<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Memaknai Hidup</title>
	<atom:link href="http://racheedus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://racheedus.wordpress.com</link>
	<description>Hidup ini indah jika kita bisa memaknainya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 09:31:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='racheedus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Belajar Memaknai Hidup</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://racheedus.wordpress.com/osd.xml" title="Belajar Memaknai Hidup" />
	<atom:link rel='hub' href='http://racheedus.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Korban Kejahatan</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2011/10/28/korban-kejahatan/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2011/10/28/korban-kejahatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 16:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Muammar Khaddafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini berita kematian Muammar Khaddafi banyak menghiasi media massa. Mantan pemimpin Libya yang telah berkuasa selama 42 tahun itu akhirnya meregang nyawa secara tragis. Ia ditangkap beramai-ramai, digebuki, lantas ditembak mati dari jarak dekat oleh rakyatnya sendiri yang murka. Kasus tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak peristiwa kejahatan yang terjadi di muka bumi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1166&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/police-line-ilustrasi-_110615083104-314.jpg"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/10/police-line-ilustrasi-_110615083104-314.jpg?w=150&#038;h=108" alt="" title="police-line-ilustrasi-_110615083104-314" width="150" height="108" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1170" /></a>Akhir-akhir ini berita kematian Muammar Khaddafi banyak menghiasi media massa. Mantan pemimpin Libya yang telah berkuasa selama 42 tahun itu akhirnya meregang nyawa secara tragis. Ia ditangkap beramai-ramai, digebuki, lantas ditembak mati dari jarak dekat oleh rakyatnya sendiri yang murka. </p>
<p>Kasus tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak peristiwa kejahatan yang terjadi di muka bumi ini. Banyak orang yang mati terbunuh. Tapi kematian tersebut ditanggapi dengan sikap berbeda-beda oleh orang yang  hidup. Ada yang justru diberi penghormatan dan disambut dengan duka cita yang mendalam oleh orang-orang yang hidup. Ada pula yang justru sebaliknya, disambut dengan riang gembira dan rasa syukur. </p>
<p>Kehidupan memang perjalanan panjang menuju kematian. Dalam perjalanan itulah, orang bisa memilih bagaimana ia bersikap dan mengatur tingkah lakunya. Orang yang terbiasa tidak mengindahkan aturan dan hukum dalam bertindak, ia berarti berani mengambil resiko atas keselamatan hidupnya. Hal itu karena aturan, hukum, dan etika sebenarnya diciptakan demi keselamatan hidup manusia dan lingkungannya. <span id="more-1166"></span></p>
<p>Dengan akal pikirannya,  manusia merupakan makhluk yang memiliki kebebasan untuk memilih. Orang yang terbiasa bergaul dengan teman-teman yang terbiasa melanggar aturan, lambat laun ia pun menganggap tindakan melanggar aturan adalah sesuatu yang biasa. Tanpa disadari, ia pun dengan enteng ikut melanggar aturan. Adalah sesuatu yang tidak aneh, jika suatu saat ia justru jadi korban dari kejahatan teman-temannya yang terbiasa melanggar aturan itu. </p>
<p>Orang yang terbiasa tidak mengindahkan aturan, menafikan arti kesetiaan, selalu mencari kesenangan sesaat, akan merasa senasib seperjuangan dengan para penjahat. Perempuan yang bercerai karena melakukan perselingkuhan, ia akan mudah bertemu dengan lelaki hidung belang yang tak menjadikan kesetiaan sebagai prinsip hidupnya. Akhirnya, tak aneh jika saat sang perempuan hamil lantas meminta pertanggungjawaban kepada si lelaki hidung belang, si perempuan justru dibunuh.</p>
<p>Sebagaimana orang yang terbiasa berada di lingkungan air, tidak aneh jika ia kecipratan air atau bahkan jadi basah kuyup. Orang yang terbiasa berada di lingkungan api, adalah wajar jika suatu saat ia tersambar api atau bahkan hangus terbakar. Demikianlah hidup. Manusia memiliki kebebasan untuk memilih di lingkungan mana ia hidup. </p>
<p>Tentu adalah hal yang berbeda jika dikaitkan dengan persoalan tugas dan kewajiban. Polisi yang memiliki tugas untuk memberantas kejahatan tentu terbiasa menghadapi para penjahat yang biasa melanggar aturan dan hukum. Jika suatu saat sang polisi tewas terbunuh di tangan penjahat ketika melaksanakan tugas, kematiannya menjadi suatu kehormatan. Tapi jika bukan karena tugas, seorang bergaul dengan penjahat, lantas ia mati dibunuh oleh sang penjahat, maka kematiannya bisa menjadi bahan cibiran. </p>
<p>Mereka yang begitu mendewakan kebebasan sering kali menganggap aturan, hukum, etika sebagai hal-hal yang mengungkung kebebasan mereka. Aturan, hukum, etika, dan agama tidak menjadi sumber rujukan mereka dalam menentukan tindakan dan perilaku. Jika suatu saat, ia memperoleh sanksi dari masyarakat karena sikapnya yang melanggar aturan itu, maka hal itu adalah wajar adanya. Namun sering kali orang tidak konsisten dengan sikapnya yang melanggar aturan. Ia protes jika suatu saat dihukum oleh masyarakat dengan dikucilkan, dicap amoral, dijebloskan ke penjara, dan lain-lain. </p>
<p>Jika seseorang tak ingin menjadi korban kejahatan, adalah logis agar ia tak mendekati lingkungan yang banyak terjadi kejahatan dan tak bergaul orang-orang yang terbiasa melakukan kejahatan. Jika seseorang ingin hidupnya selamat, maka sudah semestinya ia melakukan hal-hal yang bisa menyelamatkan hidupnya.  Jika tak ingin dicap sebagai penjahat, maka sudah semestinya orang menghindari perbuatan jahat, dan melakukan perbuatan sebaliknya, yaitu kebaikan. </p>
<p>Terkadang sekuat apapun orang berusaha menghindari kejahatan, ia bisa saja menjadi korban kejahatan. Perempuan yang sudah merasa aman di rumah, bisa saja ia diperkosa oleh perampok yang menyatroni rumahnya. Pada titik inilah, manusia dihadapkan pada kekuasaan Tuhan, Sang Juru Selamat. Setiap saat orang mestinya memasrahkan hidupnya kepada Sang Pemilik Hidup seusai ia berupaya secara lahiriah untuk menyelamatkan dirinya. </p>
<p>Namun hal itu tidak lantas membuat orang menjadi pengecut menghadapi hidup. Ketika seseorang melakukan kebaikan yang luhur dan bermanfaat bagi banyak orang, adalah tak terhindarkan jika kemudian ia justru menjadi musuh bagi orang-orang yang terbiasa berbuat kejahatan. Para pimpinan KPK di negeri ini tentu mengalami hal tersebut. Betapa mereka justru menjadi musuh para koruptor. </p>
<p>Orang yang berani melakukan kebaikan yang luhur dan bermanfaat bagi banyak orang seperti itu, suatu saat ia bisa saja menjadi korban pembunuhan oleh kekuatan jahat yang merasa dirugikan oleh kebaikannya. Namun, pada saat itulah, kematiannya justru menjadi kehormatan baginya. Keberaniannya menghadapi resiko justru mengharumkan namanya di hadapan masyarakat. </p>
<br />Filed under: <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/refleksi/'>Refleksi</a> Tagged: <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/kejahatan/'>kejahatan</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/korupsi/'>korupsi</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/koruptor/'>koruptor</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/kpk/'>KPK</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/kriminalitas/'>kriminalitas</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/muammar-khaddafi/'>Muammar Khaddafi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/racheedus.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/racheedus.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/racheedus.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/racheedus.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/1166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1166&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2011/10/28/korban-kejahatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/10/police-line-ilustrasi-_110615083104-314.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">police-line-ilustrasi-_110615083104-314</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“PKS, MUSUH GUE,” kata anti koruptor</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2011/10/14/%e2%80%9cpks-musuh-gue%e2%80%9d-kata-anti-koruptor/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2011/10/14/%e2%80%9cpks-musuh-gue%e2%80%9d-kata-anti-koruptor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 00:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfudz Siddiq]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=1163</guid>
		<description><![CDATA[Saya masih ingat sekali, ada baliho besar yang ada di pinggir jalan di daerahku. Saat itu musim kampanye legislatif 2009. Di baliho, terdapat tulisan besar: “PKS MUSUH GUE,” kata koruptor. Di bawahnya, terdapat foto Mahfudz Siddiq yang saat itu mencalon diri kembali sebagai anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kini Mahfuz sudah terpilih sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1163&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/10/pks-musuh-gue.jpg"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/10/pks-musuh-gue.jpg?w=468" alt="" title="pks musuh gue"   class="alignleft size-full wp-image-1164" /></a>Saya masih ingat sekali, ada baliho besar yang ada di pinggir jalan di daerahku. Saat itu musim kampanye legislatif 2009. Di baliho, terdapat tulisan besar: “PKS MUSUH GUE,” kata koruptor. Di bawahnya, terdapat foto Mahfudz Siddiq yang saat itu mencalon diri kembali sebagai anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kini Mahfuz sudah terpilih sebagai anggota DPR, dan terus terang, saya termasuk orang yang memilih beliau saat itu. <span id="more-1163"></span></p>
<p>Tapi kini saya juga merasa dikhianati. Saya menyangka, jargon yang terpasang di baliho itu menunjukkan bahwa Mahfudz seorang yang betul-betul siap berperang dengan koruptor. Tapi apa lacur? Beliau justru membela pandangan koleganya, Fahri Hamzah, yang menginginkan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi. “Komisi III termasuk Fahri Hamzah sebagai unsur pimpinannya punya kewajiban konstitusional untuk perankan fungsi kontrol dan sikap kritis terhadap KPK,&#8221; bela Mahfudz.</p>
<p>Keinginan Fahri itu bukanlah terlontar karena salah omong yang kemudian diralat kembali. Dengan tegas ia menyatakan hal itu berkali-kali di media televisi saat acara talkshow sebuah stasiun televisi. Bahkan, ia mengulangi kembali keinginan itu di forum resmi saat rapat konsultasi DPR dengan KPK, Kapolri, dan Kejaksaan Agung. &#8220;Lebih baik KPK dibubarkan, karena saya tidak percaya institusi superbody dalam demokrasi. Tidak boleh ada institusi superbody dalam demokrasi,&#8221; kata mantan Ketua KAMMI dengan tegas.</p>
<p>Sikap Mahfudz dan Fahri Hamzah tersebut tak urung mencoreng citra PKS yang selama ini digembor-gemborkan sebagai partai yang bersih dan anti korupsi. Apalagi setelah ada anggota PKS yang tersangkut soal pidana atau etika. PKS pun terancam ditinggalkan para pemilihnya. Untuk mengingatkan kembali, Misbakhun, salah satu anggota DPR dari PKS sempat meringkuk penjara karena kasus pemalsuan dokumen. Ada juga Arifinto yang tertangkap basah sedang membuka video porno saat sidang DPR. Anehnya, kedua orang itu justru masih dibela oleh PKS. Keduanya masih menduduki jabatan sebagai anggota DPR. </p>
<p>PKS kini adalah tak ubahnya dengan partai lain. Jargon-jargon manis yang bertaburan saat kampanye dulu, kini hanya tinggal kenangan sejarah. Layaknya kereta api kelas ekonomi yang memuat banyak penumpang, kini PKS sudah tidak bisa mengontrol lagi para kadernya. Dulu ketika masih partai “kecil”, PKS seperti kereta api eksekutif. Kadernya masih sedikit dan jauh dari berita korupsi dan asusila. Yah, sudahlah. Saya jadi teringat dengan lagu Ayu Tingting, Alamat Palsu. Kalau Ayu Tingting tertipu dengan alamat palsu, saya tertipu dengan partai palsu. </p>
<br />Filed under: <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/politik/'>Politik</a> Tagged: <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/dpr/'>DPR</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/fahri-hamzah/'>Fahri Hamzah</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/kampanye/'>kampanye</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/korupsi/'>korupsi</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/kpk/'>KPK</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/mahfudz-siddiq/'>Mahfudz Siddiq</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/pemilu/'>pemilu</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/pks/'>PKS</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/racheedus.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/racheedus.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/racheedus.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/racheedus.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/1163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1163&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2011/10/14/%e2%80%9cpks-musuh-gue%e2%80%9d-kata-anti-koruptor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/10/pks-musuh-gue.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pks musuh gue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan yang Abai Aspek Afektif</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2011/08/29/pendidikan-yang-abai-aspek-afektif/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2011/08/29/pendidikan-yang-abai-aspek-afektif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 16:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[afeksi]]></category>
		<category><![CDATA[Bloom]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/2011/08/29/pendidikan-yang-abai-aspek-afektif/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu silam, beberapa 4 siswa sebuah SMA di Kepulauan Riau dikeluarkan dari sekolah. Hal itu terjadi karena mereka melakukan penghinaan terhadap guru mereka secara terbuka di situs jejaring sosial facebook. Selain &#8220;kenakalan&#8221; anak sekolah seperti itu, kita juga sering disuguhkan dengan berita tawuran antar anak sekolah, bahkan tawaran sesama mahasiswa. Kedua hal itu hanyalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1156&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu silam, beberapa 4 siswa sebuah SMA di Kepulauan Riau dikeluarkan dari sekolah. Hal itu terjadi karena mereka melakukan penghinaan terhadap guru mereka secara terbuka di situs jejaring sosial <em>facebook. </em>Selain &#8220;kenakalan&#8221; anak sekolah seperti itu, kita juga sering disuguhkan dengan berita tawuran antar anak sekolah, bahkan tawaran sesama mahasiswa. Kedua hal itu hanyalah sekelumit dari potret kenakalan remaja usia sekolah yang banyak terjadi di negeri ini.
</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Taksonomi Bloom<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu penyebab munculnya kenakalan-kenakalan tersebut adalah belum berjalannya proses pendidikan secara sinergis dalam menggarap tiga aspek penting pendidikan, yaitu afektif, psikomotor, dan kognitif. Ketiga aspek itu dikenal dengan istilah taksonomi Bloom. Istilah tersebut diperkenalkan pada tahun 1956 oleh Benjamin S. Bloom, seorang praktisi pendidikan Amerika Serikat dalam buku berjudul <em>The Taxonomy of Educational Objectives, The Classification of Educational Goals, Handbook I: Cognitive Domain. </em>Dalam buku tersebut, Bloom beserta beberapa koleganya, menguraikan tentang klasifikasi obyek pembelajaran yang kelak dikenal dengan istilah taksonomi Bloom <em>(Bloom&#8217;s Taxonomy). <span id="more-1156"></span>  </em>
	</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut taksonomi Bloom, pendidikan yang baik mestinya menyentuh tiga obyek fundamental dan esensial, yaitu afektif, psikomotor, dan kognitif dalam diri peserta didik. <em>Afektif</em> merujuk kepada cara peserta didik untuk bereaksi secara emosional dan kemampuan untuk ikut merasakan kebahagiaan atau kesedihan orang lain. <em>Psikomotor</em> merujuk kepada <span style="background-color:white;">kemampuan secara fisik untuk memanfaatkan alat atau instrumen seperti tangan atau palu. Sedangkan <em>kognitif</em> adalah kemampuan yang menyangkut pengetahuan, pemahaman, dan pemikiran kritis dari suatu topik tertentu</span>
	</p>
<p style="text-align:justify;">Selama ini pendidikan kita lebih menekankan pada aspek kognitif saja. Anak sering kali hanya dinilai dari keberhasilannya dalam meraih angka terbaik. Mereka tidak dinilai dari prestasinya untuk tetap menjunjung tinggi kebaikan hidup yang terinternalisasi dalam diri mereka.  Tak ayal, banyak anak yang pintar, tapi secara moral mereka dekaden. Akhirnya, kasus-kasus seperti di atas pun dengan mudah bisa terjadi.
</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, adalah tidak arif pula jika kita hanya menyalahkan pihak siswa saja. Kita juga berkali-kali mendengar berita tentang oknum guru yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak pantas, seperti pencabulan, kekerasan fisik, dan lain-lain. Hal itu bagaimana pun merupakan preseden buruk bagi para murid-murid. Apatah murid akan menjadi memiliki akhlak mulia jika gurunya saja melakukan tindakan-tindakan amoral.
</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tataran legal formal, pendidikan seharusnya melahirkan para peserta didik yang memiliki akhlak mulia. Dengan kata lain, aspek afektif merupakan aspek yang mestinya perlu diprioritaskan. Hal ini, sesuai dengan amanat Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (1) yang menyebutkan bahwa &#8220;pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, <strong>akhlak mulia</strong>, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Pasal 3, juga disebutkan bahwa fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan tujuan pendidikan adalah agar peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
</p>
<p style="text-align:justify;">Meski sudah ada amanat undang-undang tersebut, pelaksanaan sistem pendidikan nasional kita masih jauh panggang dari api. Hal ini terbukti dengan masih terjadinya banyak kasus seperti yang diungkapkan di awal tulisan. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam mengawasi jalannya sistem pendidikan nasional kita agar berjalan sesuai dengan amanat undang-undang.
</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pendidikan Nilai di Keluarga<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan tidak hanya diperoleh di bangku sekolah formal saja. Sekolah hanyalah salah satu tempat anak untuk membangun tata nilai dalam dirinya. Tempat yang paling penting dan utama adalah keluarga. Jika anak terlahir dari keluarga yang utuh, dan mendapatkan pelajaran tata nilai moral yang baik dari lingkungan keluarganya, maka kemungkinan besar ia akan memiliki bekal moral yang cukup saat masuk ke dalam lingkungan sekolah. Namun jika sebaliknya, ia pun bisa menjadi anak &#8220;nakal&#8221; yang bisa melakukan tindakan-tindakan liar, bahkan melanggar hukum.
</p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan di dalam keluarga sejalan dengan konsep Islam yang menganjurkan untuk belajar sepanjang hidup (<em>long life education).</em> Kegiatan belajar dimulai sejak dari ayunan hingga ke liang lahad, seperti banyak dilansir dalam ucapan ulama-ulama salaf: &#8220;Tuntutlah ilmu sejak dari ayunan hingga liang lahad.&#8221; Sejak dalam kandungan, anak sudah diajarkan nilai-nilai spiritual dengan diperdengarkan ayat-ayat Alquran, shalawat, dan doa-doa. Menjelang ajal pun, orang Islam pun tetap dituntun untuk mengucapkan kalimat syahadat<em>.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan dan penanaman nilai yang dilakukan sejak dini di lingkungan keluarga tersebut sejalan dengan perintah Alquran untuk <em>menjaga diri dan keluarga dari api neraka (QS. At-Tahrim: 6)</em>. Perintah itu bisa dipahami pula bahwa salah satu upaya menjaga diri dan keluarga dari api neraka adalah melalui pendidikan dan pengajaran. Anak dibekali nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia. Dengan demikian, diharapkan bisa berhasil menjalani hidupnya dan terhindar dari perbuatan-perbuatan nista yang bisa mengakibatkannya mendapat siksa api neraka. <em>Wallahu a&#8217;lam bishawab.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<br />Filed under: <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/sosial-budaya/'>Sosial Budaya</a> Tagged: <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/afeksi/'>afeksi</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/bloom/'>Bloom</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/facebook/'>facebook</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/1156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/1156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/racheedus.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/racheedus.wordpress.com/1156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/racheedus.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/racheedus.wordpress.com/1156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/1156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/1156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/1156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1156&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2011/08/29/pendidikan-yang-abai-aspek-afektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan Setan Pun Enggan Disalahkan</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2011/08/21/dan-setan-pun-enggan-disalahkan/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2011/08/21/dan-setan-pun-enggan-disalahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2011 18:32:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[fitrah manusia]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi Sesmenpora]]></category>
		<category><![CDATA[Nazaruddin]]></category>
		<category><![CDATA[pelarian]]></category>
		<category><![CDATA[peradilan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[peradilan Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=1151</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya manusia memang diciptakan oleh Tuhan dengan fitrah mencintai kebenaran dan membenci kejahatan. Karena itulah, saat manusia terpojok dan terancam mendapatkan hukuman karena kejahatan yang ia lakukan, ia bisa dengan mudahnya menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam. Dengan demikian, manusia berharap ia tetap dianggap sebagai orang yang baik. Al-Quran (QS. Ibrahim: 21-22) memberikan ilustrasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1151&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada dasarnya manusia memang diciptakan oleh Tuhan dengan fitrah mencintai kebenaran dan membenci kejahatan. Karena itulah, saat manusia terpojok dan terancam mendapatkan hukuman karena kejahatan yang ia lakukan, ia bisa dengan mudahnya menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam. Dengan demikian, manusia berharap ia tetap dianggap sebagai orang yang baik.</p>
<p>Al-Quran (QS. Ibrahim: 21-22) memberikan ilustrasi yang begitu indah tentang tingkah polah manusia seperti itu saat di alam akhirat. Ketika manusia memasuki alam akhirat, mereka pun dikumpulkan untuk diadili oleh Tuhan Yang Maha Adil. Semua bukti-bukti perbuatan manusia saat di dunia dibeberkan. Baik dan buruk, semuanya dibeberkan dengan transparan. Tak ada bukti yang disembunyikan dan tak ada yang terlewatkan. <span id="more-1151"></span> </p>
<p>Meski semua bukti sudah dibeberkan dengan sangat gamblang dan telak, tetap saja manusia enggan disalahkan. Kalaupun manusia mengakui kesalahannya, ia enggan disalahkan sendirian. Ia menyeret-nyeret orang lain. “Aku kan mengikuti perintah dan petunjuk atasanku,” dalihnya. “Tolong dong bagaimana caranya agar saya bisa diselamatkan.”</p>
<p>Sang atasan juga ternyata tak mau disalahkan. “Gimana saya bisa menyelamatkan kalian, saya sendiri juga nggak tahu bagaimana caranya agar bisa selamat?!” demikian sanggah sang atasan. “Sudahlah! Mau protes macem-macem atau diam dengan sabar, sama saja buat kita. Toh, kita sudah tak punya tempat untuk melarikan lagi” </p>
<p>Bahkan ketika vonis Tuhan sudah dijatuhkan, dan manusia harus menjalani sanksi hukuman di neraka, ia masih berupaya menyalahkan pihak lain.  “Kesalahan ini gara-gara setan! Dasar setan terkutuk!” umpat si manusia. “Hei, setan, gimana tanggung jawab kamu?! Ayo selamatin aku, dong! Kan aku dulu mengikuti kamu.”</p>
<p>“Enak saja!” protes setan dengan sengit. “Jangan memaki-maki, dong! Jangan menyalahkan aku. Salahkan diri kamu sendiri. Aku kan hanya mengajak kalian untuk berbuat jahat. Salah sendiri, mengapa kamu mau menuruti ajakanku. Terus terang aja, ya. Sebenarnya, aku juga nggak setuju dengan perbuatan jahat yang kalian lakukan. Jadi, kesalahan kalian jadi tanggung jawab kalian sendiri. Aku nggak bisa membantu kalian sedikit pun!” </p>
<p>Demikianlah ilustrasi yang diungkap dalam Kitab Suci-Nya. Seperti itu pula yang terjadi di dunia. Kasus Nazarudin yang sekarang heboh juga bisa dijadikan bahan renungan. Tersangka kasus suap Sesmenpora itu sempat melarikan diri dari. Dalam pelariannya, ia menyeret-nyeret banyak orang, termasuk atasan dan koleganya di Partai Demokrat. Nazar tak mau disalahkan sendirian. </p>
<p>Tapi ketika sudah tertangkap dan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nazar ternyata bungkam. Ia mengaku lupa terhadap tudingan-tudingan yang sudah ia lemparkan ke publik saat dalam pelariannya. Aneh bin ajaib. Seperti orang yang tak pernah mengenyam  pendidikan, ia justru melemparkan tawaran yang aneh: Ia ingin langsung dihukum tanpa proses pengadilan, dan tak kan menyeret-nyeret teman-temannya di Partai Demokrat, asal anak dan istrinya selamat.</p>
<p>Padahal di negara hukum, orang yang tertangkap basah melakukan kejahatan sekalipun, ia tidak boleh langsung dihukum tanpa ada proses pengadilan. Di samping itu, prinsip hukum sudah jelas: setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Seseorang tak bisa menanggung kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Sungguh tidak adil, jika kesalahan seseorang bisa dialihkan tanggung jawabnya kepada orang lain. </p>
<p>Tapi yang jelas, Nazarudin kini sedang menjalani peradilan dunia yang mungkin bisa diintervensi. Kelak, di peradilan Tuhan, Nazar akan menjalani peradilan Tuhan yang tak mungkin bisa diintervensi. Saat itu, ia bisa saja menyalahkan atasan atau teman-temannya di Partai Demokrat. Bahkan ia bisa saja menyalahkan setan atas kejahatan korupsi yang disangkakan dilakukan olehnya. Namun teman, atasan, dan setan pasti juga memprotes dan tak mau disalahkan begitu saja oleh Nazar. </p>
<br />Filed under: <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/agama-islam/'>Agama Islam</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/politik/'>Politik</a> Tagged: <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/fitrah-manusia/'>fitrah manusia</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/korupsi-sesmenpora/'>korupsi Sesmenpora</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/nazaruddin/'>Nazaruddin</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/pelarian/'>pelarian</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/peradilan-manusia/'>peradilan manusia</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/peradilan-tuhan/'>peradilan Tuhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/racheedus.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/racheedus.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/racheedus.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/racheedus.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/1151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1151&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2011/08/21/dan-setan-pun-enggan-disalahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepenggal Cerita Usang TKW</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2011/07/02/sepenggal-cerita-usang-tkw/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2011/07/02/sepenggal-cerita-usang-tkw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 06:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[MTQ]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[Aku telah mengenalnya sekitar 12 tahun silam saat kami sama-sama mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten untuk cabang lomba yang berbeda. Lelaki pendiam dan sederhana itu sebut saja bernama Jamal. Dalam MTQ itu, Jamal pun menyabet juara dua. Sementara aku sendiri tak meraih juara. Wajar sekali kekalahan itu, karena aku memang tak mempersiapkan diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1145&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1147" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://koran.republika.co.id/images/news/2008/10/20081018234958.jpg"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/07/antri-tkw.jpg?w=150&#038;h=129" alt="" title="Antri TKW" width="150" height="129" class="size-thumbnail wp-image-1147" /></a><p class="wp-caption-text">Antri TKW</p></div>Aku telah mengenalnya sekitar 12 tahun silam saat kami sama-sama mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten untuk cabang lomba yang berbeda. Lelaki pendiam dan sederhana itu sebut saja bernama Jamal. Dalam MTQ itu, Jamal pun menyabet juara dua. Sementara aku sendiri tak meraih juara. Wajar sekali kekalahan itu, karena aku memang tak mempersiapkan diri dengan baik. Apalagi saat itu aku baru saja satu minggu menikah. Ehmm. </p>
<p>Usai MTQ itu, aku masih sempat beberapa kali bertemu dengan Jamal dalam beberapa  kegiatan.  Namun beberapa tahun terakhir ini, aku sudah tak pernah bertemu dengan si pendiam itu. Aku sempat mendengar kabar, istrinya berangkat ke Timur Tengah untuk menjadi TKW.  Aku tak habis mengerti mengapa Jamal memperbolehkan sang istri untuk nekat berangkat menjadi TKW. Padahal dengan keberadaannya sebagai seorang ustaz, tentu ia mengerti bahwa perempuan dilarang untuk bepergian jauh dalam jangka waktu lama tanpa ditemani anggota keluarga. <span id="more-1145"></span></p>
<p>Pada MTQ terakhir tingkat kabupaten, saya mendapat kabar, ternyata Jamal sudah tak lagi menjadi peserta. Namun ia sudah naik kelas menjadi dewan hakim. Hal itu bisa kupahami, karena nyaris setiap MTQ tingkat kabupaten yang diikutinya, ia selalu menyabet juara. Namun saat beranjak ke MTQ tingkat provinsi, ia memang selalu kalah. Prestasinya akhirnya mentok di tingkat MTQ Kabupaten.  </p>
<p>Cerita tentang Jamal berubah menjadi balada yang memilukan saat suatu malam aku bertemu dengan seorang teman. Ia bercerita tentang nasib Jamal yang tidak jelas keberadaannya. Sudah beberapa hari ini, Jamal tidak terlihat batang hidupnya di rumah. Seorang anaknya yang masih kecil dan sebuah sepeda motor ia titipkan ke rumah sang mertua. “Hilang”nya Jamal sontak membuat geger orang sekampung. Para santri yang selama ini mengaji Qur’an di rumah Jamal, bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Beberapa orang yang mencoba melacak keberadaan Jamal, tak jua mendapat titik terang. Saat dicari ke beberapa pesantren yang diduga menjadi tempat persembunyiannya, Jamal tak jua ditemukan. </p>
<p>Hilangnya Jamal menyusul kepulangan sang istri ke kampung halaman setelah bertahun-tahun menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Timur Tengah. Tampaknya, kepulangan sang istri itulah yang memicu Jamal menjadi menghilang bak ditelan bumi. Betapa tidak, alih-alih membawa pundi-pundi uang dan kerinduan kepada sang suami, kepulangan sang istri justru membawa luka yang teramat dalam bagi si Jamal. </p>
<p>Sang istri datang bagai orang asing yang sama sekali tak dikenal oleh Jamal dan orang sekampungnya. Perempuan itu berdandan seksi layaknya artis ibukota. Dengan kaos you can see, celana jeans ketat, make up tebal, ia betul-betul membuat Jamal jadi terpana dan nyaris tak percaya. Jilbab yang selama ini melekat di kepalanya, tentu saja sudah tak ada lagi. Tak ayal penampilan sang istri berbanding terbalik dengan penampilan Jamal sehari-hari. Sebagai seorang ustaz yang hafiz Qur’an, memiliki banyak santri, anggota dewan hakim MTQ Kabupaten, Jamal terbiasa sehari-hari berpenampilan santun dengan mengenakan sarung dan kopiah. </p>
<p>Namun yang paling menyakitkan bagi Jamal adalah kedatangan sang istri untuk bercerai dengannya. Sang istri mengaku sudah menikah dengan seorang lelaki dari India yang juga sama-sama menjadi pekerja di Timur Tengah sana. Nasihat sang suami dan keluarga tak digubris oleh sang istri. Ia tak mau kembali kepada dirinya seperti yang dulu. Ia tak bersedia kembali kepada sang suami dan menjalani hidup layaknya seorang istri serta berpenampilan santun seperti sebelum berangkat menjadi TKW di Timur Tengah. </p>
<p>Akhirnya, sang istri pun kembali berangkat menjadi TKW di Timur Tengah, menemui kembali “suami” barunya di sana. Sementara si Jamal tak kuat menahan malu dan amarah. Ia pergi menenangkan diri entah ke mana. Meninggalkan anak kandungnya dan santri-santrinya yang selama ini ia ajari membaca Alquran. Membawa luka yang menganga dalam di palung hatinya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/sosial-budaya/'>Sosial Budaya</a> Tagged: <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/al-quran/'>Al-Qur'an</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/india/'>India</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/mtq/'>MTQ</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/timur-tengah/'>Timur Tengah</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/tkw/'>TKW</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/1145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/1145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/racheedus.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/racheedus.wordpress.com/1145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/racheedus.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/racheedus.wordpress.com/1145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/1145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/1145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/1145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1145&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2011/07/02/sepenggal-cerita-usang-tkw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/07/antri-tkw.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Antri TKW</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Jilbab hanya Akting</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2011/05/17/saat-jilbab-hanya-akting/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2011/05/17/saat-jilbab-hanya-akting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 02:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[nicky astria]]></category>
		<category><![CDATA[okky setiana dewi]]></category>
		<category><![CDATA[rina diana]]></category>
		<category><![CDATA[sctv]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[zaskia mecca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sebagian orang, jilbab adalah simbol kehormatan dan kesucian. Ia menjadi simbol ketundukan seorang hamba kepada Sang Pencipta yang memerintahkannya untuk berjilbab. Jilbab menjadi perisai dirinya dari godaan untuk berbuat sesuatu yang bisa mencederai kehormatan dan kesuciannya. Karena itulah, jilbab tak hanya sekedar busana penutup bagian badan yang tak boleh diekspos untuk publik. Namun bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1136&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/05/sinetron-istiqomah.jpg"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/05/sinetron-istiqomah.jpg?w=106&#038;h=150" alt="" title="Sinetron Istiqomah" width="106" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1139" /></a>Bagi sebagian orang, jilbab adalah simbol kehormatan dan kesucian. Ia menjadi simbol ketundukan seorang hamba kepada Sang Pencipta yang memerintahkannya untuk berjilbab. Jilbab menjadi perisai dirinya dari godaan untuk berbuat sesuatu yang bisa  mencederai kehormatan dan kesuciannya. Karena itulah, jilbab tak hanya sekedar busana penutup bagian badan yang tak boleh diekspos untuk publik.</p>
<p>Namun bagi sebagian orang, jilbab tak lebih dari sekedar akting. Saat sinetron dan film sedang naik daun dengan tema keagamaan, para produser paling sekuler sekalipun ikut latah memproduksi sinetron atau film yang menampilkan perempuan-perempuan berjilbab. Perempuan-perempuan itu merupakan artis yang sedang berakting dengan jilbab. Di luar sinetron dan film, mereka tak lebih dari sekedar artis yang dengan entengnya berpenampilan seksi yang mengumbar aurat. <span id="more-1136"></span></p>
<p>Sinetron dan film adalah media yang menampilkan dunia rekaan dengan sedemikian rupa sehingga karya rekaan itu seolah-olah nyata. Semakin bagus karya film atau sinetron, semakin mampu ia memaksa para penonton untuk menganggapnya sebagai dunia nyata. Karena itulah, banyak para penonton yang kemudian menganggap apa yang dilakukan para artis berjilbab itu merupakan manifestasi dari realitas hidupnya sendiri. </p>
<p>Para penonton yang terbius dengan akting para artis itu kelak hanya akan kecewa. Idolanya itu ternyata hanya sekedar menipu mereka. Bagi para artis itu, jilbab tak lebih dari sekedar tuntutan skenario. Salah satu sinetron yang kini tayang di SCTV, <em>Istiqomah</em>, bisa dijadikan contoh. Pemeran tokoh Istiqomah yang sopan berjilbab itu adalah artis pendatang baru bernama Rina Diana. Ternyata oh ternyata. Rina juga tampil seksi dengan busana minim di kesempatan lain. Sungguh hal itu tidak sejalan dengan nama istiqomah yang ia perankan. Dalam bahasa Arab, <em>istiqomah</em> bisa berarti konsisten. </p>
<p>Memang tak semua artis berjilbab hanya mengenakan jilbabnya saat di sinetron atau film. Ada juga yang betul-betul berjilbab dalam kesehariannya, seperti Okky Setiana Dewi dan Zaskia Mecca. Namun mungkin bagi para produser, artis yang betul-betul berjilbab itu tak masuk dalam hitungan mereka. Yang lebih murah dan menguntungkan, adalah mencari artis lain yang terkenal atau pendatang baru lantas disuruh mengenakan jilbab. </p>
<p>Para produser, sutradara, dan artis tersebut sebenarnya sedang melecehkan nilai-nilai mulia yang terkandung dalam jilbab. Mereka mengacak-acak nilai jilbab sehingga tak lebih dari sekedar <em>fashion</em> yang sedang memiliki nilai jual tinggi dalam dunia sinetron dan film. Yah, dunia memang panggung sandiwara. Begitu kata Nicky Astria dalam lagunya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/agama-islam/'>Agama Islam</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/sosial-budaya/'>Sosial Budaya</a> Tagged: <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/jilbab/'>jilbab</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/nicky-astria/'>nicky astria</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/okky-setiana-dewi/'>okky setiana dewi</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/rina-diana/'>rina diana</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/sctv/'>sctv</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/sinetron-istiqomah/'>sinetron istiqomah</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/zaskia-mecca/'>zaskia mecca</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/racheedus.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/racheedus.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/racheedus.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/racheedus.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/1136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1136&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2011/05/17/saat-jilbab-hanya-akting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/05/sinetron-istiqomah.jpg?w=106" medium="image">
			<media:title type="html">Sinetron Istiqomah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zubiru Jalloh, Sopir Taksi Budiman</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2011/02/21/pengemudi-taksi-budiman/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2011/02/21/pengemudi-taksi-budiman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 19:17:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Islam di Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[national art club]]></category>
		<category><![CDATA[new york]]></category>
		<category><![CDATA[nilai kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[Sierra Leone]]></category>
		<category><![CDATA[taksi]]></category>
		<category><![CDATA[zubiru jalloh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=1130</guid>
		<description><![CDATA[Kejujuran adalah sesuatu yang mahal di zaman modern ini saat orang cenderung sangat individualistis dan materialistis. Ketika kejujuran masih dijunjung tinggi oleh seseorang, ia pun jadi seolah orang yang aneh dan asing. Kejujuran itulah yang membuat Zubiru Jallloh menjadi pusat perhatian di Amerika beberapa hari yang lalu. Cerita berawal saat beberapa menit setelah turun dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1130&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1131" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://bossip.com/344327/a-lil-positivity-cab-driver-returns-75000-worth-of-jewelry-left-in-taxi-to-owner/21411taxi05cth-jpg/"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/02/zubiru-jalloh.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" title="21411Taxi05CTH.jpg" width="150" height="150" class="size-thumbnail wp-image-1131" /></a><p class="wp-caption-text">Zubiru Jalloh</p></div> Kejujuran adalah sesuatu yang mahal di zaman modern ini saat orang cenderung sangat individualistis dan materialistis. Ketika kejujuran masih dijunjung tinggi oleh seseorang, ia pun jadi seolah orang yang aneh dan asing. Kejujuran itulah yang membuat Zubiru Jallloh menjadi pusat perhatian di Amerika beberapa hari yang lalu. </p>
<p>Cerita berawal saat beberapa menit setelah turun dari taksi untuk mempersiapkan perjalanan menuju Maryland, John James tersadar bahwa ia terlupa atas sesuatu.  Saudara kembar dari Presiden National Arts Club,  Aldon James, itu ternyata ketinggalan tasnya yang berisi perhiasan senilai 75.000 dolar dan uang tunai sebesar 200 dolar. Total nilai barang itu berarti 75.200 dolar yang jika dikonversikan ke rupiah sekitar 714 juta rupiah!  </p>
<p>Ternyata sang pengemudi taksi itu adalah Zubiru Jalloh (42), yang tinggal di Crown Heights, Brooklyn, New York. Jalloh lalu memberitahukan kepada pihak berwajib tentang barang yang ia temukan di jok belakang taksinya pada Minggu (13/2).  Akhirnya, James pun menemukan kembali barang miliknya yang sangat berharga itu. <span id="more-1130"></span></p>
<p>“Dia (Zubiru) adalah seorang warga negara yang baik dalam melaksanakan pekerjaannya. Ia mendengarkan kata hatinya dan sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya. Aku akan segera menghiburnya, serta anak dan istrinya sekembalinya aku dari Maryland,” kata James. </p>
<p>Seperti diberitakan situs thehuffingtonpost.com (15/2), sebelumnya dikabarkan menolak hadiah dari James berupa uang sebesar 1.000 dolar. Namun akhirnya, ia menerima hadiah tersebut. Jalloh juga menyatakan bahwa ia mengembalikan barang berharga tersebut karena terdorong oleh kepercayaannya sebagai seorang muslim.</p>
<p>“Jika Anda memberikan hadiah uang ini karena engkau senang, aku akan menerimanya,” kata Jalloh, yang merupakan imigran asal Sierra Leone. “Namun jika Anda memberikan uang ini hanya karena aku mengembalikan barang milik Anda, maka aku tidak sudi menerimanya, karena hal itu sudah merupakan tugasku.” </p>
<p>James lalu menjawab, “Aku memberikan hadiah ini karena aku senang melakukannya.”</p>
<p>Sebagai bentuk penghargaan kepada sang pengemudi taksi yang budiman itu, James mengundangnya untuk makan malam di National Arts Club. Namun, sang pengemudi taksi menolaknya dengan halus karena  sesuai dengan kepercayaan sebagai seorang muslim, ia tak boleh mengonsumsi alkohol. Lazimnya di masyarakat Barat, setiap acara jamuan makan malam <em>(dinner)</em> memang menyediakan minuman beralkohol.  (Sumber: thehuffingtonpost.com, newyorkpost.com)</p>
<br />Filed under: <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a> Tagged: <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/islam-di-amerika/'>Islam di Amerika</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/national-art-club/'>national art club</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/new-york/'>new york</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/nilai-kejujuran/'>nilai kejujuran</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/sierra-leone/'>Sierra Leone</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/taksi/'>taksi</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/zubiru-jalloh/'>zubiru jalloh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/racheedus.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/racheedus.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/racheedus.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/racheedus.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/1130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1130&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2011/02/21/pengemudi-taksi-budiman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/02/zubiru-jalloh.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">21411Taxi05CTH.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rekor Terbaru: Napi Paling Sering Keluar Penjara</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2011/01/09/1120/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2011/01/09/1120/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 08:56:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Gayus Tambunan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[mafia hukum]]></category>
		<category><![CDATA[mafia pajak]]></category>
		<category><![CDATA[narapidana]]></category>
		<category><![CDATA[plesir]]></category>
		<category><![CDATA[suap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/2011/01/09/1120/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk urusan rekor, Indonesia memang jagonya. Setelah malang melintang dalam top ranking negara terkorup, Indonesia kini kembali mencetak rekor baru. Tak lain dan tak bukan, rekor itu dibukukan oleh bintang Sinetron Mafia Hukum, yaitu Gayung Tambalan. Dengan penampilan yang cukup mengenaskan, menggunakan wig tebal dan kacamata, Gayung melenggang kangkung keluar dari penjara hingga sebanyak 68 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1120&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/01/gayus-poster.jpg"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/01/gayus-poster.jpg?w=203&#038;h=300" alt="Gayung" title="Gayus Poster" width="203" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1126" /></a>Untuk urusan rekor, Indonesia memang jagonya. Setelah malang melintang dalam top ranking negara terkorup, Indonesia kini kembali mencetak rekor baru. Tak lain dan tak bukan, rekor itu dibukukan oleh bintang  Sinetron Mafia Hukum, yaitu Gayung Tambalan. Dengan penampilan yang cukup mengenaskan, menggunakan wig tebal dan kacamata, Gayung melenggang kangkung keluar dari penjara hingga sebanyak 68 kali. Sungguh cukup fantastis! Bahkan Gayung bisa menonton pertandingan tenis internasional di Bali, menginap di hotel bintang lima, pelesir ke Makau, Malaysia, Singapura, dan Thailand. </p>
<p>Untuk memberikan apresiasi terhadap rekor yang telah ditorehkan Gayung, Mbah Jambrong selaku Ketua Setgab (Sekretariat Tukang Gawe Bingung) mengundang Jaya Suparman dari pihak Murai (Museum Rekor Aneh Indonesia) untuk mencatat rekor tersebut. Karena mengetahui Gayung orangnya tajir dan senang menaburkan uangnya, Mbah Jambrong mengundang pula para gelandangan dan pengemis untuk menghadiri acara tersebut. <span id="more-1120"></span></p>
<p>“Saudara-saudara sekalian, marilah kita sambit, pemegang rekor terbaru: Gayung Tambalan!” begitu ucapan pembukaan Mbah Jambrong dari atas panggung. </p>
<p>Huu&#8230;.hu&#8230;.. Para hadirin bergemuruh menyoraki sang bintang sinetron yang naik ke panggung. Sambitan sandal, sepatu, botol plastik air mineral langsung menghujani tubuh Gayung yang gendut. Bukan sulap, bukan sihir. Setelah sukses membantu berbagai perusahaan besar untuk tidak melunasi pajaknya, perut Gayung pun langsung membengkak meski ia tidak hamil.</p>
<p>“Tenang, tenang, tentang, Saudara-saudara!” teriak Gayung di atas panggung sambil mengusap sebuah benjolan usai sebuah sepatu mendarat dengan tenang di jidatnya. “Kalau Saudara-saudara tidak mau tenang, saya akan suap nih!” </p>
<p>Seperti lagu Rayuan Pulau Kelapa, Gayung lantas melambai-lambaikan lembaran uang kepada para hadirin.  Hadirin pun hening sesaat. Namun ketika lembaran uang ratusan ribu beterbangan ke arah penonton, tak ayal mereka pun jadi gaduh kembali. Para pengemis dan gelandangan yang sejak pagi sudah menunggu kedatangan Gayung, langsung menyerbu ke depan panggung. Mereka berebut untuk mendapatkan angpao dari PNS yang berganti profesi jadi bintang Sinetron Mafia Hukum tersebut. </p>
<p>Usai kegaduhan itu mereda, acara kembali dilanjutkan. Dan sebelum menyerahkan sertifikat penghargaan, Jaya Suparman memberikan kata sambutannya. </p>
<p>“Kami sebagai pihak dari Murai perlu mencatat rekor yang telah ditorehkan oleh Saudara Gayung. Sungguh bukan suatu yang mudah bagi seorang narapidana untuk mencatat rekor ini. Kami sendiri sudah meneliti berbagai penjara di berbagai negara. Tak ada narapidana yang sedemikian hebat bisa keluar dari penjara sampai 68 kali, bahkan bisa pelesir ke luar negeri. Apalagi di saat kasusnya sendiri masih dalam masa persidangan,” demikian sebagian isi dari sambutan Jaya Suparman.   </p>
<p>Usai memberikan kata sambutan, Jaya Suparman lalu memberikan sertifikat penghargaan kepada Gayung. Turun dari panggung, Gayung lantas diserbu para wartawan. </p>
<p>“Pak Gayung, gimana rahasianya kok Anda bisa keluar dari penjara dengan begitu mudah? Bisa kemana-mana?” tanya seorang reporter cantik dari TVWawan. </p>
<p>“Oh, gitu sih gampang!” jawab Gayung sembari cengengesan dan mencopot wignya. “Dengan wig keramat inilah, saya bisa mengelabui banyak orang.” Seraya tangan kirinya memegang kacamata, Gayung berkata lagi, “Kacamata ini juga membantu saya merubah penampilan menjadi jauh lebih ganteng. Dan yang lebih penting, uang saya ratusan miliar! Saya tinggal telepon istri saya untuk bawa uang, trus saya suap semua petugas, mulai dari Kepala Penjara sampai penjaga. Semuanya dapat jatah.” </p>
<p>Tak bisa berlama-lama diwawancarai, Gayung dijemput para petugas untuk kembali menghuni hotel prodeo. “Gimana, paspor saya? Sudah beres? Saya mau ke luar negeri nih,” tanya Gayung dengan nada berbisik kepada sang petugas. </p>
<p>“Beres, Bos! Sudah diganti namanya. Bukan Sony Laksono lagi.”</p>
<p>“Trus siapa namanya?”</p>
<p>“Poltak Rajasuap!” </p>
<br />Filed under: <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/politik/'>Politik</a> Tagged: <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/gayus-tambunan/'>Gayus Tambunan</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/korupsi/'>korupsi</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/mafia-hukum/'>mafia hukum</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/mafia-pajak/'>mafia pajak</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/narapidana/'>narapidana</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/plesir/'>plesir</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/suap/'>suap</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/racheedus.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/racheedus.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/racheedus.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/racheedus.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/1120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1120&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2011/01/09/1120/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2011/01/gayus-poster.jpg?w=203" medium="image">
			<media:title type="html">Gayus Poster</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Carok&#8221; a la Mahfud MD</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2010/12/13/%e2%80%9ccarok-a-la-mahfud-md/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2010/12/13/%e2%80%9ccarok-a-la-mahfud-md/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 15:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[carok]]></category>
		<category><![CDATA[Kompas]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[Refly Harun]]></category>
		<category><![CDATA[suap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=1115</guid>
		<description><![CDATA[Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD saat ini menjadi bahan pemberitaan di banyak media nasional. Hal itu berkaitan dengan kasus tudingan suap yang menerpa lembaga yang ia tersebut. Sebagai punggawa dari lembaga hukum yang memutuskan sengketa konsitutusi tersebut, Mahfud MD menjadi begitu geram saat tudingan suap tersebut terpapar di ruang publik. Tudingan itu sendiri berawal dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1115&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD saat ini menjadi bahan pemberitaan di banyak media nasional. Hal itu berkaitan dengan kasus tudingan suap yang menerpa lembaga yang ia tersebut. Sebagai punggawa dari lembaga hukum yang memutuskan sengketa konsitutusi tersebut, Mahfud MD menjadi begitu geram saat tudingan suap tersebut terpapar di ruang publik. Tudingan itu sendiri berawal dari tulisan Refly Harun di Harian Kompas (25/10/2010) yang berjudul “MK, Masih Bersih?” </p>
<p>Menghadapi tudingan tersebut, ternyata Mahfud MD menanggapinya dengan serius. Ia menantang sang penulis artikel tersebut, Refly Harun, untuk membuktikan sinyalemennya tentang suap yang terjadi di MK. Tak tanggung-tanggung, Refly Harun langsung ditunjuk oleh Mahfud MD untuk menjadi Ketua Tim Investigasi. Pada Rabu 8/12/2010, genaplah waktu sebulan yang diberikan oleh Mahfud MD kepada tim tersebut untuk menyelesaikan tugas investigasinya. Sebagaimana diketahui publik, hasil investigasi tersebut ternyata tak menemukan indikasi suap yang langsung melibatkan para hakim MK.</p>
<p>Menarik untuk mengamati bagaimana sikap dan tanggapan Mahfud MD terhadap sinyalemen suap yang dilontarkan oleh Refly Harun. Sebagai orang yang dikenal sebagai figur yang memiliki integritas dan <em>track record</em> bersih, tak ayal Mahfud menjadi meradang dengan tudingan tersebut. Ia seolah merasa harga dirinya diruntuhkan. Dengan lantang ia berjanji akan mengundurkan diri sebagai Ketua MK jika tudingan itu ternyata benar terbukti. Namun jika ternyata hasil investasi tidak membuktikan adanya suap terhadap para hakim MK, Mahfud MD pun menegaskan bahwa Refly Harun juga harus berani mempertanggungjawabkan tudingannya secara hukum. Sikap sang mantan Menteri Pertahanan di era Pemerintahan Gus Dur tersebut tampaknya merupakan ajakan untuk carok kepada Refly Harun. <span id="more-1115"></span></p>
<p>Carok sendiri merupakan sebuah duel satu lawan satu atau satu kelompok dengan satu kelompok lain dalam masyarakat Madura untuk membela kehormatan diri atau keluarga yang dianggap telah dirusak oleh pihak musuh yang diajak duel. Dalam duel tersebut, kedua belah pihak siap mengorbankan nyawa masing-masing. Pada konteks ini, terdapat ungkapan <em>ango’an poteya tolang, etembhang poteya mata</em>. Artinya, kematian lebih dikehendaki daripada harus hidup dengan menanggung perasaan malu. Orang Madura yang dilecehkan dan dipermalukan menjadi merasa <em>tada’ ajina</em> (seperti manusia yang tak bermakna apa-apa). Karena itulah, duel dalam carok pun menjadi jalan terakhir yang ekstrem untuk menebus perasaan malu terebut. </p>
<p>Dalam konteks inilah, sebagai orang Madura, Mahfud sudah terjun ke arena carok untuk membela harga dirinya. Namun carok yang ia lakukan bukanlah carok dengan menggunakan celurit. Ia tidak berduel secara fisik dengan sang lawan yang telah mengusik harga dirinya. Sesuai dengan kapasitas dan jabatannya, ia melakukan carok secara intelektual. Mahfud sudah sangat siap untuk menerima tebasan celurit lawan. Kesiapan itu terjadi saat Mahfud meminta Refly Harun untuk membuktikan tudingannya dengan membentuk tim investigasi independen, dan Mahfud menyatakan akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua MK, jika hasil investigasi ternyata menemukan bukti suap terhadap hakim-hakim MK. Namun ia pun juga siap membalas menebaskan celurit ke pihak lawan. Hal itu tergambar jelas saat ia menyatakan bahwa ia akan menuntut secara hukum Refly Harun jika tudingan suapnya ternyata tidak terbukti benar. </p>
<p>Kasus tudingan suap terhadap MK tersebut menggambarkan bagaimana “tradisi” carok secara “elegan” diperagakan oleh seorang Madura yang bernama Mahfud MD. Dalam duel carok tersebut, ia telah siap mengorbankan nyawanya untuk membela kehormatan dirinya. Pada konteks inilah, “nyawa” yang siap ia korbankan adalah jabatan Mahfud sebagai Ketua MK akan ia lepaskan jika ia kalah dalam pertarungan carok tersebut. Namun ia pun siap menghilangkan nyawa sang lawan dalam duel carok tersebut saat ia akan menuntut balik secara hukum terhadap Refly Harun yang telah mencabik-cabik harga dirinya dengan tudingan suap. Secara kontekstual, tuntutan hukum pencemaran baik terhadap Refly Harun bisa dimaknai sebagai “kematian” bagi dirinya jika kelak proses hukumnya sampai vonis hakim dan mengharuskannya untuk menjalani sanksi pidana. </p>
<p>Pada babak lanjutan carok yang diperagakan oleh Mahfud MD versus Refly Harun, kita akan melihat siapakah yang kelak akan menjadi pecundang. Namun tampaknya, Mahfud MD sudah berada di atas angin. Mahfud MD sudah siap menebaskan “ayunan celurit” ke arah Refly Harun yang telah lebih dulu mencabik-cabik harga diri orang Madura tersebut. </p>
<br />Filed under: <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/politik/'>Politik</a> Tagged: <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/carok/'>carok</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/kompas/'>Kompas</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/madura/'>Madura</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/mahfud-md/'>Mahfud MD</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/mahkamah-konstitusi/'>Mahkamah Konstitusi</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/mk/'>MK</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/refly-harun/'>Refly Harun</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/suap/'>suap</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/racheedus.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/racheedus.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/racheedus.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/racheedus.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/1115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1115&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2010/12/13/%e2%80%9ccarok-a-la-mahfud-md/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan Cantik</title>
		<link>http://racheedus.wordpress.com/2010/11/11/perempuan-cantik/</link>
		<comments>http://racheedus.wordpress.com/2010/11/11/perempuan-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 15:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>racheedus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[Julius Caesar]]></category>
		<category><![CDATA[Nefertiti]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi sosial]]></category>
		<category><![CDATA[sexy]]></category>
		<category><![CDATA[skateboard]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://racheedus.wordpress.com/?p=1111</guid>
		<description><![CDATA[Kecantikan dan ketampanan adalah sesuatu yang menarik. Ia menjadi nilai plus bagi seseorang yang memilikinya. Namun ia akan menjadi petaka jika perempuan cantik atau lelaki tampan tidak bersikap dengan baik. Sebagaimana penguasa yang memiliki kekuasaan penuh sering kali menjadi tiran, begitu pula halnya dengan lelaki tampan atau perempuan cantik. Si tampan lantas menjadi sombong dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1111&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ngerumpi.com/images/medium/muslimah.jpg"><img src="http://racheedus.files.wordpress.com/2010/11/muslimah.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" title="muslimah" width="112" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1112" /></a>Kecantikan dan ketampanan adalah sesuatu yang menarik. Ia menjadi nilai plus bagi seseorang yang memilikinya. Namun ia akan menjadi petaka jika perempuan cantik atau lelaki tampan tidak bersikap dengan baik. Sebagaimana penguasa yang memiliki kekuasaan penuh sering kali menjadi tiran, begitu pula halnya dengan lelaki tampan atau perempuan cantik. Si tampan lantas menjadi sombong dan bergaya playboy. Si perempuan cantik lantas menjadi genit dan mengumbar kecantikannya ke banyak orang.</p>
<p>Terkait dengan kecantikan perempuan, beberapa bulan silam, sebuah jurnal psikologi online, <em>Social Psychological and Personality Science</em>, menerbitkan tulisan hasil penelitian tentang  psikologi perilaku laki-laki jika berinteraksi dengan perempuan cantik. Tulisan tersebut disusun oleh Richard Ronay dan William von Hippel dari Universitas Queensland, St Lucia, Australia. Dalam tulisan itu, para peneliti dari Universitas Queensland mengambil kesimpulan yang cukup mencengangkan. Kehadiran perempuan cantik ternyata bisa menaikkan tingkat testosteron pada diri lelaki, bahkan cenderung menimbulkan bahaya bagi sang lelaki. <span id="more-1111"></span></p>
<p>Para peneliti melakukan eksperimen dengan meminta beberapa lelaki dewasa untuk melakukan dua aksi di atas papan luncur <em>(skateboard)</em>. Aksi pertama merupakan aksi yang mudah dan tidak berbahaya yang dilakukan di depan seorang lelaki lain. Sedangkan aksi kedua merupakan aksi yang sulit dan berbahaya yang dilakukan hadapan seorang perempuan muda yang menarik. Tingkat testosteron lantas diukur setelah kedua aksi itu dilakukan. </p>
<p>Ketika akan mencoba aksi skateboard tersebut di hadapan perempuan cantik, para lelaki itu ditawarkan pilihan, apakah membatalkan aksi tersebut atau tetap mencoba melakukannya meskipun jelas ada risiko yang akan menimpa diri mereka. Sebab jika aksi tidak berhasil dilakukan dengan baik, risiko bahaya  jelas menimpa diri mereka. Kondisi tersebut dipilih oleh para peneliti karena menyerupai dengan kondisi ketika lelaki berada di belakang kemudi mobil atau saat duel fisik dengan lelaki lain. </p>
<p>Sesuai dengan prediksi para peneliti, ternyata para pemuda itu justru berani mengambil yang lebih besar di hadapan wanita yang cantik. Padahal mereka menyadari, risiko kecelakaan kemungkinan besar akan terjadi jika mereka melakukan aksi berbahaya di atas <em>skateboard </em> tersebut. Kadar testosteron secara signifikan naik menjadi lebih tinggi pada diri para pemuda itu daripada mereka tampil di hadapan orang laki-laki lain. </p>
<p>Seperti disinyalir oleh sang peneliti, hasil penelitian ini membuktikan kebenaran sebuah pepatah yang terdapat di berbagai karya seni, mitologi, dan teks sastra sejak ribuan tahun silam. Yaitu bahwa perempuan cantik bisa mendorong lelaki berani melemparkan kehati-hatiannya ke udara. Karena itulah, Julius Caesar pun takluk bertekuk lutut di hadapan Nefertiti. Kekuasaannya pun ambrol saat cintanya kepada Nefertiti lebih ia pentingkan daripada kekuasaan yang telah dibangunnya bertahun-tahun.</p>
<p>Tak hanya di zaman kuno saat Nefertiti dan Julius Caesar hidup, di zaman yang serba modern ini pun, kecantikan perempuan bahkan lebih dieksploitasi lagi. Di setiap pameran industri, perempuan-perempuan cantik dengan penampilan <em>sexy</em> dipajang di setiap stan. Di setiap ajang lomba balap otomatif, perempuan-perempuan cantik nan <em>sexy</em> dipajang hanya untuk membawa sebuah payung untuk sang pembalap. Hal itu seolah melecehkan perempuan hanya sebagai pajangan bagi lelaki.</p>
<p>Agama sebenarnya sudah menyadari sepenuhnya bahwa tata pergaulan antara lawan jenis rentan sekali menimbulkan pelecehan seksual. Hal inilah yang kemudian diantisipasi dengan berbagai aturan agar perempuan tetap ditempatkan sebagai pribadi terhormat yang tidak boleh dilecehkan dengan semena-mena. Di sisi lain, lelaki pun mempunyai kewajiban untuk melindungi perempuan yang menjadi tanggungannya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://racheedus.wordpress.com/category/sosial-budaya/'>Sosial Budaya</a> Tagged: <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/australia/'>Australia</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/cantik/'>cantik</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/julius-caesar/'>Julius Caesar</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/nefertiti/'>Nefertiti</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/psikologi-sosial/'>psikologi sosial</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/sexy/'>sexy</a>, <a href='http://racheedus.wordpress.com/tag/skateboard/'>skateboard</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/racheedus.wordpress.com/1111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/racheedus.wordpress.com/1111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/racheedus.wordpress.com/1111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/racheedus.wordpress.com/1111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/racheedus.wordpress.com/1111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/racheedus.wordpress.com/1111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/racheedus.wordpress.com/1111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/racheedus.wordpress.com/1111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/racheedus.wordpress.com/1111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/racheedus.wordpress.com/1111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/racheedus.wordpress.com/1111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/racheedus.wordpress.com/1111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/racheedus.wordpress.com/1111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/racheedus.wordpress.com/1111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=racheedus.wordpress.com&amp;blog=6107893&amp;post=1111&amp;subd=racheedus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://racheedus.wordpress.com/2010/11/11/perempuan-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c1c01a037cc99807cb9c865b6b0ec5a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">racheedus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://racheedus.files.wordpress.com/2010/11/muslimah.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">muslimah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
