Tattoo

Tattoo memang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Orang-orang Mentawai di Sumatera dan suku Dayak di Kalimantan juga terbiasa membuat tattoo di tubuh mereka. Namun hal itu bukanlah menjadi ukuran dan sumber hukum bagi seseorang yang sudah memiliki ajaran agama yang dipercayainya. Saat agamanya melarang untuk membuat tattoo dan ia mempercayai larangan itu demi kebaikannya sendiri, maka tak perlu lagi gamang untuk menaatinya.

Agama sangat menghargai tubuh manusia. Tindakan yang menyakiti dan merusak tubuh sangat dilarang, kecuali dalam kondisi tertentu seperti untuk pengobatan. Tubuh manusia merupakan ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara. Tubuh manusia sudah indah tanpa harus diberi tatto. Di sisi lain, manusia memang merupakan ciptaan Tuhan yang terbaik di antara ciptaan-ciptaaan-Nya yang lain. Baca lebih lanjut

Iklan

Ide Aneh: (Maaf) Pantat Pengidap HIV Diberi Tanda

Mungkin karena saking bingungnya untuk menahan laju penyebaran virus HIV, akhirnya muncul ide yang bukan ide biasa. Ide itu adalah memberi tanda atau cap tertentu di (maaf) pantat si pengidap virus HIV. Jika ia hendak melakukan hubungan seksual, pasangannya bisa melihat tanda tersebut sehingga mengurungkan niatnya berhubungan seksual. Dengan demikian, si pengidap virus HIV itu tidak menularkan virus mematikan tersebut kepada pasangannya.

Ide nyleneh itu dilontarkan oleh Timothy Myeni, seorang anggota parlemen di Swasi, sebuah negeri mungil yang berbatasan dengan Afrika Selatan. Seperti dikutip Cape Times, Myeni, yang juga seorang pastor dan pemimpin grup musik rohani terkenal, melontarkan ide tersebut secara tidak langsung dalam sebuah acara workshop tentang AIDS pada minggu lalu. Saat itu ia ditanya audiens tentang cara penanggulangan penyebaran HIV dengan memberi tanda tertentu pada tubuh sang penderita. Ia pun menjawab bahwa ide tidaklah buruk. Baca lebih lanjut