Tak Punya Uang

Suatu hari seorang kerabat bertanya padaku, “Kamu pernah nggak punya uang?”

“Pernah. Bahkan sering,” jawabku santai seraya tetap memainkan jari jemari di keyboard laptopku.

“Terus gimana?” sergahnya dengan mata mendelik.

“Apanya yang gimana? Biasa aja tuh!” Aku menoleh ke arahnya dan berhenti mengetik.

“Nggak bingung? Nggak repot?” Pamanku, yang memiliki usaha rumah makan di Yogyakarta, itu seolah tak percaya.

“Ah, biasa saja. Sekarang saja, uangku tinggal seribu perak. Tak lebih tak kurang.”

Petikan dialog itu terjadi di suatu malam di rumahku. Jawabanku dalam dialog itu adalah salah satu upayaku untuk belajar memaknai hidup yang sementara ini. Setelah letih dihantam prahara hidup, aku kini mencoba menjalani hidup dengan seadanya. Ada uang, tak perlu diambil pusing. Tak ada uang, juga tak perlu diambil pusing. Baca lebih lanjut

Iklan