Tips Mengobati Gigitan Ular

Surjana, Pawang Ular

Di suatu pagi Minggu, aku mendapat tugas untuk mencatat pernikahan di sebuah desa terpencil di pinggir hutan, dekat perbatasan dengan kabupaten tetangga. Jarak dari rumahku dengan desa itu tentu lumayan jauh, sekitar 25 km. Dengan melewati jalan lengang yang diapit oleh deretan kayu jati, aku berangkat mengendarai motor ditemani seorang saudara.

Seusai melaksanakan tugas, aku mengunjungi seorang kerabat yang sudah lama tak bersua. Dengan bertanya sana-sini, akhirnya kami menemukan juga rumahnya yang sangat sederhana. Kami pun terlibat obrolan hangat. Tak sengaja, sang kerabat itu keceplosan mengatakan bahwa ia juga menekuni profesi sebagai pawang ular. Kami tentu saja kaget, karena selama ini ia tak pernah bercerita kalau juga menekuni profesi pawang ular. Selama ini, kami mengetahuinya hanya sebagai petani dan pencari kayu di hutan. Tak ayal, kami langsung memberondongnya dengan berbagai pertanyaan terkait profesinya yang langka itu. Dari obrolan hangat itulah, akhirnya ia membuka rahasia mengobati gigitan ular. Berikut ini tips yang diberikan oleh sang pawang ular yang bernama Surjana itu. Baca lebih lanjut

Sang Pembalak Liar

Hutan gundul hasil pembalakan liar (Foto: iwandahnial.files.wordpress.com)

Hutan gundul hasil pembalakan liar (Foto: iwandahnial.files.wordpress.com)

Lelaki itu berbadan tegap. Tinggi besar dengan kulit agak gelap. Kumisnya tebal dengan sorot mata yang tajam. Ke mana-mana, ia sering menggunakan kaos dan celana blue jeans serta dilengkapi sepatu bot. Di pinggangnya, menyembul sepucuk pistol kecil. Gagah sekali tampaknya. Sekilas pasti orang menilai, ia adalah seorang anggota aparat keamanan. Mungkin kalau jadi provost, perawakannya sangat memenuhi syarat.

Meski tidak lulus SD dan tidak bisa baca tulis, Ibur bisa menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan bisnisnya. Tak ayal, ia sangat tergantung dengan istrinya yang jauh lebih terdidik. Karena itulah, pengelolaan uang ia serahkan kepada istrinya. Jadilah Ibur dan istri sepasang suami istri yang kompak dan romantis. Dengan mengendarai motor besarnya bersama sang istri, ia sering membeli sarapan nasi kuning di warung dekat rumahku. Begitulah penampilan Ibur. Sebutlah namanya seperti itu. Baca lebih lanjut