Antara Poligami, Poliandri, dan Keadilan Tuhan

Suatu hari, seorang teman perempuan bertanya, “Mas, mengapa poliandri tidak diperbolehkan?” Aku pun mafhum mengapa ia bertanya demikian. Sebelumnya, ia bercerita kalau suaminya menikah lagi dengan seorang perempuan yang ternyata masih terikat pernikahan dengan seorang lelaki lain. Terus terang aku tidak bisa langsung menjawab. Tulisan ini adalah upayaku untuk menjawab pertanyaan sang teman semampuku.

Mengapa Tuhan membolehkan poligami untuk laki-laki tapi melarang poliandri untuk perempuan? Bukankah itu bentuk ketidakadilan Tuhan? Tuhan seolah hanya menguntungkan laki-laki tapi justru merugikan perempuan. Dan para aktivis perempuan berteriak kencang: poligami adalah ketidakadilan! Kalau memang adil, mestinya poliandri juga diperbolehkan untuk perempuan. Baca lebih lanjut