Juminten dan Spirit Kartini

Juminten

Juminten

Nama aslinya adalah Jumirah. Tapi istriku sering memanggilnya Juminten. Ia memang bukan artis cantik seperti Sandra Dewi. Ia juga bukan berasal dari keluarga tajir yang sawahnya berhektar-hektar. Bapaknya ‘hanya’ seorang tukang becak yang dulu sering mangkal di depan rumahku. Ibunya menjadi TKW di Arab Saudi.

Suatu hari, Juminten meminta izin kepada istriku untuk memanfaatkan kayu-kayu potongan usai rumahku direhab. Kayu-kayu itu digunakan untuk kayu bakar. Tentu saja, istriku memperbolehkan. Rumahku juga menjadi terlihat bersih dari tumpukan kayu yang berserakan di halaman belakang. Baca lebih lanjut

Iklan

Kertas Suara Masuk Guinness World Records

Terus terang, saya sumpek melihat banyak sekali partai. Membuat gaduh rimba persilatan politik di negeri ini. Membuat rakyat bingung untuk memilih. Nah, berdasarkan SK dari Mbah Jambrong, saya pun bergaya menjadi pengamat pemilu nggak profesional. Dari pengamatan di TPS tempat saya memilih, banyak sekali partai gurem yang tak mendapat satu suara pun! Lembar pengumuman hasil perolehan yang ditempelkan menjadi banyak yang kosong melompong! Sungguh mubazir alias pemborosan anggaran negara!

Bayangkan, berapa banyak anggaran negara dihabiskan untuk mencetak kertas suara yang terbesar di dunia. Saat dibuka dan dibentangkan, kertas suara melebihi ukuran bilik suara. Soal kerahasiaan dalam memilih pun menjadi terabaikan. Mestinya kertas suara yang super jumbo itu masuk Guinness World Records agar menjadi salah satu “keunikan” dan “kehebatan” Indonesia. Baca lebih lanjut

Dukun Sakti Siap Menangkan Caleg

Saat pemilu, dukun pun panen (Sumber foto: www.banjarmasinpost.co.id)

Saat pemilu, dukun pun panen

Jika Anda seorang caleg dan ingin terpilih, ada berita gembira untuk Anda. Seorang dukun sakti berinisial NS bisa membantu Anda. Saat ini, sang dukun berdomisili di Desa Jatisawit Kec. Jatibarang Kab. Indramayu. Dengan kemampuan supranaturalnya, secara gaib ia mampu menggerakkan para pemilih untuk mencontreng nama Anda di saat berada di TPS. Cara menggerakkannya adalah mengirimkan aura tertentu yang ia kirimkan sehingga para pemilih hanya mengingat caleg tertentu lantas mencontreng namanya di kertas suara.

Dengan media telur, aura itu pun dikirimkan ke TPS. Telur-telur yang telah diberi jampi diletakkan di TPS-TPS yang diinginkan. Jika sang caleg kerepotan menaruh telur-telur tersebut ke banyak TPS, sang dukun menawarkan alternatif kambing yang telah diperlakukan sedemikian rupa, lantas disembelih. Melalui media itu, sang dukun mengirimkan aura tersebut ke beberapa TPS yang diinginkan. “Ah mending dikirimin Aura Kasih,” gerutuku dalam hati. Baca lebih lanjut

Lowongan Kerja Baru: Caleg

Kartun calegPemilu tinggal beberapa hari lagi, tepatnya 9 April 2009. Banyak orang berlomba-lomba mendaftarkan diri untuk menduduki kursi legislatif. Sekian ribu orang seluruh Indonesia memasang tampangnya di pinggir-pinggir jalan. Mereka seolah begitu percaya diri bahwa rakyat akan memilih dirinya. Kita seolah disuguhkan sebuah fenomena narsisme yang begitu masif dan menyesaki ruang publik.

Menjadi calon legislatif lantas kelak dilantik sebagai anggota legislatif tampaknya menjadi idaman banyak orang di negeri ini. Begitu banyak partai hingga berjumlah 38 ditambah 6 partai lokal di Aceh. Saking banyaknya, partai-partai itu seolah menjadi wadah yang besar sehingga semua orang dari berbagai kalangan bisa masuk. Wadah itu menjadi tempat penampungan ambisi orang-orang yang ngebet meraih kursi anggota dewan. Baca lebih lanjut

Foto “Unik” Para Caleg

Inilah hasil jepretan dari ponselku yang jadul dan tidak canggih banget. Aneh aja melihat gambar para caleg yang memenuhi jalan. Kadang-kadang aku nyaris nabrak gara-gara memperhatikan para caleg yang sebenarnya bisa bikin mules perutku.
Nanti jika menemukan gambar caleg yang “lucu” lagi, saya akan tambahkan di postingan ini. Atau Anda juga memiliki gambar para caleg yang bisa bikin mules perut? Silahkan sumbangkan. Ada beberapa foto yang berhasil saya abadikan. Mudah-mudahan kita bisa tertawa atau nyengir bareng.

Ini pamer pemain bola atau caleg, ya?

Ini pemain bola atau caleg, ya?

Baca lebih lanjut

Berlomba-Lomba jadi Caleg

Setiap kali saya berangkat ke kampus, saya terpaksa melihat berbagai baliho dan poster dari para caleg dan capres di sepanjang jalan. Sungguh, membuatku agak mual. Orang-orang berlomba-lomba mengajukan diri sebagai wakil rakyat dan pemimpin. Padahal belum tentu mereka kapabel dan memiliki integritas moral untuk mengemban amanat sebagai wakil rakyat atau pemimpin. Baca lebih lanjut