Anies Baswedan

Suatu hari selepas Isya, aku datang ke kampus. Ada kegiatan orasi dan pentas seni untuk memprotes kebijakan rektorat yang membredel majalah kampus, Arena. Saat itu, sekitar tahun 90-an, majalah itu menurunkan berita yang membongkar bisnis keluarga Cendana. Padahal saat itu, Presiden Soeharto masih berkuasa dengan powerfull. Tak ayal, majalah itu pun dilarang terbit menyusul majalah Tempo yang juga menurunkan berita yang sama.

Salah satu tokoh yang menarik perhatianku dalam acara tersebut adalah seorang pemuda tampan berwajah Arab. Ia tampil berorasi di tengah kerumunan penonton dengan begitu lugas dan lancar. Ia memprotes keras kebijakan otoritas kampus dan pemerintah pusat yang tak membuka ruang kritik. Tak ada ketakutan atau grogi sedikit pun tersurat di raut wajahnya. Aplaus meriah menyambutnya saat ia usai menyampaikan orasi penuh tenaga itu. Baca lebih lanjut

Profil Noordin M. Top, Sang Gembong Teroris

NoordinTop-FBINoordin bin Mohammad Top terlahir di Kluang, Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968. Ia tewas tertembak oleh Tim Densus 88 pada Kamis pagi lalu, 17 September 2009 dalam usia 41 tahun. Setelah tewas, diketahui kondisi kepalanya bagian belakang hancur. Dikenal sebagai orang yang suka berganti-ganti penampilan, saat tewas pun Noordin berganti penampilan dengan wajah yang berjambang lebat.

Sebagai seorang tokoh dalam jaringan teroris dan masuk dalam daftar teroris paling dicari oleh FBI, tentu saja Noordin bukan orang sembarangan. Ia mengenyam kuliah akuntansi di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), sebuah universitas bonafide di negeri jiran itu. UTM juga dikenal sebagai salah satu universitas tertua di negeri itu yang fokus di bidang enginering dan technology. Baca lebih lanjut

Sheila Marcia

Sheila Marcia

Sheila Marcia

Dalam sebuah acara infotainment di sebuah stasiun televisi, artis Sheila Marcia Joseph (20) mengungkapkan perihal kehamilannya yang di luar nikah. Dengan santai, artis yang membintangi film Hantu Jeruk Purut (2006) itu menyatakan bahwa kehamilannya adalah kehendak Tuhan. Kalau Tuhan tidak menghendaki, tentu tidak akan terjadi kehamilan pada dirinya. Ia justru bersyukur bisa hamil karena hal itu menunjukkan bahwa ia perempuan seutuhnya.

Sekilas, tak ada yang aneh dari pernyataan itu. Tapi mari kita renungkan lebih lanjut. Tuhan memang Maha Kuasa. Semua peristiwa dan setiap gerak-gerik manusia di alam semesta ini berada dalam kekuasaan-Nya. Namun bukan berarti manusia lantas laksana robot yang tindak-tanduknya sudah diprogram sedemikian rupa oleh si pembuatnya. Apapun yang diperbuat manusia secara sadar, ia juga bertanggung jawab atas perbuatan itu. Manusia memiliki akal pikiran untuk menentukan perbuatan yang akan ia lakukan. Baca lebih lanjut

Mbah Surip: Ada Duka di Balik Tawa

Mbah_Surip Tak ada yang abadi di dunia ini. Semua yang bernyawa, cepat atau lambat, pasti akan menemui suatu peristiwa yang tak bisa ia hindari, yaitu kematian. Tak terkecuali, Mbah Surip, penyanyi reggae yang sedang berada di puncak popularitasnya dengan lagu hits Tak Gendong. Pria yang bernama asli Urip Akhmad Ariyanto itu menghembuskan nafas terakhir di rumah Mamiek Prakoso, pelawak Srimulat, pada Selasa (4/8) pukul 10.30 WIB.

Keputusan Mbah Surip untuk hidup sebagai seniman jalanan memang bisa dirunut dari masa lalunya. Ia terlahir sebagai anak yatim dan harus berjuang keras untuk mempertahankan hidup sejak masa kanak-kanak. Sejak kecil, ia harus membantu ibunya berjualan di pasar sejak pagi dan baru pulang ke rumah pada pukul jam 9 malam. Kerasnya kehidupan membuat ia juga terbiasa dengan kehidupan jalanan yang keras. Baca lebih lanjut

Mengenal Profil JW Marriott, Si Raja Hotel

jw marriot“Anda harus membuat karyawan Anda berbahagia. Jika mereka berbahagia, mereka pun akan membuat para pelanggan Anda berbahagia.”

Demikian salah satu kunci keberhasilan bisnis John Willard Marriott. Lelaki kelahiran Utah, Amerika Serikat pada tanggal 17 September 1900 itu, merupakan pendiri salah satu kerajaan bisnis terbesar di dunia, yaitu Marriott Corporation. Sejak tahun 1993, nama tersebut lantas berubah menjadi Marriott International. Perusahaan ini bergerak di usaha rumah sakit, hotel, dan jaringan restoran. Salah satu hotel yang tergabung dengan Marriott International, adalah Hotel JW Marriot yang terletak di kawasan bisnis Kuningan Jakarta. Setelah 2003, untuk kedua kalinya, hotel tersebut kembali menjadi bahan berita karena jadi sasaran bom teroris pada Jumat pagi (17/7) lalu. Baca lebih lanjut

Juminten dan Spirit Kartini

Juminten

Juminten

Nama aslinya adalah Jumirah. Tapi istriku sering memanggilnya Juminten. Ia memang bukan artis cantik seperti Sandra Dewi. Ia juga bukan berasal dari keluarga tajir yang sawahnya berhektar-hektar. Bapaknya ‘hanya’ seorang tukang becak yang dulu sering mangkal di depan rumahku. Ibunya menjadi TKW di Arab Saudi.

Suatu hari, Juminten meminta izin kepada istriku untuk memanfaatkan kayu-kayu potongan usai rumahku direhab. Kayu-kayu itu digunakan untuk kayu bakar. Tentu saja, istriku memperbolehkan. Rumahku juga menjadi terlihat bersih dari tumpukan kayu yang berserakan di halaman belakang. Baca lebih lanjut

Ustaz Sumar: Korban Kekejaman Politik Masa Lalu

Korban kekerasan Pemilu 1982

Korban kekerasan Pemilu 1982. (Sumber foto: http://www.haryandoko.blogspot.com)

Jumat dinihari di awal bulan Mei 1982. Pemilu baru usai beberapa hari lalu. Kegelapan masih menutupi Desa Amis yang terletak di Kecamatan Cikedung itu. Para santri masih terlelap tidur di rumah Ustaz Sumar. Sekitar 9 orang santri yang rata-rata berumur 15 tahun memang seperti biasanya tidur di rumah sang ustaz hingga usai shalat subuh. Malam itu, mereka mengaji seperti biasa dan melaksanakan kegiatan Marhaban.

Keheningan dinihari itu pecah ketika pintu rumah sang ustaz yang sederhana itu didobrak oleh sekelompok orang tak dikenal. Kaca jendela pun dipecah berkeping-keping. Segerombolan orang-orang berpakaian militer merengsek masuk ke rumah itu. Tak ayal para santri pun terbangun dari mimpi mereka. Belum sampai penuh kesadaran mereka, golok dan senjata laras panjang telah siap menghabisi mereka.

“Awas! Jangan bergerak kalau mau selamat!” bentak salah seorang dari anggota gerombolan itu. “Mana Sumar?! Sumar, keluar!”

Para santri itu pun terdiam di lantai yang hanya beralas tikar itu. Namun yang dicari telah pergi meninggalkan rumah itu. Hanya sang istri, ibu, dan sembilan orang santri yang berada di rumah tersebut. Nursiah, istri Ustaz Sumar yang sedang mengandung tujuh bulan anak pertamanya, keluar dari kamar. Baca lebih lanjut