitu waktu Ajimu Takampuh datang ke kantor KPK, terjadi rapat. Saat itu, rapatnya berlangsung di ruang<span>&nbsp; </span>rapat Hendra.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"></p>
<p><b>Gadogado ke Kasihongkos (28 Juli 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Kos, kronologis itu jangan diberikan kepada Idih, lho!” seru Gadogado kepada Kasihongkos, seorang pengacara yang kini ia sewa. “Soalnya, Idih sudah berseberangan dengan kita. Cuma kamu harus bilang sama dia kala dia terpaksa harus jadi saksi. Soalnya, dalam skenario kita, dia kan diperintah oleh Hendra untuk menerima uang. Kalau Idih nggak mau jadi saksi, ya sudah. Idih nggak usah dilibatkan lagi.” <span>&nbsp;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span></p>
<p><b>Gadogado ke Godawati (28 Juli 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Besok saya tunggu perkembangannya. Kamu bilang sama Ribetaja, kalau Idih Lumauaja itu bajingan! Bener! Ini penting! Dia mengingkari semua skenario yang sudah kita rancang! Padahal, Entesukarani kan yang bawa Hendra waktu bertemu dengan Gorogoro.”<span>&nbsp; </span></p>
<p><b>Gadogado ke Pornoman<span>&nbsp; </span>(29 Juli 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Kelihatannya, kronologis saya yang benar,” ujar Gadogado kepada Pornoman, seorang penyidik yang ikut menyusun BAP. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya memang sudah benar, kok,” jawab Pornoman. “Saya juga lihat di surat lalu lintas. Saya sudah mengecek ke Imigrasi. Memang sudah benar, kok. Peristiwa-peristiwa itu sudah sesuai dengan waktu kepergian mereka ke Singapura.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"></p>
<p><b>Gadogado ke Wisto (29 Juli 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">”Terus gimana, Pak? Mengenai Idih gimana?” tanya Gadogado kepada Wisto.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Soal Idih sudah saya laporkan ke Iriman,” jawab Wisto tegas. “Hal ini bukan kesalahan Bapak. Kita di sini yang salah.” Iriman adalah seorang jaksa yang dituding memfasilitasi pertemuan Entesukarani dengan Gadogado. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya, padahal Idih saksi kunci keterlibatan Hendra,” jawab Gadogado. “Maksud saya, Pak: Idih mengenal Hendra dari saya dan dari Pak Wisto. Kalau skenarionya seperti itu, bagaimana, Pak?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span>“Ya, nggak apa-apa,” timpal Wisto. “Kalau kenalnya dari Wisto, nggak apa-apalah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Kalau kita mengikuti skenario seperti itu,” jelas Gadogado, “berarti saya mengakui hal itu kepada Jaksa Iriman. Cuma bagaimana kalau Idih menutupi siapa yang memerintah dirinya? Kan ceritanya, Entesukarani memerintahkan Idih untuk menyerahkan uang ke Hendra. Masalahnya, bagaimana kalau Idih nggak mau mengaku seperti itu? Jadi, siapa dong yang mengaku?!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Ya, Bapak sama Ajimu, dong, yang mengaku!”tegas Wisto.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Nggak bisa, dong, Pak! <i>Wong,</i> saya nggak ada hubungannya saya Hendra.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Ya, ada hubungannya, dong! Kan saya dengar dari Idih tentang hubungan Bapak dengan Hendra.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Iya, emang saya kenal Hendra dari Idih. Tapi, masalahnya, Idih nggak mau ngaku. Saya kan juga nggak menyuruh memberikan uang ke Hendra. Jadi, gimana, nih?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Ya, sudah. Nggak apa-apa,” pungkas Wisto mengakhiri pembicaraan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"><br /><b>Gadogado ke Wisto (30 Juli 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Pak, tadi jadi ketemu Pak Susahno, nggak?” tanya Gadogado kepada Wisto. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Jadi ketemu,” jawab Wisto. “Akhirnya, Kasihongkos yang tahu persis teknis di sana. Dia yang disuruh untuk mengompromikan masalah dengan Idih. Kasihongkos juga sudah bertemu dengan Pak Susahno. Yang penting, kita akan susah kalau Idih tidak mengaku bahwa ia diperintah Pak Entesukarani untuk memberikan uang kepada Pak Hendra.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Bagi saya, yang penting,” kata Gadogado, “Idih menyatakan waktu itu supaya Gorogoro membayar Hendra atas perintah Entesukarani.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Nah, itu!” seru Wisto. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Masalah itu memang Bapak sudah tahu kan? Kan, saya sudah lapor ke Bapak.” jelas Gadogado. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Wong, katanya, waktu malam penyerahan itu, Ajimu bahkan sempat dipeluk oleh Hendra. Si Ajimu dipeluk Hendra karena teriak-teriak. Sekarang, saya tanya, kok Bapak bisa ngomong gitu?” tanya Wisto ke Gadogado.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span>“Bohong! Sebenarnya, nggak ada kejadian peluk-pelukan itu. Sekedar kamuflase saja,” tegas Gadogado.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Okelah, kejadian itu memang nggak ada,” ujar Wisto. “Jadi, Idih cuma dikasih tahu, yang disuruh menyerahkan uang adalah Ajimu. Idih curiga, duitnya dimakan Ajimu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Bukan soal Ajimu-nya, Pak,” sergah Gadogado. “Pada waktu Idih datang ke pergi kantor KPK, ia diminta oleh Ajimu. <span>&nbsp;</span>Kalau saya ditanya, saya bilang, Idih memang ada di situ. Dibolak-balik aja antara Idih dan Ajimu. Toh, sama saja dua orang itu. Ajimu disuruh ngomong, bahwa Idih ada di tempat itu. Kalau skenarionya seperti, saya nggak masalah, Pak. Memang seperti itulah yang saya suruh.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Pokoknya,” timpal Wisto, “hal-hal yang jadi kunci sudah saya beritahukan kepada Kasihongkos. Kalau tidak ada lagi hal penting, kasus ini nggak bisa dibuat skenario seperti itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Yang penting buat saya, Pak,” imbuh Gadogado, “si Ajimu ini, dia ngurusi Andri Rakus segala. Ujung-ujungnya, Ajimu dapat perintah menyerahkan uang ke Hendra.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Siapa lagi, Pak? Kan jadi nggak nyambung?!” tanya Wisto.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Begini, Pak,” jelas Gadogado. “Ajimu memerintahkan Ade Raharja untuk menyerahkan uang ke Hendra. <span>&nbsp;</span>Kalau nggak ada yang memerintah, kan jadi nggak nyambung, bagaimana uang itu bisa diserahkan ke Hendra.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Memang secara keseluruhan, skenarionya tetap seperti itu,” timpal Wisto. “Tapi, kalau Idih nggak ngaku, biarin saja. Yang penting, Ajimu sama Gadogado kan mengakui cerita itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Kan saksinya kurang satu, Pak?” sergah Gadogado.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Lho?! Kan saksinya sudah dua: Ajimu dan Gadogado,” sangkal Wisto.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Saya bukan saksi, Pak,” Gadogado menyangkal lagi. “Saya kan penyandang dana.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Kenapa dana itu dikeluarkan, karena Bapak disuruh Idih, ‘kan?! Sama saja kan, ha.. ha.. ha&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Suruh Idih mengaku lah, Pak,” bujuk Gadogado. “Kalau berteman kayak gini, percuma saja, Pak. Susahno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Idih sudah tahu hal itu. Saya mengakui, tokoh bernama Toni itu saya. Yang penting, Idih nggak mempermasalahkan kepergian saya itu. Hal itu kan urusan penyidik. Yang penting, Idih mengakui bahwa dia yang memerintahkan untuk nyogok Hendra. Gitu aja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sekarang begini,” ujar Wisto dengan nada kesal, “Idih memerintahkan Ajimu untuk memberikan uang ke Hendra. Oke? Bapak dengar kan? <span>&nbsp;</span>Sudah selesai!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Tapi, kalau Idih nggak bantu, kita bisa terjerumus, Pak. Dia dibenci sama Susahno.” Gadogado masih saja membujuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Biarin aja! Tapi nyatanya, dia ngomong kalo dipanggil Susahno.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span><br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><br /><b>Gadogado dengan Godawati (6 Agustus 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Tadi Pak Ribetaja telepon,” kata Godawati dengan nada ceria, “besok dia mau pijet di Depok. Ketawa-ketawa dia. Pokoknya, harus ngomong apa adanya. Kalau nggak gitu, kita yang mati. Soalnya sekarang, KPK dapat dukungan dari Raja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Siapa yang harus ngomong apa adanya?” tanya Gadogado</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Ya, kita semua,” tegas Godawati. “Pokoknya, Pak Ribetaja harus kita dukung. Biar nanti KPK ditutup sekalian! Ngerti nggak?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya, iya,” sahut Gado-gado.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Udah, deh! Pokoknya, jangan khawatir!” Godawati meyakinkan sang kekasih gelapnya itu. “Ini urusan bisa tuntas. Harus selesai. Pak Ribeaja ngomong begitu. Oh, ya, Pak Ribetaja kemarin juga ngamuk-ngamuk. Dia marah sama si Susahno yang polisi itu lho! Kan Susahno janji mau bantu kita to?! Kok tahu-tahunya dia yang nyeleweng. Nggak berani dia.”</span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"> <b></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><br /><b>Gadogado dengan Godawati (6 Agustus 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">”Iya, Sayang. Tapi ditanyain, tanda tangan itu punya siapa? Dia nggak bisa menjawab kan?! Dasar bajingan semua, Yang! Hendra itu dijerumuskan ajalah, Yang! Nggak usah ragu-ragu!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN"></p>
<p><b>Gadogado dengan Fulan (7 Agustus 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Menurut Susahno, kalau bisa, besok sudah keluar berita keterlibatan Hendra,” kata Gadogado. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Tapi menurut pihak media yang kita hubungi, hal itu nggak bagus. Soalnya, pemberitaannya bertepatan Minggu. Orang sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Mabes minta TV dikontak hari ini, supaya besok <i>counter</i>-nya dari Gorogoro.” </p>
<p><b>Gadogado dengan Onar Situpeang <span>&nbsp;</span>(8 Agustus 2009)</p>
<p></b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Nggak usah ngomong sama penyidik,” pinta Gadogado kepada Onar Situmeang. “Cuma Abang saja yang tahu, BAP Ajimu tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia di BAP, masih sesuai apa yang dia ketahui. Jangan sampai dia berpikir, kita berbohong.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Siap, Bang,” sahut Onar sigap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sama harus dikaitkan hal ini: Kasus ini seperti sindikat. Idih, Ajimu, dan KPK merupakan satu sindikat untuk memeras kita. Gitu, ya, Bang.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span lang="IN">“Iya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Intinya, si Ajimu sudah di BAP sesuai kronologis yang kita susun,” Gadogado kembali berujar. “Kenapa kok kita laporkan Ajimu itu. Kenapa sudah laporan begini, kok dia melarikan diri. Gitu lho! Dan di BAP, Idih itu nggak mengaku. Kita nggak usah ngomong. Pokoknya, Si Idih nggak tahu rencana kita.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Bang, nanti maksudnya di BAP, intinya adalah bahwa kita mengaku diperas.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya,” ucap Onar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sekarang, jangan dibuka dulu. Maksudnya, status si Ajimu itu jangan dibuka dulu. Kita merasa, Ajimu, Edy, dan KPK sudah memeras kita. Dan kita sudah membayar apa yang mereka minta. Makanya, kenapa masalahnya jadi begini. Gitu lho, Bos.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Iya, deh.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Menurut pengakuan Ajimu, dia sudah membayar seluruh dana tersebut<br />kepada orang-orang KPK. Nggak tahu siapa orang KPK itu.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Betul.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"></p>
<p><b>Asex dengan Gadogado (10 Agustus 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">&#8220;Secara keseluruhan, skenarionya sudah bagus. Gorogoro dikatakan nggak melarikan diri.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Keras sekali dia ngomongnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><span>&nbsp;</span>“Iya, keras. Tadi saya rekam omongannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Ya, sudah. <span>&nbsp;</span>Terus, poin-poinnya tersasar, kan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Sudah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Pokoknya, Gorogoro dikatakan tidak melarikan diri. Bagus penjelasannya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Jadi penjelasannya begini. Ini ada suatu rekayasa. Hal itu tampak dari pemanggilan para Ketua KPK jadi saksi, terus tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Tiba-tiba, karena ada testimoni Pak Entesukarani, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan, sudah oke.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Mengenai soal pencekalan, KPK dianggap salah sasaran.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">“Ya, dalam kasus Yunus Pasal, kok yang dicekal Gorogoro? Itu bagaimana?<br />Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yunus Pasal, kok yang digeledah Masasih? Pokoknya. intinya sudah masuk semua.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN"></p>
<p><b>Asex dengan Gadogado dan Robot (10 Agustus 2009)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">”Iya memang kasus ini berawal dari cuplikan testimoni Entesukarani. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit, kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Entesukarani dulu, berupa testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Entesukarani, terus baru disambung ke kita. Jadi, dijelaskan sama Onar, kalo itu bukan penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Entesukarani menemui Gorogoro itu juga membawa konsekuensi Entesukarani bisa dipermasalahkan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;"><span lang="IN">&#8220;Ngomong gimana? Pengacara dari Gorogoro <i>press release</i> hari ini.”</span> </p>
Posted in Berita, Politik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/890/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=890&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/31/transkrip-skenario-kriminalisasi-kpk-a-la-mbah-jambrong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balada Cinta Mamat dan Ratna</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/28/balada-cinta-mamat-dan-ratna/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/28/balada-cinta-mamat-dan-ratna/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suka Duka Penghulu]]></category>
		<category><![CDATA[kisah cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Nicholas Saputra]]></category>
		<category><![CDATA[pengadilan agama]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[priyayi]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[wali hakim]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/2009/10/28/balada-cinta-udin-dan-ratna/</guid>
		<description><![CDATA[Pemuda itu sebut saja bernama Mamat. Ia hanyalah pemuda kampung yang terlahir dari keluarga tak berpunya. Rumahnya terletak persis di pinggir kali. Mungkin lebih tepat disebut gudang daripada rumah. Tipenya adalah RSSSSS. Rumah Sangat Sempit Sehingga Sulit Selonjor. 
Dengan gaya bicaranya yang luwes dan santun, Mamat memang mudah bergaul. Tak aneh, jika ia mudah berteman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=879&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pemuda itu sebut saja bernama Mamat. Ia hanyalah pemuda kampung yang terlahir dari keluarga tak berpunya. Rumahnya terletak persis di pinggir kali. Mungkin lebih tepat disebut gudang daripada rumah. Tipenya adalah RSSSSS. Rumah Sangat Sempit Sehingga Sulit Selonjor. </p>
<p>Dengan gaya bicaranya yang luwes dan santun, Mamat memang mudah bergaul. Tak aneh, jika ia mudah berteman dengan para gadis sekampung meski tampangnya tidak seganteng artis Nicholas Saputra. Ia juga ringan tangan jika dimintai tolong oleh orang lain. </p>
<p>Suatu hari, usai melaksanakan tugas di sebuah akad nikah, saya didekati Mamat. Ia pun bercerita banyak tentang kisah kasihnya yang tak seindah roman picisan. Mamat menjalin cinta dengan Ratna, seorang gadis Yogya lulusan D3 UGM. Gadis pujaannya itu bekerja sebagai guru PNS di sebuah SD. Umurnya 3 tahun di atas Mamat. <span id="more-879"></span></p>
<p>Tentu saja status sosial keluarga Mamat dengan keluarga Ratna jauh berbeda. Seperti langit dan bumi. Keluarga Ratna adalah priyayi Yogya. Meski bukan orang kaya raya, keluarga Ratna bisa dibilang berkecukupan. Kedua orang tuanya adalah PNS sembari berwiraswasta. Sebuah mobil sedan dan dua buah motor nongkrong di garasi rumah Ratna. </p>
<p>Mamat sendiri? Jangankan mobil, motor pun ia tak punya. Hanya sebuah sepeda butut yang setia menemaninya, termasuk jika ia berangkat mengajar sebagai tenaga honor di sebuah SD. Semenjak ayahnya meninggal saat ia masih di bangku SD, praktis ekonomi keluarga Mamat hancur. Ia pun menyelesaikan sekolahnya hingga SLTA sembari menjadi pembantu di rumah seorang kyai yang mengasuh sebuah pesantren kecil di kampungku. </p>
<p>“Kamu mengguna-guna anak saya, ya?!” Begitu tuduhan ayah Ratna kepada Mamat seperti yang ia ceritakan padaku. Orang tua Ratna tidak habis pikir, bagaimana bisa anaknya yang cerdas, berpendidikan tinggi, punya pekerjaan tetap bisa mencintai pemuda miskin, pengangguran, tidak kuliah, dan bla bla bla. </p>
<p>“Sumpah, Pak! Demi Allah. Saya nggak pernah mengguna-guna, Ratna,” ujar Mamat melanjutkan ceritanya. “Saya nggak pernah berharap banyak. Saya tahu diri, kok. Saya orang miskin, nggak punya pekerjaan jelas. Saya pernah memutuskan cinta saya sama Ratna. Tapi, Pak, justru dia jadi stres. Lari di rumah. Orang tuanya kebingungan mencari-cari, terus minta bantuan saya. Saya pun sibuk mencari-carinya. Akhirnya, saya menemukan Ratna di alun-alun kota. Jam 11 malam. Ia berjalan seperti orang linglung. Untung saja, ia mau saya bujuk pulang.” </p>
<p>Akhirnya, Mamat pun tak jadi memutuskan cintanya dengan Ratna. Waktu demi waktu berjalan. Cinta yang mereka bangun semakin kokoh. Di mana ada Mamat, di situ ada Ratna. Lengket bak prangko yang nempel di surat. Dengan motor kepunyaan Ratna, sepasang sejoli itu sering terlihat melintas di jalan-jalan di kampungku. </p>
<p>Melihat anaknya semakin lengket dengan Mamat, orang tua Ratna semakin gerah. Mamat dipanggil ke rumah orang tua gadis itu. Pemuda kampung itu pun disemprot habis-habisan. Ultimatum pun dikeluarkan. Mamat tidak boleh lagi mendekati Ratna. </p>
<p>Namun ternyata cinta Ratna terhadap Mamat begitu dalam. Meski dilarang orang tuanya, Ratna tetap nekat datang ke rumah Mamat. Setiap kali ia dimarahi orang tuanya karena Mamat, ia pun lari ke rumah pemuda itu dengan berurai air mata. Tidak hanya dimarahi, orang tua Ratna pun mulai bermain kasar. Pernah Mamat beberapa kali melihat wajah biru lebam dipukuli orang tuanya. </p>
<p>Tak tahan melihat kondisi Ratna, Mamat berupaya menyarankan gadis pujaannya itu menjauhi dirinya dan mengikuti keinginan orang tuanya. Tapi apa lacur? Ratna justru terkapar sakit memikirkan Mamat. Berhari-hari ia dirawat di rumah sakit dan selalu mengigau menyebut nama Mamat. Kembali orang Mamat memintanya untuk menjenguk Ratna. Namanya juga sakit cinta, Ratna pun berangsur sembuh setelah Mamat ikut menjaganya di rumah sakit. </p>
<p>Suatu hari, Mamat datang ke kantorku untuk mengurus perihal perkawinannya dengan Ratna. Kupikir, ia hendak mendaftarkan pernikahannya. Ternyata tidak. Orang tua Ratna menolak keras pernikahan mereka. Ayah Ratna tak sudi menjadi wali dalam pernikahan mereka. Karena itulah, kedua sejoli itu hendak menempuh jalur pengadilan. Pernikahan mereka harus menggunakan wali hakim yang disahkan oleh pengadilan. Dengan demikian, mereka pun mengajukan permohonan wali hakim </p>
<p>Tak lama setelah permohonan wali hakim didaftarkan ke pengadilan agama, surat panggilan untuk sidang dilayangkan ke orang tua Ratna. Ternyata orang tua Ratna semakin murka. Ketika kurir dari pengadilan datang, ia pun serta merta diusir oleh ayah Ratna. Surat panggilan itu langsung disobek-sobek di depan sang kurir. </p>
<p>Meski orang Ratna menolak hadir dalam persidangan, permohonan itu terus dilanjutkan oleh Mamat dan Ratna. Mengetahui kasusnya akan terus dilanjutkan, orang tua Ratna kembali berulah. Ia meminta kepada Mamat untuk menarik permohonan wali hakim di pengadilan. Ia tidak ingin kasusnya berlanjut di pengadilan. Ia berjanji bersedia untuk menjadi wali bagi Ratna untuk dinikahkan dengan Mamat. Mendengar janji itu, hati Mamat pun luluh. Ia bersedia menarik kembali permohonan wali hakim yang sudah ia daftarkan. </p>
<p>Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ternyata, janji itu hanyalah rayuan pulau kelapa agar Mamat menarik kasusnya di pengadilan untuk menghindari rasa malu sang priyayi. Begitu Mamat menarik kasusnya, orang tua Ratna mengingkari janjinya. Ia tetap menolak keras pernikahan Ratna dengan Mamat. Saat keluarga Mamat bertandang ke rumah untuk melamar, orang tua Ratna menolak mentah-mentah lamaran itu. </p>
<p>Tak pelak, Mamat pun langsung patah hati berat. Tanpa memberitahukan orang tuanya dan Ratna, Mamat memutuskan untuk menjadi TKI di luar negeri. Ia berangkat ke Jakarta menuju sebuah PJTKI. Negara yang ia pilih adalah Singapura. Ia juga sudah mengikuti test kesehatan dan membayar uang pendaftaran sekian ratus ribu rupiah. Usai mengurus pendaftarannya untuk jadi TKI selama beberapa hari di Jakarta, Mamat pun pulang. </p>
<p>Mengetahui Mamat hendak berangkat ke luar negeri untuk jadi TKI, ibunya bersikeras tidak setuju. Sang ibu khawatir, hidup Mamat akan menjadi tidak karu-karuan saat di luar negeri jika dalam kondisi jiwa yang labil. Di sisi lain, sang ibu juga tidak mau ditinggalkan Mamat sendirian karena semua saudara-saudaranya sudah berumah tangga dan hidup terpisah. Akhirnya, Mamat kembali mengalah. Ia menggagalkan niatnya untuk pergi menjadi TKI di luar negeri demi sang ibu. </p>
<p>Kini, Mamat sudah mengontrak sebuah rumah mungil di dekat sebuah mushalla. Ia mengajar mengaji anak-anak kampung dan menjadi imam di mushalla. Seiring waktu, ia tidak lagi berusaha keras untuk menikahi Ratna. Meski di sisi lain, ia juga tahu Ratna masih sangat mencintainya dan hampir setiap sore mampir ke rumah kontrakannya. Terkadang Mamat malu jika Ratna sering datang. Masyarakat banyak bergunjing. Ia takut terjadi fitnah. </p>
<p>“Din, kamu harus segera mengambil keputusan,” saranku saat kemarin bertandang ke kontrakan Mamat. “Tak mungkin, kamu terus-terusan berada dalam situasi yang tidak jelas. Waktu tiga setengah tahun sudah cukup untuk mengenal Ratna dan orang tuanya. Sudah cukup untuk mengetahui, apakah Ratna dan orang tuanya cocok untuk dijadikan bagian dari keluargamu.”</p>
<p>“Kalau memang kamu merasa cocok dengan Ratna,” lanjutku memberikan saran, “dan sanggup menanggung resiko dengan penolakan orang tuanya, segera nikahi Ratna. Urus masalah wali hakim itu kembali ke pengadilan. Namun jika, Ratna bukan orang yang cocok, segera tinggalkan dan cari perempuan lain. Toh, Ratna bukan anak kecil lagi. Ia punya orang tua. Kalau ia patah hati atau stres dengan keputusanmu, itu lebih baik daripada kamu dan Ratna terus-terusan berada dalam situasi yang jelas dan terombang-ambing. Biar Ratna juga bisa mencari lelaki lain yang sesuai dengan keinginan orang tuanya. </p>
Posted in Suka Duka Penghulu Tagged: kisah cinta, Nicholas Saputra, pengadilan agama, pernikahan, priyayi, Singapura, TKI, UGM, wali hakim, Yogyakarta <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/879/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=879&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/28/balada-cinta-mamat-dan-ratna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Susunan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/inilah-susunan-menteri-kabinet-indonesia-bersatu-ii/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/inilah-susunan-menteri-kabinet-indonesia-bersatu-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 13:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri baru]]></category>
		<category><![CDATA[Orde Baru]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[susunan kabinet baru]]></category>
		<category><![CDATA[Susunan Kabinet Indonesia Bersatu 2009-2014]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=870</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti periode-periode sebelumnya, pemilihan para menteri saat ini dilakukan melalui proses fit and proper test yang menjaring banyak calon. Pada tahap pertama, sekitar 100 orang yang diwawancari langsung oleh presiden terpilih Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didampingi sang wakil, Boediono. Di samping itu, seleksi menteri kali ini juga menggunakan uji kesehatan bagi setiap calon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=870&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tidak seperti periode-periode sebelumnya, pemilihan para menteri saat ini dilakukan melalui proses <em>fit and proper test</em> yang menjaring banyak calon. Pada tahap pertama, sekitar 100 orang yang diwawancari langsung oleh presiden terpilih Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didampingi sang wakil, Boediono. Di samping itu, seleksi menteri kali ini juga menggunakan uji kesehatan bagi setiap calon menteri.  </p>
<p>Metode pemilihan kali memang perlu diapresiasi. Memilih menteri tidak lagi begitu tertutup seperti di masa Orde Baru. Calon-calon menteri bisa dilihat oleh publik karena diekspos media massa saat dipanggil ke Puri Cikeas, kediaman SBY. Di samping itu, akomodasi dari unsur partai pendukung yang ikut koalisi juga tetap ada. Namun unsur dari akademisi dan profesional juga tidak dikesampingkan sama sekali.  </p>
<p>Berikut ini adalah daftar lengkap susunan Kabinet Indonesia Bersatu II.<span id="more-870"></span></p>
<table style="width:331pt;border-collapse:collapse;" cellspacing="0" cellpadding="0" width="440" border="0">
<col style="width:32pt;" width="42"> </col>
<col style="width:142pt;" width="189"> </col>
<col style="width:157pt;" width="209">
<tbody>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl21" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">
<div align="center">
<div><strong>No</strong></div>
</div>
</td>
<td class="xl21" style="width:142pt;" width="189">
<p align="center"><strong>Jabatan</strong></p>
</td>
<td class="xl21" style="width:157pt;" width="209">
<p align="center"><strong>Nama Menteri</strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl22" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl23" style="width:142pt;" width="189"><strong>Menteri Koordinator</strong></td>
<td class="xl22" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:38.25pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:38.25pt;" width="42" height="51">1</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Marsekal (Purn) Joko Suyanto</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">2</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Ir. Hatta Radjasa</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">3</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">dr. H. Agung Laksono</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">4</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Sekretaris Negara</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Sudi Silalahi</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl24" style="width:142pt;" width="189"><strong>Menteri Departemen</strong></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">5</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Dalam Negeri</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Gamawan Fauzi</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">6</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Luar Negeri<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Dr. Marty Natalegawa</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">7</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Pertahanan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Purnomo Yusgiantoro</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">8</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Patrialias Akbar</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">9</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Keuangan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Sri Mulyani Indrawati</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">10</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Darwin Saleh</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">11</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Perindustrian<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">MS Hidayat</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">12</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Perdagangan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Marie Elka Pangestu</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">13</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Pertanian<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Ir. H. Suswono</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">14</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Kehutanan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Zulkifli Hasan</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">15</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Perhubungan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Freddy Numbery</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">16</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Kelautan dan Perikanan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Fadel Muhammad</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">17</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Muhaimin Iskandar</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">18</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Pekerjaan Umum<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Joko Kirmanto</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">19</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Kesehatan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Endang Rahayu Setyaningsih</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">20</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Pendidikan Nasional<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Mohamad Nuh</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">21</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Sosial<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Salim Segaf Aljufri</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">22</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Agama<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Suryadharma Ali</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">23</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Kebudayaan dan Pariwisata<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Jero Wacik</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">24</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Komunikasi dan Informatika</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Tifatul Sembiring</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl24" style="width:142pt;" width="189"><strong>Menteri Negara</strong></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">25</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Riset dan Teknologi<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Suharna Suryapranata</td>
</tr>
<tr style="height:38.25pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:38.25pt;" width="42" height="51">26</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Syarifudin Hasan</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">27</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Lingkungan Hidup<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Gusti Muhamad Hatta</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">28</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Linda Agum Gumelar</td>
</tr>
<tr style="height:51pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:51pt;" width="42" height="68">29</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">EE Mangindaan</td>
</tr>
<tr style="height:38.25pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:38.25pt;" width="42" height="51">30</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Helmy Faishal Zaini</td>
</tr>
<tr style="height:38.25pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:38.25pt;" width="42" height="51">31</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Armida Alisyahbana</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">32</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Mustafa Abubakar</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">33</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Perumahan Rakyat<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Suharso Monoarfa</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">34</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Menteri Negara Pemuda dan Olahraga</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Andi Alfian Malarangeng</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">&nbsp;</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">&nbsp;</td>
<td class="xl24" style="width:142pt;" width="189"><strong>Pejabat Setingkat Menteri</strong></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">&nbsp;</td>
</tr>
<tr style="height:38.25pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:38.25pt;" width="42" height="51">35</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Kuntoro Mangkusubroto</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:12.75pt;" width="42" height="17">36</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Kepala Badan Intelijen Negara</td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Sutanto</td>
</tr>
<tr style="height:25.5pt;">
<td class="xl19" style="width:32pt;height:25.5pt;" width="42" height="34">37</td>
<td class="xl20" style="width:142pt;" width="189">Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal<span>&nbsp;</span></td>
<td class="xl20" style="width:157pt;" width="209">Gita Wirjawan</td>
</tr>
</tbody>
</col>
</table>
Posted in Berita, Politik Tagged: Boediono, Menteri baru, Orde Baru, SBY, susunan kabinet baru, Susunan Kabinet Indonesia Bersatu 2009-2014 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/870/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=870&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/inilah-susunan-menteri-kabinet-indonesia-bersatu-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keberanian Waria</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/keberanian-waria/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/keberanian-waria/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 16:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Boyke Nugraha]]></category>
		<category><![CDATA[Gomorah]]></category>
		<category><![CDATA[homoseksual]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Lepas Jilbabku]]></category>
		<category><![CDATA[Shunniya Ruhama Habiballah]]></category>
		<category><![CDATA[Soddom]]></category>
		<category><![CDATA[waria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=872</guid>
		<description><![CDATA[Saya selalu salut kepada para waria. Mereka merupakan sosok manusia pemberani. Betapa tidak, saat seseorang memutuskan untuk menjalani hidup sebagai waria, maka saat itu pula ia menyediakan dirinya untuk menjadi bahan cibiran, cercaan, gunjingan, bahkan makian dari orang-orang yang tidak menyukainya. Bahkan sebelum secara terbuka memutuskan untuk menjadi waria, ia pun sudah menjadi bahan olok-olokan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=872&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya selalu salut kepada para waria. Mereka merupakan sosok manusia pemberani. Betapa tidak, saat seseorang memutuskan untuk menjalani hidup sebagai waria, maka saat itu pula ia menyediakan dirinya untuk menjadi bahan cibiran, cercaan, gunjingan, bahkan makian dari orang-orang yang tidak menyukainya. Bahkan sebelum secara terbuka memutuskan untuk menjadi waria, ia pun sudah menjadi bahan olok-olokan masyarakat. Sungguh, perlu keberanian ekstra untuk menjalani hidup sebagai waria. </p>
<p>Di samping berhadapan dengan masyarakat, waria juga harus berani untuk bertarung dengan kendala psikologis dalam dirinya. Tak bisa dipungkiri, mayoritas masyarakat kita masih menganggap waria sebagai sebuah penyimpangan. Pandangan masyarakat demikian juga karena ajaran-ajaran agama yang diyakini mereka memang menganggap bahwa gaya hidup waria adalah identik dengan perilaku homoseksual yang notabene terlarang. Keyakinan agama yang sudah tertanam bertahun-tahun sejak kecil itu, tak pelak menjadi seolah duri dalam daging bagi para waria. Hal inilah yang membuat pergulatan psikologis semakin tajam bagi mereka. <span id="more-872"></span></p>
<p>Memang, pada masyarakat tertentu, keberadaan waria relatif lebih bisa diterima. Di sebagian masyarakat Ponorogo, para warok terbiasa memelihara gemblak, lelaki kemayu yang dijadikan pendamping hidup laksana seorang selir. Di masyarakat Bugis, ada istilah bissu untuk merujuk kepada lelaki yang menjalani hidup layaknya perempuan dan memperoleh tempat yang terhormat secara adat. Namun seiring perkembangan zaman, sudah semakin jarang ditemukan para warok yang memelihara gemblak di Ponogorogo atau para bissu di masyarakat Bugis. </p>
<p>Saya juga sempat membaca buku Jangan Lepas Jilbabku, karya seorang waria yang bernama Shunniya Ruhama Habiballah. Sayang, saya tidak tuntas membaca keseluruhan isi buku karena memang hanya mencuri baca di sebuah toko buku. Namun dari sepintas yang sempat saya baca, buku tersebut cukup berani mengungkapkan kegelisahan seorang waria. Bahkan terkadang nada tulisan-tulisannya cukup emosional. Ah, mudahan saya keliru memahaminya. </p>
<p>Dalam berbagai wacana tentang waria, sering diungkapkan bahwa jiwa perempuan mereka terperangkap dalam tubuh laki-laki. Dengan kata lain, secara psikologis, mereka merasa sebagai wanita, namun secara fisik mereka memang lelaki. Ungkapan tersebut secara tidak langsung merupakan gugatan yang cukup menohok atas keberadaan mereka sebagai waria. Secara tidak langsung, mereka seolah menuding bahwa Tuhan tidak adil terhadap mereka, karena membiarkan jiwa mereka terperangkap dalam tubuh laki-laki yang tidak mereka kehendaki.</p>
<p>Saya sendiri berusaha bersangka baik kepada Sang Pencipta. Ia Maha Kuasa, Maha Pintar, dan Maha Bijaksana. Dengan segala sifat-Nya yang agung dan sempurna, saya yakin bahwa saat penciptaan, Sang Pencipta tidak bermaksud memerangkap seorang waria dalam tubuh lelaki. Istilah “perangkap” adalah berasal dari pemikiran para waria itu sendiri untuk menjustifikasi pilihan mereka untuk menjadi waria. Memang, terlahir sebagai orang yang memiliki gen feminin dominan bukanlah pilihan mereka. Tapi, menjadi waria atau hidup normal sebagai lelaki adalah pilihan sadar mereka sendiri. Adalah tidak bijak jika menyalahkan takdir saat seseorang memilih hidup sebagai waria.  </p>
<p>Adanya jiwa feminin yang dominan dalam diri seorang lelaki merupakan sebuah ujian hidup yang memang tak mudah untuk dijalani. Sama tidak mudahnya, saat seseorang menyadari bahwa ia terlahir sebagai seorang yang tuna netra, misalnya. Namun adanya jiwa feminin yang dominan tersebut tak selalu harus berujung dengan keputusan untuk sekalian menjadi waria. Di tengah masyarakat, toh juga ada lelaki yang lemah gemulai dan berjiwa feminin tapi tetap bisa menjalani hidup normal sebagai lelaki. Ia menikah dengan wanita dan memiliki keturunan. Contoh yang paling terkenal adalah seksolog top, dr. Boyke Nugraha. </p>
<p>Menjadi waria bagi saya adalah sebuah pemberontakan terhadap takdir Sang Pencipta yang telah menciptakan tubuh laki-laki sang waria. Mengapa tidak berdamai saja dengan takdir-Nya dan menjalani hidup yang normal sesuai dengan bentuk fisiknya yang laki-laki? Memutuskan menjadi waria tidaklah menghilangkan sama sekali fakta bahwa tubuhnya adalah laki-laki. Mengubah kelamin lelaki menjadi perempuan melalui operasi medis, juga tidak menghilangkan sejarah bahwa ia dulunya adalah seorang laki-laki. Tuhan tentu saja tidak bisa ditipu. Meski seorang waria mengenakan pakaian perempuan atau melakukan operasi kelamin, toh tetaplah ia lelaki atau pernah jadi lelaki. </p>
<p>Tuhan tidaklah bodoh saat Ia menetapkan bahwa seorang lelaki hendaknya menjalani hidup sebagai seorang lelaki dan mengikat hubungan pernikahan dengan seorang perempuan secara sah. Begitu pula sebaliknya. Perempuan hendaknya menjalani hidup layaknya seorang perempuan dan menikah dengan lelaki. Dengan pernikahan antara lawan jenis itu, kelangsungan hidup manusia bisa terus terjaga. Bayangkan, jika hubungan sejenis menjadi tren dan diakui sebagai sesuatu yang normal, bisa-bisa makhluk berjenis manusia punah dari muka bumi ini. </p>
<p>Seorang waria hanya akan terus dicekam kegelisahan hidup jika terus menolak keberadaan diri sebagai lelaki dan terus mengikuti “panggilan jiwa” untuk menjadi perempuan. Adalah sebuah tindakan yang hanya akan menimbulkan frustrasi jika terus-terusan mencoba menafsirkan sendiri ketentuan Tuhan dan meyakinkan diri sendiri bahwa jalan hidup sebagai waria adalah benar. Betapapun, ketentuan-Nya tidak pernah berubah, meski banyak orang di dunia berupaya mengubahnya. Manusia tidak akan pernah berhasil memerangi-Nya. </p>
<p>Jika seorang lelaki memutuskan untuk menjadi “wanita”, misalnya dengan mengenakan pakaian perempuan, pada gilirannya ia pun berharap ada seorang lelaki sudi mencintainya dan hidup bersama dengannya. Di sinilah, mulai terlihat masalahnya. Jika hubungan waria dengan sang lelaki berlanjut, maka hal itu sama saja dengan hubungan sejenis. Sementara hubungan sejenis adalah sesuatu yang terlarang menurut ketentuan Sang Pencipta. Bahkan larangannya sangat keras. Sanksinya sangat berat. Kaum Soddom dan Gomorah harus dihancurkan karena hal tersebut.</p>
Posted in Sosial Budaya Tagged: dr. Boyke Nugraha, Gomorah, homoseksual, Jangan Lepas Jilbabku, Shunniya Ruhama Habiballah, Soddom, waria <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/872/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=872&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/21/keberanian-waria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perceraian di Kalangan Artis</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/13/perceraian-di-kalangan-artis/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/13/perceraian-di-kalangan-artis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Anang]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[Krisdayanti]]></category>
		<category><![CDATA[perceraian]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Raul Lemmos]]></category>
		<category><![CDATA[selebriti]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Leste]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan Anang dengan Krisdayanti, salah satu diva yang dimiliki Indonesia, akhirnya berada di ambang perceraian. Anang merasa dikhianati oleh sang istri yang dituding bermain mata dengan seorang pengusaha dari Timor Leste, Raul Lemmos. Perceraian pasangan artis  tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak perceraian yang terjadi di kalangan artis. Hal itu memang cerita klasik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=857&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernikahan Anang dengan Krisdayanti, salah satu diva yang dimiliki Indonesia, akhirnya berada di ambang perceraian. Anang merasa dikhianati oleh sang istri yang dituding bermain mata dengan seorang pengusaha dari Timor Leste, Raul Lemmos. Perceraian pasangan artis  tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak perceraian yang terjadi di kalangan artis. Hal itu memang cerita klasik yang sering diekspos media massa, terutama acara infotainment. </p>
<p>Rentannya perceraian di kalangan artis sebenarnya bisa diduga dari awal. Gaya hidup merupakan salah satu faktor yang paling berperan dalam menyebabkan karamnya bahtera para artis. Betapa tidak, gaya hidup glamour yang berbiaya tinggi tentu tidak mudah untuk dijalani. Saat penghasilan dari dunia artis berkurang, sementara tuntutan gaya hidup artis tetap tinggi, tak pelak rumah tangga pun jadi terguncang. <span id="more-857"></span> </p>
<p>Meski tak semua artis menjalaninya, gaya hidup glamour juga cenderung bersifat permisif. Kecemburuan adalah sesuatu yang tabu dalam dunia artis. Adalah lumrah seorang artis bercengkerama antara sesama artis bahkan dengan cara yang mesra. Cium kanan cium kiri adalah sesuatu yang tak boleh dicemburui. Pada gilirannya, lama kelamaan hal ini saja akan menimbulkan luka menganga di dalam hati sang pasangan artis. Bagaimanapun, hati manusia tak bisa dipungkiri. Sekecil apapun, terdapat rasa cemburu saat pasangannya bersikap mesra dengan orang lain.</p>
<p>Gaya hidup permisif tersebut pada akhirnya menjadi pintu masuk yang terbuka lebar untuk terjadinya perselingkuhan. Apalagi jika di dalam rumah tangganya sendiri, sang pasangan tak mampu memenuhi gaya hidupnya yang glamour. Saat terjadi perselingkuhan, perceraian pun menjadi solusi yang menyakitkan dan mengorbankan banyak pihak, termasuk anak-anak. Bahkan dalam beberapa kasus, anak-anak menjadi rebutan dari orang tua dalam menjalankan hak asuh.  </p>
<p>Popularitas dan kelebihan materi juga menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi dalam diri artis. Kepercayaan diri yang berlebihan juga akhirnya menimbulkan egoisme yang tinggi. Sang artis kurang senang jika gaya hidupnya diatur oleh pasangannya, terutama pasangan yang bukan sesama artis. Apalagi jika penghasilannya lebih besar daripada pasangannya sendiri yang bukan artis. Tak ayal ini, hal ini hanya akan menjadi api dalam sekam. Pada saatnya, perceraian pun tak terhindarkan. </p>
<p>Meski sering terjadi perceraian, para artis juga terkadang seolah tak mau belajar dari pengalaman. Usai bercerai, mereka kembali mencari pasangan yang jauh dari kriteria ideal. Saat kembali menikah, alih-alih bisa menjalani rumah tangga harmonis, mereka kembali dihantam badai perceraian. </p>
<p>Seorang artis penyanyi yang juga kerabat dari Krisdayanti mungkin bisa dijadikan contoh. Pertama kali, ia menikah dengan seorang lelaki yang tidak jelas pekerjaannya. Orang tuanya pun tidak menyetujui. Selang beberapa bulan pernikahan, belang sang lelaki ketahuan. Lelaki yang tak jelas pekerjaannya itu berusaha memeras si artis dengan mengancam akan menyebarkan video hubungan intim mereka berdua. Akhirnya, pernikahan mereka pun berujung perceraian. </p>
<p>Kedua kalinya, si artis menikah dengan lelaki duda, mantan suami seorang penyanyi era tahun 80-an. Lelaki itu tidak seagama dengan si artis. Saat menikahi si artis, memang sang suami sedang berada di masa-masa jaya. Bisnisnya berjalan lancar. Seiring berjalan waktu, bisnisnya hancur dan ia berurusan dengan pihak berwajib bahkan pernah masuk penjara. Saat keadaan ekonomi keluarga mereka kian memburuk, masalah demi masalah pun muncul. Perbedaan agama yang selama ini ditutupi, akhirnya menyeruak ke permukaan. Akhirnya, perceraian pun menjadi keputusan akhir mereka berdua dalam mengatasi kemelut rumah tangga.</p>
<p>Kini setelah dua kali mengalami kegagalan dalam pernikahan, sang artis tak jua mencari lelaki yang betul-betul sesuai dengan dirinya. Ia justru menjalin hubungan kasih dengan seorang artis muda yang umurnya jauh di bawahnya. Perbedaan umur yang terlalu mencolok sangat mungkin menjadi batu sandungan dalam rumah tangga. Hal itu karena cara berpikir dan bertindak pada orang yang muda dan tua tentu berbeda. Apalagi jika yang lebih muda adalah pasangan lelaki dengan jarak perbedaan usia yang sangat jauh. </p>
<p>Bagaimanapun, artis juga manusia biasa. Mereka juga bisa terjebak dalam kemelut rumah tangga sebagaimana orang biasa. Namun artis adalah sosok <em>public figure</em> yang tingkah polahnya disorot masyarakat luas. Ia memiliki penggemar yang bisa meneladani apa yang ia lakukan. Seorang artis yang memiliki paras menarik dan kelebihan finansial tentu berbeda dengan seorang wanita desa yang berparas biasa-biasa saja. Dengan kelebihan finansial, popularitas, dan penampilan, artis memang rentan terjerumus dalam hal-hal yang bisa membahayakan rumah tangganya, seperti perselingkuhan.  </p>
<p>Perceraian memang akan mudah terjadi jika kedua belah pihak, suami dan istri, tak memiliki jiwa besar untuk menerima kekurangan atau memaafkan kesalahan masing-masing pasangannya. Jika egoisme yang menjadi panglima di hati masing-masing, tak ayal perceraian hanyalah bom waktu yang siap meledak kapan saja. Langgengnya rumah tangga juga ditentukan oleh seberapa kuat seseorang mengatasi masalah demi masalah yang datang, baik dalam suka maupun duka, baik saat jaya maupun saat terhina. Jodoh bukanlah sesuatu yang <em>taken for granted</em> dari Tuhan. Namun, jodoh juga merupakan upaya keras dari pasangan suami istri untuk mempertahankan rumah tangganya.</p>
Posted in Sosial Budaya Tagged: Anang, artis, Krisdayanti, perceraian, pernikahan, Raul Lemmos, selebriti, Timor Leste <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/857/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/857/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=857&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/13/perceraian-di-kalangan-artis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ujian Hidup</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/04/ujian-hidup/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/04/ujian-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 16:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Antasari Azhar]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan genit]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ujian hidup]]></category>
		<category><![CDATA[wanita penggoda]]></category>
		<category><![CDATA[WIL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=848</guid>
		<description><![CDATA[Tak ada manusia yang luput dari cobaan hidup. Tak ada keberhasilan yang tak melewati ujian dan rintangan. Semakin bertambah usia seseorang, semakin kencang pula angin kehidupan berhembus untuk menguji ketegaran dan keimanannya. Saat jabatan diamanatkan di pundak seseorang, saat itu pula cobaan dan godaan datang menghadang silih berganti, untuk menguji apakah ia betul-betul layak mengemban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=848&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak ada manusia yang luput dari cobaan hidup. Tak ada keberhasilan yang tak melewati ujian dan rintangan. Semakin bertambah usia seseorang, semakin kencang pula angin kehidupan berhembus untuk menguji ketegaran dan keimanannya. Saat jabatan diamanatkan di pundak seseorang, saat itu pula cobaan dan godaan datang menghadang silih berganti, untuk menguji apakah ia betul-betul layak mengemban amanat jabatan tersebut. </p>
<p>Harta, tahta, dan wanita adalah tiga hal yang sering jadi ujian yang berat dalam hidup. Jabatan adalah juga kursi panas yang siap membakar orang yang duduk di atasnya. Penguasa bisa terguling karena godaan harta yang membuatnya berkorupsi ria. Antasari Azhar dicopot dari kekuasaannya sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena, salah satunya, godaan wanita. <span id="more-848"></span> </p>
<p>Hidup dan mati memang diciptakan Sang Pemilik semesta sebagai wahana ujian untuk memilih siapa makhluk-Nya yang terbaik. Mengapa harus repot-repot menjadi orang yang terbaik? Karena hal itulah tujuan hidup manusia. Jika manusia tak memiliki tujuan hidup yang jelas dan luhur, selamanya ia akan didera kebingungan dan kegelisahan, tak ubahnya seperti orang tersesat di tengah hutan dan tidak tahu ke mana jalan pulang. Jika manusia tidak lagi memikirkan tujuan hidupnya, berarti ia merendahkan dirinya menjadi seperti benda, hewan, atau tumbuhan. </p>
<p>Makna terbaik bukan hanya dalam aspek jabatan, harta, ilmu, atau rupa fisik. Lebih dari itu, terbaik juga berarti tindakan yang bermanfaat seluas-luasnya bagi banyak orang. Terbaik juga berarti seberapa jauh kita mampu meneladani sifat Sang Pencipta Yang Maha Sempurna. Pada gilirannya, memperoleh predikat terbaik berarti memperoleh hadiah kebahagiaan di dunia dan akhirat yang diberikan oleh Sang Pemilik semesta.  </p>
<p>Ujian hidup bukanlah bentuk kekejaman dari Sang Pencipta. Sebagaimana ujian sekolah bukanlah bentuk hukuman sewenang-wenang dari sang guru untuk murid-muridnya. Diadakan ujian, karena memang sebelumnya sudah ada pelajaran yang telah diberikan oleh sang guru. Begitu pula ujian hidup. Sang Pemilik hidup sudah membekali manusia dengan akal, hati nurani, kitab suci, dan wejangan para Nabi-Nya. Jika bekal itu sudah diberikan, maka pada saatnya ujian itu akan datang.</p>
<p>Setiap ujian tentu tidak mudah. Kalau semua ujian pasti bisa dijawab, tak perlu ada ujian. Kalau tak ada ujian, nyaris tak ada bedanya orang yang tekun belajar dengan orang yang pemalas. Kalau tak ada ujian, tak diketahui siapa yang terbaik. Jika tak diketahui siapa yang terbaik, tak akan ada bedanya antara koruptor dengan maling ayam; tak akan ada bedanya antara orang yang taat dengan orang yang khianat. </p>
<p>Pengkhianatan, penyelewengan, atau perselingkuhan memang sering tampak indah dan menyenangkan di awalnya. Namun saat dijalani, perbuatan itu justru merupakan jebakan malapetaka yang berbahaya. Saat seorang pejabat melakukan penyelewengan, dan ia mencicipi harta kekayaan dari hasil korupsi, mungkin yang terlintas di hatinya adalah betapa enaknya banyak duit. Padahal jika direnungkan lebih dalam, harta hasil korupsi tidaklah membuatnya bahagia, namun justru membuatnya gelisah. Sang koruptor terus-terusan dihantui oleh ancaman aparat hukum dan dosa. </p>
<p>Begitu pula saat seorang lelaki memiliki wanita idaman lain (WIL), yang terbayang mungkin betapa indahnya berselingkuh ria. Sang WIL terlihat begitu cantik dan menggoda di matanya. Padahal saat direnungkan lebih dalam, istri di rumah yang selama ini mendampingi dalam suka maupun duka, justru mungkin jauh lebih baik daripada WIL. Acap kali wanita penggoda nan genit yang menjadi WIL itu justru hanya ingin mengeruk harta sang lelaki. Mereka biasanya merendahkan arti kesetiaan. Saat sang lelaki tak lagi berharta, sang WIL pun dengan mudahnya berpindah ke lelaki lain.   </p>
<p>Itulah jebakan dan ujian hidup. Ada keindahan dan kenikmatan semu yang ditawarkan. Namun saat pengkhianatan itu dijalani sekian lama, akhirnya semakin terlihat betapa banyak resiko yang harus dipertaruhkan. Harga diri, keimanan, jabatan, karier, keharmonisan keluarga, dan lain-lain, akan hancur lebur saat penyelewengan itu terbongkar.  </p>
<p>Di sisi lain, memang tak ada manusia yang sempurna. Setiap orang bisa saja tergelincir dalam sebuah kesalahan. Setiap orang bisa saja menjadi tertutup mata hatinya sehingga sebuah keburukan seolah terlihat sebagai kebaikan. Namun, orang yang arif akan segera menyadari kesalahannya, sehingga bisa kembali ke jalan yang semestinya ia tapaki. Bukankah Sang Pemilik semesta juga Maha Pemaaf bagi para hamba-Nya yang berkubang dosa?    </p>
Posted in Refleksi, Sosial Budaya Tagged: Antasari Azhar, korupsi, KPK, perempuan genit, selingkuh, tujuan hidup, ujian hidup, wanita penggoda, WIL <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/848/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=848&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/10/04/ujian-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profil Noordin M. Top, Sang Gembong Teroris</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/19/profil-noordin-m-top-sang-gembong-teroris/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/19/profil-noordin-m-top-sang-gembong-teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 08:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[bom bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaah Islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Johor]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[noordin m. top]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Luqmanul Hakim]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[UTM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[Noordin bin Mohammad Top terlahir di Kluang, Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968. Ia tewas tertembak oleh Tim Densus 88 pada Kamis pagi lalu, 17 September 2009 dalam usia 41 tahun. Setelah tewas, diketahui kondisi kepalanya bagian belakang hancur. Dikenal sebagai orang yang suka berganti-ganti penampilan, saat tewas pun Noordin berganti penampilan dengan wajah yang berjambang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=845&subd=racheedus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/09/noordintop-fbi.jpg?w=112&#038;h=150" alt="NoordinTop-FBI" title="NoordinTop-FBI" width="112" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-846" />Noordin bin Mohammad Top terlahir di Kluang, Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968. Ia tewas tertembak oleh Tim Densus 88 pada Kamis pagi lalu, 17 September 2009 dalam usia 41 tahun. Setelah tewas, diketahui kondisi kepalanya bagian belakang hancur. Dikenal sebagai orang yang suka berganti-ganti penampilan, saat tewas pun Noordin berganti penampilan dengan wajah yang berjambang lebat.  </p>
<p>Sebagai seorang tokoh dalam jaringan teroris dan masuk dalam daftar teroris paling dicari oleh FBI, tentu saja Noordin bukan orang sembarangan. Ia mengenyam kuliah akuntansi di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), sebuah universitas bonafide di negeri jiran itu. UTM juga dikenal sebagai salah satu universitas tertua di negeri itu yang fokus di bidang <em>enginering</em> dan <em>technology</em>. <span id="more-845"></span>  </p>
<p><strong>Pintar Mengajar </strong><br />
Menurut Abu Wildan, seorang yang juga pernah sama-sama mengajar di Pesantren Luqmanul Hakim,  Noordin M. Top  adalah orang yang biasa. Ia orang yang sederhana, suka berbicara apa adanya tanpa berlebihan, dan pemberani. Ia juga orang yang rendah hati (tawadlu), dan konsisten dalam bersikap (istiqamah).   </p>
<p>Bersama Dr. Azhari Husin yang juga pernah menjadi dosen di UTM, Noordin tertarik dengan Islam garis keras. Keduanya semakin mendalami pemahaman Islam saat mereka ikut menimba ilmu dan mengajar di Pesantren Luqmanul Hakim. Pesantren tersebut didirikan oleh ulama dari Indonesia, almarhum Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir. Di sana pula, para teroris bom Bali I, yaitu Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron, pernah menimba ilmu dan mengajarkan ilmu mereka. </p>
<p>Saat rezim Orde Baru berkuasa, Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir dikenal merupakan tokoh Islam yang vokal menentang Pancasila sebagai asas tunggal. Tak pelak, keduanya akhirnya menjadi target untuk ditangkap oleh pemerintahan Soeharto saat itu. Sebelum benar-benar ditangkap, keduanya lantas melarikan diri ke Malaysia. </p>
<p>Di pesantren itulah, Noordin berguru kepada Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir. Pada gilirannya, ia pun ikut mengajar bahkan sempat menjadi kepala madrasah. Namun pesantren itu lantas dibubarkan oleh pihak berwajib Malaysia pada tahun 2001. Pembubaran terjadi saat operasi pemberantasan terorisme digencarkan pemerintahan Malaysia menyusul serangan terhadap World Trade Center (WTC) New York pada (11/09/2001).</p>
<p><strong>Pintar Menyebar Teror</strong><br />
Menurut Abu Wildan, Noordin memilih “perjuangan” dengan menyebar teror itu karena mengikuti fatwa Syekh Usamah bin Ladin, pucuk pimpinan jamaah al-Qaidah,  yang menyerukan untuk memerangi orang Amerika di manapun berada. Dari interaksi dengan Hambali pula, Noordin tampaknya betul-betul memahami betapa pentingnya perlawanan keras terhadap orang-orang Amerika karena dianggap sebagai pihak yang menindas orang-orang Islam di berbagai negara, seperti Irak dan Afghanistan. </p>
<p>Keterlibatan Noordin dalam aksi terorisme di Indonesia dimulai sejak penghujung 2001 saat ia terusir dari Malaysia. Ia bergabung dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yang memiliki agenda mendirikan negara Islam yang menguasai seluruh Asia Tenggara. Kelompok ini merupakan organisasi yang diklasifikasikan oleh PBB sebagai organisasi teroris. Jamaah Islamiyah juga menginduk kepada organisasi teror lain yang lebih mengglobal, yaitu al-Qaidah (Al-Qaeda), pimpinan Usamah bin Ladin (Osama bin Laden). Pada tahun 2003 Noordin memisahkan diri dari induk organisasi dan menyatakan diri sebagai Qa&#8217;id (pemimpin) Tandzim (cabang) Al-Qaeda untuk Asia Tenggara.</p>
<p>Dari berbagai aksi terorisme yang terjadi di Indoensia, paling tidak ada empat kasus yang dipercaya melibatkan Noordin sebagai orang bertanggung jawab di belakangnya. Keempat aksi teror bom bunuh diri itu adalah Bom JW Marriott pada tahun 2003, Bom Kedutaan Besar Australia pada tahun 2004, tiga restoran padat warga asing di Denpasar, Bali, pada tahun 2005, serta Bom Mega Kuningan pada tahun 2009. Dari keempat aksi terorisme tersebut, lebih 200 nyawa manusia melayang, baik warga negara Indonesia maupun orang asing. </p>
<p><strong>Pintar Merekrut Orang</strong><br />
Jika Dr. Azhari dikenal sebagai ahli perakit bom, Noordin dikenal sebagai orang yang dikenal piawai merekrut calon pelaku bom bunuh diri. Ia mampu meyakinkan orang untuk rela mengorban nyawa demi jihad yang diyakininya. Dalam bahasa lain, ia memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan cuci otak (brain washing) terhadap para calon pelaku bom bunuh diri. Kemampuan ini konon sudah diwariskan oleh Noordin ke salah satu pengikut, Saifuddin Zuhri bin Jaelani Irsyad. </p>
<p>Terkait dengan cuci otak itu, istilah untuk para pelaku bom bunuh diri itu adalah pengantin. Hal ini merujuk kepada pemahaman bahwa orang yang melakukan tindakan jihad lantas mati syahid, maka ia langsung masuk surga dan menikah dengan para bidadari nan cantik jelita. Tentu saja pemahaman ini begitu memukau bagi sebagian orang yang mudah dirayu.   </p>
<p><strong>Pintar Meloloskan Diri</strong><br />
Noordin memang lihai berkelit dan berkali-kali lolos dari pernyergapan Densus 88. Di samping itu, keberhasilannya meloloskan diri juga karena ia juga dilindungi oleh jaringan yang menganut sistem sel terpisah. Karena itu pula, informasi tentang keberadaannya sulit diendus oleh aparat keamanan. Saking sulitnya menangkap Noordin, Polri pernah menghargai kepalanya sebesar 1 miliar bagi siapa yang berhasil menangkapnya.  </p>
<p>Dalam beberapa penyergapan, Noordin selalu berhasil melarikan diri. Dia pernah lolos dalam penyergapan Bandung 2003. Saat itu, Noordin sempat lari dari plafon atas rumah kontrakannya. Saat penggerebekan Azahari Husein 9 November 2005 di Malang, Noordin juga berhasil meloloskan diri.</p>
<p>Pada April 2006, Noordin juga diketahui petugas berada di sebuah tempat di Wonosobo. Lagi-lagi, ia berhasil melarikan diri saat petugas mendatangi tempat tersebut. Pada Juli 2008, aparat juga tidak berhasil menyergapnya saat berada di Palembang. Awal Juli 2009, polisi mengendus keberadaan Noordin Mohammad Top. Noordin di daerah Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. Namun saat Densus 88 berusaha menyergap, Noordin M. Top sudah menghilang. Pada Agustus 2009, aparat juga tidak berhasil menangkap Noordin M. Top saat berada di Perumahan Jatiasih Bekasi. Meski demikian, dua kaki tangannya tertembak mati, yaitu Air Setiawan dan Eko Sujono alias Gepeng.  </p>
<p>Kemampuan Noordin meloloskan diri tampaknya juga hasil latihan militer yang pernah ia ikuti di Mindanao, Filipina. Di sana, ia juga mengikuti latihan merakit bom. Namun tampaknya, kemampuannya yang terakhir ini tidaklah seberapa dengan kemampuan yang dimiliki Dr. Azhari. Karena memiliki kemampuan itulah, ia pun juga menjadi instruktur militer bagi para calon “penganten” yang akan diterjunkan dalam aksi bom bunuh diri di Indonesia . </p>
<p><strong>Pintar Mencari Istri </strong><br />
Noordin menjalani kurun waktu sekitar 9 tahun dalam pelarian dan diburu terus-menerus oleh pihak keamanan, sejak berada di Malaysia hingga di Indonesia. Namun, pintarnya, dalam pelarian itu, Noordin justru berkali-kali berhasil menikah dengan beberapa orang perempuan dan memiliki beberapa orang anak.  </p>
<p>Saat berada di Malaysia dan tinggal di kompleks Pesantren Luqmanul Hakim, ia menikah dengan Siti Rahmah. Perempuan itu adalah adik dari Muhammad Rais, kolega Noordin sesama pengajar di pesantren Luqmanul Hakim. Namun ketika pesantren itu ditutup oleh pihak berwajib Malaysia karena ditengarai sebagai sarang teroris, Noordin dan sang istri melarikan diri ke Rokan Hilir, Riau. Kini, Siti Rahmah sudah kembali ke Malaysia. Ia tetap tinggal di kompleks Pesantren Luqmanul Hakim bersama orang tuanya, Rusdi Hamid, dan seorang anaknya hasil pernikahan dengan Noordin. </p>
<p>Noordin juga sempat menikahi Munfiatun, perempuan asal Jepara pada Mei 2004. Pernikahan itu dilaksanakan di Kapas Madya, Surabaya. Pernikahan Noordin dengan Munfiatun ini bahkan sempat tercatat di KUA setempat. Munfiatun dikenal Noordin saat keduanya bertemu di Malang. Istri Noordin itu merupakan sarjana pertanian yang juga fasih berbahasa Arab. Sebagai istri dari sang buron teroris, Munfiatun sempat menjalani hukuman penjara tiga tahun karena tuduhan ikut menyembunyikan teroris. </p>
<p>Kemudian, dalam pelarian di Cilacap, Noordin juga sempat menikahi Arina Rahman, pada September 2005. Arina sendiri merupakan putri dari Badruddin Latif alias Baridin, pengasuh Pesantren Putri al-Muaddib, Cilacap. Baridin, seorang pengikut Noordin yang kini jadi buron. Dari pernikahan dengan Arina, Noordin memiliki dua orang anak, yaitu Haula (2,5) dan Daud (1). </p>
<p>Kini, kita tidak tahu, apakah Noordin juga pintar berkelit di pengadilan Tuhan untuk mempertanggungjawabkan aksi “jihad”-nya yang menelan banyak korban tak berdosa. </p>
Posted in Berita, Tokoh Tagged: bom bunuh diri, Densus 88, Jamaah Islamiyah, jihad, Johor, Malaysia, noordin m. top, Pesantren Luqmanul Hakim, teror, terorisme, UTM <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/845/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/845/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/845/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&blog=6107893&post=845&subd=racheedus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2009/09/19/profil-noordin-m-top-sang-gembong-teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2009/09/noordintop-fbi.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">NoordinTop-FBI</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>