Balada Kawin Kontrak 2

Setelah melangsungkan pernikahan kontrak di Bogor dan menikmati bulan madu di Bali, Si Arab pun pulang ke negerinya. Sementara si Inem pulang ke kampungnya, ya, kampungku juga. Tentu saja dengan membawa pundi-pundi uang yang bejibun.

Namun, namanya juga perempuan masih muda. Apalagi si Inem sudah merasakan nikmatnya “surga dunia”. Setelah beberapa bulan sepulangnya sang “suami” ke negerinya, Inem pun merasakan kesepian. Nah, lho! Untuk membunuh sepinya, ia pun menjalin asmara dengan seorang pemuda sekampung. Ternyata selingkuh betul-betul tidak hanya menjadi tema lagu, tapi betul-betul dilakukan oleh Inem. Baca lebih lanjut

Balada Kawin Kontrak 1

Perempuan itu kutaksir berumur sekitar 25 tahun. Masih relatif muda. Parasnya memang tidak secantik Luna Maya. Tapi, menurutku, memang tidak mengecewakan. Penampilannya menarik dengan jilbab melilit wajahnya serta celana jeans membalut kakinya. Saat itu ia menggendong seorang anak kecil usia sekitar 2 tahunan. Di belakangnya, seorang anak kecil perempuan berumur sekitar 4 tahunan berjalan ceria. Ketika kutanya kepada narasumberku, anak perempuan itu adalah anak perempuan berjilbab itu.

Sesaat kemudian, perempuan itu memasuki rumahnya yang megah dibandingkan rumah-rumah sekitarnya. Terletak tidak jauh dari bibir kali, rumah itu memang menjadi santapan banjir jika tanggul yang menahan kali jebol. Ya, seperti yang terjadi di bulan yang lalu di desaku ini. Dengan cat berwarna pink, rumah itu tampil mencolok di antara rerimbunan pohon yang masih ada di sisi kiri kanan. Baca lebih lanjut