Perseteruan KPK vs POLRI. Skor Sementara 2 : 1 untuk POLRI

kartun kpk vs polriAkhirnya, Presiden Joko Widowo mengambil keputusan untuk menyikapi polemik KPK vs Polri. Sang Presiden membatalkan pelantikan Budi Gunawan sebagai Kepala Polri. Beliau lantas mengajukan calon baru untuk jabatan Kapoliri, yaitu Badroodin Haiti, yang saat ini menjabat sebagai Wakapolri. Di sisi lain, beliau juga memberhentikan dua pimpinan KPK, yaitu Bambang Widjojanto dan Abraham Samad.

Keputusan sang presiden ini merupakan sebuah pilihan yang tak sepenuhnya win-win solutions. Dari kedua kubu, KPK dan Polri sama-sama merasakan betapa “garangnya” sikap Jokowi. Budi Gunawan yang sempat dijadikan tersangka oleh KPK akhirnya tak jadi dilantik sebagai Kapolri. Di lain pihak, Bambang Widjojanto dan Abraham yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri, akhirnya juga diberhentikan sebagai pimpinan KPK. Dengan kata lain, “keinginan” dari kedua belah pihak sama-sama tidak dikabulkan oleh sang presiden. Keinginan dari kubu Polri agar Budi Gunawan dilantik sebagai Kapolri akhirnya tidak tercapai. Begitu pula keinginan agar Bambang Widjojanto dan Abraham Samad tetap sebagai komisioner KPK juga tidak tercapai. Baca lebih lanjut

Korban Kejahatan

Akhir-akhir ini berita kematian Muammar Khaddafi banyak menghiasi media massa. Mantan pemimpin Libya yang telah berkuasa selama 42 tahun itu akhirnya meregang nyawa secara tragis. Ia ditangkap beramai-ramai, digebuki, lantas ditembak mati dari jarak dekat oleh rakyatnya sendiri yang murka.

Kasus tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak peristiwa kejahatan yang terjadi di muka bumi ini. Banyak orang yang mati terbunuh. Tapi kematian tersebut ditanggapi dengan sikap berbeda-beda oleh orang yang hidup. Ada yang justru diberi penghormatan dan disambut dengan duka cita yang mendalam oleh orang-orang yang hidup. Ada pula yang justru sebaliknya, disambut dengan riang gembira dan rasa syukur.

Kehidupan memang perjalanan panjang menuju kematian. Dalam perjalanan itulah, orang bisa memilih bagaimana ia bersikap dan mengatur tingkah lakunya. Orang yang terbiasa tidak mengindahkan aturan dan hukum dalam bertindak, ia berarti berani mengambil resiko atas keselamatan hidupnya. Hal itu karena aturan, hukum, dan etika sebenarnya diciptakan demi keselamatan hidup manusia dan lingkungannya. Baca lebih lanjut

“PKS, MUSUH GUE,” kata anti koruptor

Saya masih ingat sekali, ada baliho besar yang ada di pinggir jalan di daerahku. Saat itu musim kampanye legislatif 2009. Di baliho, terdapat tulisan besar: “PKS MUSUH GUE,” kata koruptor. Di bawahnya, terdapat foto Mahfudz Siddiq yang saat itu mencalon diri kembali sebagai anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kini Mahfuz sudah terpilih sebagai anggota DPR, dan terus terang, saya termasuk orang yang memilih beliau saat itu. Baca lebih lanjut

Istri Menteri

Mungkin, semua teman sekelasku saat itu tak ada yang menduga kelak ia menjadi seorang istri menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sekarang ini. Ia memang termasuk gadis yang paling cantik di kelasku. Namun ia bukan termasuk perempuan bintang kelas yang indeks prestasinya di atas rata-rata. Ia juga bukan aktivis kampus yang malang melintang di organisasi kemahasiswaan dan pintar berorasi. Ia hanyalah anggota biasa dari sebuah organisasi pergerakan mahasiswa.

Perjalanan hidup Hartini –sebut saja namanya begitu– mulai berubah saat ia dipersunting Cak Amin. Hal itu mungkin sebuah kebanggaan tersendiri buat Hartini. Betapa tidak. Cak Amin adalah seorang aktivis kampus tampan yang sedang bersinar dari UGM. Pun, Cak Amin adalah seorang kerabat kyai besar di Jawa Timur dan juga pimpinan organisasi mahasiswa yang diikuti diriku dan Hartini. Tak terasa, Hartini mulai menjaga jarak dengan teman-temannya. Apalagi saat itu, sebagian teman-teman seangkatan kami sudah menyelesaikan kuliah. Baca lebih lanjut

Anies Baswedan

Suatu hari selepas Isya, aku datang ke kampus. Ada kegiatan orasi dan pentas seni untuk memprotes kebijakan rektorat yang membredel majalah kampus, Arena. Saat itu, sekitar tahun 90-an, majalah itu menurunkan berita yang membongkar bisnis keluarga Cendana. Padahal saat itu, Presiden Soeharto masih berkuasa dengan powerfull. Tak ayal, majalah itu pun dilarang terbit menyusul majalah Tempo yang juga menurunkan berita yang sama.

Salah satu tokoh yang menarik perhatianku dalam acara tersebut adalah seorang pemuda tampan berwajah Arab. Ia tampil berorasi di tengah kerumunan penonton dengan begitu lugas dan lancar. Ia memprotes keras kebijakan otoritas kampus dan pemerintah pusat yang tak membuka ruang kritik. Tak ada ketakutan atau grogi sedikit pun tersurat di raut wajahnya. Aplaus meriah menyambutnya saat ia usai menyampaikan orasi penuh tenaga itu. Baca lebih lanjut

Ujian Hidup

Tak ada manusia yang luput dari cobaan hidup. Tak ada keberhasilan yang tak melewati ujian dan rintangan. Semakin bertambah usia seseorang, semakin kencang pula angin kehidupan berhembus untuk menguji ketegaran dan keimanannya. Saat jabatan diamanatkan di pundak seseorang, saat itu pula cobaan dan godaan datang menghadang silih berganti, untuk menguji apakah ia betul-betul layak mengemban amanat jabatan tersebut.

Harta, tahta, dan wanita adalah tiga hal yang sering jadi ujian yang berat dalam hidup. Jabatan adalah juga kursi panas yang siap membakar orang yang duduk di atasnya. Penguasa bisa terguling karena godaan harta yang membuatnya berkorupsi ria. Baca lebih lanjut

Rekam Jejak Antasari Azhar hingga Dituding Dalang Pembunuhan

Bagai petir di siang bolong, berita itu mengagetkan seluruh rakyat Indonesia. Antasari Azhar, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan! Seperti dikutip Surya Online, penetapan tersangka itu disampaikan Jumat (1/5) oleh Jasman Panjaitan, Kapuspen Kejaksaan Agung. Antasari dianggap sebagai aktor intelektual (intellectual dader) dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, direktur Putra Rajawali Banjaran (PRB), sebuah BUMN yang bergerak di bidang retail.

Berita itu tentu tidak akan menyita perhatian publik jika yang terbunuh rakyat biasa atau pihak terlibat pembunuhan hanyalah orang biasa. Tapi yang dituduh adalah ketua KPK, lembaga yang selama ini dikenal sukses menyeret banyak petinggi negara ke hotel prodeo. Berikut beberapa kasus yang mengisi daftar rekam jejak kelam Antasari Azhar saat masih aktif di institusi kejaksaan hingga menjabat Ketua KPK.

Baca lebih lanjut