Bau Busuk

Ketika heboh kasus video mesum Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, ada hikmah yang bisa dipetik. Banyak sudut pandang yang bisa dipilih. Banyak kacamata yang bisa digunakan untuk melihat kasus tersebut. Thamrin Amal Tamagola, sosiolog dari Universitas Indonesia, tentu berbeda pendapatnya dengan H. Amidhan, salah satu Ketua MUI.

Hubungan seksual yang dilakukan oleh sepasang insan, bagi lawan jenis maupun sejenis, tanpa ikatan pernikahan yang sah, adalah laksana bangkai yang mengeluarkan bau busuk. Ia menjadi noda yang mengotori nurani orang yang melakukannya. Semua agama besar di dunia melarang keras hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan tersebut. Larangan itu sudah ada sejak berabad-abad silam dan diyakini oleh jutaan orang di muka bumi ini.

Namun di sisi lain, saat masyarakat semakin permisif, terutama di kota-kota metropolis, baik di negara-negara Timur maupun Barat, “bau busuk” yang keluar dari hubungan seksual terlarang itu semakin dianggap sesuatu yang lumrah dan biasa-biasa saja. Jika dilakukan tanpa kekerasan dan suka sama suka, maka ia dianggap bukanlah sebuah kejahatan. Hidung masyarakat modern semakin sulit mencium aroma busuk dari perzinaan karena saking banyaknya terjadi di lingkungan mereka. Baca lebih lanjut

Iklan

Balada Kawin Kontrak 1

Perempuan itu kutaksir berumur sekitar 25 tahun. Masih relatif muda. Parasnya memang tidak secantik Luna Maya. Tapi, menurutku, memang tidak mengecewakan. Penampilannya menarik dengan jilbab melilit wajahnya serta celana jeans membalut kakinya. Saat itu ia menggendong seorang anak kecil usia sekitar 2 tahunan. Di belakangnya, seorang anak kecil perempuan berumur sekitar 4 tahunan berjalan ceria. Ketika kutanya kepada narasumberku, anak perempuan itu adalah anak perempuan berjilbab itu.

Sesaat kemudian, perempuan itu memasuki rumahnya yang megah dibandingkan rumah-rumah sekitarnya. Terletak tidak jauh dari bibir kali, rumah itu memang menjadi santapan banjir jika tanggul yang menahan kali jebol. Ya, seperti yang terjadi di bulan yang lalu di desaku ini. Dengan cat berwarna pink, rumah itu tampil mencolok di antara rerimbunan pohon yang masih ada di sisi kiri kanan. Baca lebih lanjut

Cantik dan Tampan


Betapa banyak perempuan cantik dan lelaki tampan. Tetapi siapa yang bisa menjamin perempuan cantik dan lelaki tampan itu juga memiliki hati dan perilaku yang baik? Bahkan sering kali perempuan cantik dan lelaki tampan itu laksana buah yang manis di luar tetapi ternyata ada ulat di dalamnya. Karena itulah, tidak serta merta setiap perempuan nan cantik dan lelaki nan tampan itu jadi cocok menjadi pasangan bagi orang yang mengagumi dan tertarik padanya.

Secara lahiriah, Luna Maya memang cantik. Mungkin tidak ada orang yang membantahnya. Secara fisik, Christian Sugiono juga ganteng nian. Namun mari kita merenung lebih dalam. Sering kali kita mengagumi keindahan fisik seseorang karena sebenarnya kita tidak betul-betul mengenal lebih detil dan lebih dekat terhadap orang tersebut. Kita mengenalnya hanya lewat televisi, tabloid, majalah, dan media massa lain. Ada jarak yang cukup jauh antara diri kita dengan obyek orang yang kita kagumi keindahan fisiknya. Ada make up, angel kamera, arahan gaya, dan lain-lain yang membuat seseorang tampak cantik atau tampan. Padahal mungkin saja, saat kita mengenal lebih dekat bagaimana kesehariannya, ia tidaklah seindah yang kita bayangkan. Baca lebih lanjut