Catatan Perjalanan Haji

Kerinduan

Bagi sebagian orang, haji merupakan perjalanan untuk menumpahkan kerinduan yang selama ini terpendam di lubuk hati. Kerinduan untuk bersimpuh di depan Rumah Allah. Kerinduan untuk berziarah di pusara Kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW. Ya, kerinduan yang tak terperi. Tak ayal, ketika kesempatan untuk berangkat haji itu tiba, mereka pun penuh suka cita. Tak terlintas dalam bayangan mereka betapa susah dan melelahkan perjalanan panjang dari Tanah Air menuju Tanah Suci Mekkah.

Orang-orang yang rindu tersebut merupakan orang-orang yang dipanggil oleh Allah untuk memenuhi undangan-Nya guna mengunjungi Rumah-Nya. Padahal mereka juga menyadari, tak sedikit biaya yang harus ia keluarkan untuk memenuhi panggilan Ilahi Rabbi ke rumah-Nya itu. Mereka tak memperdulikan kondisi mereka yang secara ekonomi tidak mampu untuk membiayai perjalanan haji. Namun mereka memiliki keyakinan dan kerinduan yang kuat bahwa mereka kelak bisa menuntaskan kerinduan mereka untuk bertandang ke Tanah Suci.

Keyakinan dan kerinduan itu akhirnya kelak membuat Allah menggerakkan Tangan-Nya untuk menyediakan biaya perjalanan haji bagi mereka yang telah bertahun-tahun memendam kerinduan. Banyak cara dan jalan yang tak terduga yang disediakan oleh Allah untuk mereka sehingga mereka menjadi mampu untuk menunaikan ibadah haji. Tak heran jika kita sering mendengar sebagian orang yang tiba-tiba memperoleh ongkos haji, padahal secara lahiriah ia tidak memiliki kemampuan untuk berangkat haji. Baca lebih lanjut

Iklan

Ketika Kepedulian Sirna

Sore yang temaram ditingkahi rinai gerimis di sebuah pertigaan Jalur Pantura Indramayu. Lalu lalang kendaraan bermotor masih ramai menyesaki jalan raya. Para tukang ojek berebut mencari penumpang yang turun dari angkot dan bis antar kota.

Asep baru saja memarkir motor di pangkalan ojek. Sembari melepaskan helm, ia menebarkan pandangannya ke arah bis yang berhenti. Sesaat kemudian, tampak sang istri di antara para penumpang.

Usai bersalaman dengan si istri dan menanyakan kondisi ibu mertuanya yang terbaring koma di rumah sakit, Asep pun bersiap menghidupkan mesin motornya. Mengantar istri pulang ke rumah.

Tiba-tiba braaak. Baca lebih lanjut