Perseteruan KPK vs POLRI. Skor Sementara 2 : 1 untuk POLRI

kartun kpk vs polriAkhirnya, Presiden Joko Widowo mengambil keputusan untuk menyikapi polemik KPK vs Polri. Sang Presiden membatalkan pelantikan Budi Gunawan sebagai Kepala Polri. Beliau lantas mengajukan calon baru untuk jabatan Kapoliri, yaitu Badroodin Haiti, yang saat ini menjabat sebagai Wakapolri. Di sisi lain, beliau juga memberhentikan dua pimpinan KPK, yaitu Bambang Widjojanto dan Abraham Samad.

Keputusan sang presiden ini merupakan sebuah pilihan yang tak sepenuhnya win-win solutions. Dari kedua kubu, KPK dan Polri sama-sama merasakan betapa “garangnya” sikap Jokowi. Budi Gunawan yang sempat dijadikan tersangka oleh KPK akhirnya tak jadi dilantik sebagai Kapolri. Di lain pihak, Bambang Widjojanto dan Abraham yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri, akhirnya juga diberhentikan sebagai pimpinan KPK. Dengan kata lain, “keinginan” dari kedua belah pihak sama-sama tidak dikabulkan oleh sang presiden. Keinginan dari kubu Polri agar Budi Gunawan dilantik sebagai Kapolri akhirnya tidak tercapai. Begitu pula keinginan agar Bambang Widjojanto dan Abraham Samad tetap sebagai komisioner KPK juga tidak tercapai. Baca lebih lanjut

Jokowi, Presiden Pilihanku

Jokowi nepuk batukNun beberapa tahun silam, ketika Jokowi masih menjabat sebagai walikota Solo, aku langsung “jatuh cinta”. Ketika itu hanya sedikit media nasional yang memberitakan sepak terjang. Saat itu, salah satu gebrakannya adalah saat ia berhasil memindahkan para pedagang ke tempat yang baru dengan damai. Tanpa pemberontakan. Tanpa buldoser. Tanpa aksi demonstrasi yang menguras darah dan air mata.

Saat itulah, aku langsung terbersit dalam hati, “Andaikan orang ini menjadi presiden, sungguh ia menjadi pemimpin idamanku.” Tapi harapan itu hanya tersimpan dalam hati. Terbayang betapa jauhnya jalan sang walikota menuju kursi presiden. Apalagi ia “hanyalah” seorang walikota yang ndeso dan tidak diperhitungkan dalam kancah politik nasional. Saya mengubur dalam-dalam impian itu. Kuanggap, impian itu hanyalah utopia di tengah hiruk-pikuk dunia politik yang sarat dengan keculasan. Baca lebih lanjut

Politik Birokrasi

perebutan kerusiBagi sebagian orang, jabatan dan pangkat memang sangat menggiurkan. Mereka menduga, jabatan bisa menolong untuk meraih kekayaan, kekuasaan, popularitas, fasilitas, dan lain-lain. Karena dugaan itulah, jabatan pun diraih dengan segala cara. Bahkan jika perlu, teman sendiri pun bisa dikorbankan untuk merebut jabatan itu. Seperti itu pula yang tampaknya dialami oleh seorang teman, sebut saja namanya Amran. Ia baru saja menjadi korban dari kejamnya politik birokrasi dalam kompetisi memperebutkan jabatan.

Alkisah, Amran mendapatkan berita dari atasannya bahwa ia akan diikutsertakan dalam fit and proper test untuk menjadi calon pejabat di sebuah instansi pemerintahan. Dengan suka ria, ia menyambut kabar gembira tersebut. Ia pun ditunjukkan surat panggilan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Nama Amran tertera jelas di surat panggilan itu sebagai salah satu utusan dari daerahnya. Baca lebih lanjut

Kejamnya Pilkada

Suatu hari, dalam sebuah acara keluarga, saya bertemu dengan teman yang juga karyawan honor sebuah kantor pemerintahan. Sebut saja namanya Jambul. Karena lama tidak bersua, aku pun mengajak Jambul ngobrol.

“Kemana aja? Kok lama nggak kelihatan?” tanyaku sok akrab.

“Nggak kemana-mana. Ada di rumah. Lagi musuhan sama Bos,” jawabnya sambil memasang muka masam.

“Lho, emang kenapa?” sergahku penuh tanda tanya. Baca lebih lanjut

“PKS, MUSUH GUE,” kata anti koruptor

Saya masih ingat sekali, ada baliho besar yang ada di pinggir jalan di daerahku. Saat itu musim kampanye legislatif 2009. Di baliho, terdapat tulisan besar: “PKS MUSUH GUE,” kata koruptor. Di bawahnya, terdapat foto Mahfudz Siddiq yang saat itu mencalon diri kembali sebagai anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kini Mahfuz sudah terpilih sebagai anggota DPR, dan terus terang, saya termasuk orang yang memilih beliau saat itu. Baca lebih lanjut

Dan Setan Pun Enggan Disalahkan

Pada dasarnya manusia memang diciptakan oleh Tuhan dengan fitrah mencintai kebenaran dan membenci kejahatan. Karena itulah, saat manusia terpojok dan terancam mendapatkan hukuman karena kejahatan yang ia lakukan, ia bisa dengan mudahnya menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam. Dengan demikian, manusia berharap ia tetap dianggap sebagai orang yang baik.

Al-Quran (QS. Ibrahim: 21-22) memberikan ilustrasi yang begitu indah tentang tingkah polah manusia seperti itu saat di alam akhirat. Ketika manusia memasuki alam akhirat, mereka pun dikumpulkan untuk diadili oleh Tuhan Yang Maha Adil. Semua bukti-bukti perbuatan manusia saat di dunia dibeberkan. Baik dan buruk, semuanya dibeberkan dengan transparan. Tak ada bukti yang disembunyikan dan tak ada yang terlewatkan. Baca lebih lanjut

Rekor Terbaru: Napi Paling Sering Keluar Penjara

GayungUntuk urusan rekor, Indonesia memang jagonya. Setelah malang melintang dalam top ranking negara terkorup, Indonesia kini kembali mencetak rekor baru. Tak lain dan tak bukan, rekor itu dibukukan oleh bintang Sinetron Mafia Hukum, yaitu Gayung Tambalan. Dengan penampilan yang cukup mengenaskan, menggunakan wig tebal dan kacamata, Gayung melenggang kangkung keluar dari penjara hingga sebanyak 68 kali. Sungguh cukup fantastis! Bahkan Gayung bisa menonton pertandingan tenis internasional di Bali, menginap di hotel bintang lima, pelesir ke Makau, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Untuk memberikan apresiasi terhadap rekor yang telah ditorehkan Gayung, Mbah Jambrong selaku Ketua Setgab (Sekretariat Tukang Gawe Bingung) mengundang Jaya Suparman dari pihak Murai (Museum Rekor Aneh Indonesia) untuk mencatat rekor tersebut. Karena mengetahui Gayung orangnya tajir dan senang menaburkan uangnya, Mbah Jambrong mengundang pula para gelandangan dan pengemis untuk menghadiri acara tersebut. Baca lebih lanjut