Nepotisme a la Indramayu

Salah satu nilai yang perlu dijaga dalam demokrasi adalah terselenggaranya pergantian kekuasaan secara teratur (orderly succession of rulers). Hal ini dirumuskan oleh Henry B. Mayo dalam karyanya An Introduction to Democratic Theory (1960). Keteraturan itu tersebut berarti pula bahwa pergantian kekuasaan terjadi secara alamiah, tanpa ada unsur paksaan dan kekerasan. Di samping itu, keteraturan juga dimaknai sebagai pergantian kekuasaan yang berbasis pada kapabilitas sang penguasa, bukan pada basis garis keturunan.

Pemimpin yang muncul (atau dimunculkan) karena rekayasa politik dengan basis keturunan bukanlah pemimpin ideal yang bisa diharapkan banyak untuk membawa perubahan di tengah masyarakat. Hal itu karena pemimpin yang baik tentu melalui sebuah proses pendidikan dan perjuangan politik yang panjang. Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan dan pemenang hadiah Nobel, menjalani masa-masa panjang perjuangan hingga mendekam selama 30 tahun dalam penjara. Presiden Soekarno mengalami masa-masa sulit saat dibuang oleh Belanda di Pulau Bangka. Baca lebih lanjut

Iklan

Tragis, Kematian Para Bintang Porno

Ternyata menjadi bintang terkenal dan bergelimang harta di saat jaya tak selalu berujung dengan kebahagiaan. Hal itu termasuk para pula bintang porno yang rela memamerkan setiap inci tubuhnya di depan kamera. Banyak di antara mereka yang hidupnya berakhir dengan tragis. Tewas mengenaskan karena overdosis, gantung diri, ditabrak mobil, ditembak mati, dan lain-lain adalah ujung hidup mereka sebelum sempat memohon ampun kepada Sang Pencipta.

Hukum dan perintah Sang Pemilik Dunia merupakan bentuk kepedulian-Nya agar manusia bisa menjalani hidup dengan penuh harmoni. Hukum dan perintah itu telah disesuaikan dengan kondisi manusia dan alam semesta. Hal itu karena Ia memang yang paling mengerti dan mengetahui keadaan segala ciptaan-Nya, termasuk manusia yang sangat menyukai seks. Karena itu pula, Ia pun mengatur sedemikian rupa agar seks tidak dilakukan seenaknya layaknya pada dunia binatang.

Baca lebih lanjut