Warkijan Sakit

Warkijan merasa dirinya sakit dan ia pun datang ke dokter untuk berobat. Sang dokter lantas membaca hasil pemeriksaan lab yang diserahkan oleh Warkijan. Beberapa saat kemudian, si dokter memeriksa badan Warkijan dengan stetoskopnya.
“Hasil pemeriksaan lab, semuanya normal. Tidak ada yang sakit,” jelas sang dokter sembari melangkah kembali tempat duduknya.
“Tapi saya kok merasa sakit, dok. Badan rasanya lemas semua. Tidur jadi susah. Hati gelisah melulu,” sahut Warkijan seraya bangkit dari kasur tempat pemeriksaan. Ia lalu kembali duduk kursi di depan meja sang dokter.
“Yang menyebabkan badan kamu terasa lemas itu adalah pikiran kamu sendiri. Pikiran kamu memang tidak waras! Jiwa kamu yang sakit,” tegas dokter sambil meletakkan stetoskopnya di meja.
“Lho, maksud dokter, gimana?! Saya gila gitu?!” tanya Warkijan dengan mata mendelik. “Enak aja. Saya nggak gila!”
“Nah benar, kan!” sergah sang dokter dengan tenang. “Pasien yang ada di rumah sakit jiwa juga nggak ada yang mengaku dirinya gila!”
“Terus gimana, dok?! Saya jadi nggak ngerti maksud dokter.”
“Lho, kamu sebenarnya mau sakit atau mau sehat?”
“Ya, tentu mau sehat, dok!”
“Nah, segera konsultasi ke psikiater sebelum kamu benar-benar gila!”