Celoteh Jiwa


Hari ini terlalu banyak waktu yang kubuang. Seperti hari-hari yang lalu. Berjam-jam waktu kuhabiskan di depan komputer. Sementara berapa jam waktu yang kusediakan untuk-Nya? Mungkin tak ada sejam dalam sehari. Sungguh bodoh! Padahal nafasku berada dalam genggaman-Nya. Semesta alam tunduk dalam kuasa-Nya.

Malam ini, aku ingin tidur cepat. Biar di subuh nanti aku bisa meraih rahmat-Nya dengan bershalat subuh berjamaah di surau belakang rumahku. Ibu dan istriku mungkin sudah letih mengingatkanku agar tidak melewatkan waktu subuhku.

Terlalu banyak aktifitas duniawi yang sia-sia kulakukan. Setiap hari. Dan ketika sudah terlewat, waktu pun tak bisa kembali. Kembali aku terus mengulangi kerugian yang dengan sadar kulakukan. Wal ashri. Demi waktu. Ah, sudahlah. Malam ini terasa begitu sepi. Anakku yang tertua sudah terlelap tidur. Istriku dan anak keduaku belum jua kembali dari RS untuk menjenguk ibunya, mertuaku, yang sedang tergolek sakit.

Ya, Allah, maafkan diriku yang sering tak peduli dengan perhatian-Mu. Betapa banyak perhatian-Mu padaku: nafas yang kuhirup, nasi yang kutelan, jabatan yang kusandang, istri yang setia. Banyak lagi. Andaikan menjadi tinta, seluruh air samudera tak kan habis untuk menuliskan berlaksa anugerah-Mu.

Teman-teman, aku harus istirahat, dulu. Sudah terlalu letih jiwa dan fisikku. Selamat malam. Semoga mimpi indah.

4 Tanggapan

  1. Aku sampai nangis membaca yang ini,
    benar-bernar tergugah hatiku untuk tidak membuang-buang waktuku yang hanya sementara ini.

  2. Ya, Allah, maafkan diriku yang sering tak peduli dengan perhatian-Mu. Betapa banyak perhatian-Mu padaku: nafas yang kuhirup, nasi yang kutelan, jabatan yang kusandang, istri yang setia. Banyak lagi. Andaikan menjadi tinta, seluruh air samudera tak kan habis untuk menuliskan berlaksa anugerah-Mu.

  3. Moga kita termasuk yang disayang Allah, terima kasih doa dan silaturahimnya moga Allah senantiasa melindungi kita

  4. Ya Allah bangunkan aku di waktu subuh, Aku ingin menghirup nafasMU….betapa semerbak wangi wajahMU dikala aku bersubuh dihadapanMU…Ya Allah bangunkan Aku……..

    @ Ibrohim Nawawi
    Sungguh, betapa tak mudahnya untuk senantiasa istiqomah terjaga ketika Ia memanggil saat kita masih terlelap dibuai mimpi. Tapi, memang “al-ajru bi qadri ta’ab”. Karena tak mudahnya itulah membuat subuh begitu istimewa.
    Oh, ya, kalo kasih komentar, alamat blog di url diisi, biar kalau ada pengunjung yang melihat bisa langsung meluncur ke blog ente.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: