Warkijan dan Tim Saber Pungli

Operasi Tim Saber Pungli ternyata mulai menyasar ke lingkungan KUA. Seorang oknum KUA berinisial EGP di daerah Indramlayu, tertangkap tangan oleh Tim Saber Pungli. Sang oknum tertangkap tangan dengan beberapa barang bukti yang kini sudah diamankan. Operasi Tim Saber Pungli ini memang mulai gencar digerakkan setelah banyaknya laporan dari masyarakat tentang berbagai pelanggaran di lingkungan KUA.

Sebagaimana dijelaskan Warkijan, Ketua Tim Saber Pungli Daerah Indramlayu, tim ini dibentuk untuk menegakkan aturan dan menciptakan kondisi masyarakat yang bersih dan sehat. Di samping itu, masyarakat juga berhak untuk memperoleh barang-barang yang aman untuk dikonsumsi.  Dengan tertangkapnya oknum tersebut, Warkijan mengharapkan hal itu menjadi shock therapy kepada orang-orang KUA agar lebih baik dalam melaksanakan tugasnya.

Di hadapan para wartawan yang meminta konfirmasinya, AKBP Warkijan menjelaskan bahwa Tim Saber Pungli merupakan Tim Sapu Bersih Peternakan Unggas Liar. Tim Saber Pungli ini diharapkan bisa menyapu bersih maraknya peternakan-peternakan unggas yang tak berizin alias liar. Usaha-usaha peternakan tersebut, terutama peternakan ayam potong, ditengarai banyak menyuplai ayam-ayam yang sudah mati ke beberapa pasar di daerah Indramlayu. Kegiatan ilegal tersebut banyak dilakukan oleh oknum Karyawan Usaha Ayam (KUA). Saat didesak oleh wartawan, siapa oknum berinisial EGP tersebut, akhirnya Warkijan pun menjawab, “Emang Gue Pikirin!”

Tudingan Pungli di KUA: Suara dari Seorang Penghulu

Tudingan pungli di KUA yang marak diberitakan beberapa hari ini membuat saya menjadi sulit tidur. Sungguh, tudingan itu bagaikan sebuah palu godam yang menghantam diri saya dengan telak. Sebagai seorang penghulu, saya tahu persis bahwa tidak semua tudingan itu benar. Meski saya juga tak bisa membantah bahwa sebagian tudingan itu adalah benar ada adanya.

Biaya Pencatatan Nikah Beda dengan Biaya Nikah

Masyarakat sering tidak bisa membedakan antara biaya pencatatan nikah dengan biaya nikah. Biaya pencatatan nikah memang Rp. 30.000. Tapi biaya nikah bisa mencapai ratusan atau bahkan milyaran rupiah. Besar kecilnya biaya nikah tergantung kemampuan orang masing-masing. Biaya nikah meliputi cetak undangan, konsumsi para tamu, sewa gedung, sewa tenda, soundsystem, sewa hiburan, dan lain-lain, termasuk biaya pencatatan nikah.

Pencatatan nikah hanyalah salah satu kegiatan dari seluruh rangkaian upacara pernikahan. Tugas pencatatan nikah itu dilakukan oleh Petugas Pencatat Nikah (PPN/Penghulu). Pencatatan nikah sendiri adalah ujung dari sebuah rangkaian kegiatan yang menjadi kewajiban PPN/Penghulu. Kegiatan itu diawali dengan proses pendaftaran, pemeriksaan kelengkapan berkas administrasi, pemeriksaan kelengkapan syarat dan rukun pernikahan, pengumuman kehendak nikah selama rentang waktu 10 hari kerja, kursus calon pengantin, baru kemudian pencatatan nikah setelah akad nikah. Tentu saja, pencatatan itu bisa dilakukan jika tak ada halangan untuk dilakukan akad nikah.

Meski PPN/Penghulu hanya bertugas untuk menghadiri, mengawasi, dan mencatat sebuah akad pernikahan, namun kenyataannya banyak juga tugas-tugas lain yang dilakukan. Tugas-tugas lain itu seperti menjadi pembaca acara, sambutan tuan rumah, khutbah nikah, mewakili wali untuk melaksanakan ijab kabul akad nikah dengan pengantin laki-laki, dan pembacaan doa. Padahal tugas-tugas itu bukanlah kewajiban dari PPN/Penghulu dan tak dibiayai oleh negara. Namun seringkali di lapangan, tugas-tugas itu seolah merupakan kewajiban PPN/Penghulu. Ketika petugas diundang ke tempat akad, masyarakat menganggap bahwa petugaslah yang mempunyai kewajiban untuk melaksanakan ijab kabul dengan penganten laki-laki. Baca lebih lanjut