Miss Universe

100px-Miss_Universe_logoDi saat umat Islam seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan, di belahan dunia lain, tepatnya di Bahama, sebagian orang merayakan kegiatan perlombaan mempertontonkan kemolekan tubuh wanita, yaitu Miss Universe. Ironisnya, salah satu peserta lomba itu adalah wanita muslim asal Indonesia bernama Zivanna Letisha Siregar. Ia sendiri sempat difavoritkan hingga merangkak di urutan puncak hasil polling. Namun akhirnya, para juri memutuskan seorang gadis dari Venezuela, Stefanía Fernández, sebagai pemenang.

Saya sendiri tidak bangga kalaupun Zivanna memenangkan ajang lomba itu lantas dinobatkan sebagai perempuan tercantik sejagat versi para juri Miss Universe tersebut. Bagi saya, kecantikan seorang wanita bukanlah untuk dipertontonkan, apalagi diperlombakan. Lebih-lebih, dengan mempertontonkan lekak-lekuk tubuhnya di depan sorotan banyak orang seluruh jagat. Meski memang juga diakui, sesi penampilan bikini hanyalah salah satu dari rangkaian penilaian dalam ajang lomba tersebut. Baca lebih lanjut

Kertas Suara Masuk Guinness World Records

Terus terang, saya sumpek melihat banyak sekali partai. Membuat gaduh rimba persilatan politik di negeri ini. Membuat rakyat bingung untuk memilih. Nah, berdasarkan SK dari Mbah Jambrong, saya pun bergaya menjadi pengamat pemilu nggak profesional. Dari pengamatan di TPS tempat saya memilih, banyak sekali partai gurem yang tak mendapat satu suara pun! Lembar pengumuman hasil perolehan yang ditempelkan menjadi banyak yang kosong melompong! Sungguh mubazir alias pemborosan anggaran negara!

Bayangkan, berapa banyak anggaran negara dihabiskan untuk mencetak kertas suara yang terbesar di dunia. Saat dibuka dan dibentangkan, kertas suara melebihi ukuran bilik suara. Soal kerahasiaan dalam memilih pun menjadi terabaikan. Mestinya kertas suara yang super jumbo itu masuk Guinness World Records agar menjadi salah satu “keunikan” dan “kehebatan” Indonesia. Baca lebih lanjut