Yuli Krenyes Nyalon Bupati

Ayo, kita pilih dan dukung Yuli Krenyes sebagai calon Bupati Pancilan. Kabupaten Pancilan memerlukan artis seksi sebagai pemimpin, agar Pancilan selalu bergairah dan terangsang sehingga terbangun dari “tidur”. Jika Pancilan dipimpin oleh artis seksi Yuli Krenyes, dijamin bapak-bapak akan senang, karena selalu bergairah melihat foto dan video Ibu Bupati yang hot. Ibu-ibu pun akan senang, karena akan diajari Kamasutra oleh Ibu Bupati bagaimana agar selalu tampil memukau di atas ranjang.

Mari ikut bergoyang bersama Ibu Bupati yang seksi. Kalau perlu bergoyang sampai pagi sambil belah duren. Kalau mau “bertempur”, silakan saja, toh sudah disediakan “sarung” gratis oleh Ibu Bupati. Kalau mau menggoda, silakan saja. Toh, Ibu Bupati juga sudah ditinggalkan oleh suami bulenya ke Perancis. Baca lebih lanjut

Iklan

Aliran Surga Adn, Cara Pintas Menikmati Kebebasan Seks dan Memperoleh Kekayaan

Menjadi kaya raya dan bisa menikmati kebebasan seksual mungkin menjadi obsesi Ahmad Tantowi. Untuk mewujudkan obsesi tersebut, ia pun mendirikan sebuah aliran yang diberi nama Surga Adn. Tantowi berhasil merekrut para pengikut setia, dan kebanyakan perempuan. Para perempuan tersebut dengan bebas ia bisa gauli. Para pengikutnya juga diharuskan untuk membayar sejumlah uang sebagai infak setiap bulannya. Tak ayal, Tantowi pun kaya raya dengan dikelilingi banyak perempuan yang siap melayaninya.

Sejak November tahun silam, aliran ini sudah diberitakan berbagai media massa sebagai aliran sesat. Pihak terkait, termasuk MUI Kab. Cirebon dan Departemen Agama Kab. Cirebon, juga sudah menerima laporan tersebut dari masyarakat. Selanjutnya, kedua institusi tersebut juga telah membentuk tim untuk memverifikasi aliran tersebut. Dari hasil verifikasi tersebut, Ketua MUI Kab. Cirebon, K.H. Ja’far Aqil Siraj, menyatakan kalau aliran tersebut adalah sesat. Baca lebih lanjut

Membela RUU Pornografi

Sungguh menarik untuk mencermati kontroversi Rancangan Undang-Undang Pornografi. Kita bisa melihat betapa masyarakat terbelah menjadi kubu yang pro dan kontra. Dari kedua kubu tersebut, kita melihat unsur masyarakat mana saja yang mendukung dan menolak. Kita bisa melihat bahwa kubu yang pro adalah mayoritas terdiri dari organisasi-organisasi sosial dan politik yang berbau Islam, seperti NU, MUI, Muhammadiyah, dan lain-lain. Dengan kata lain, orang-orang Islam yang merindukan tegaknya moralitas yang menjunjung tinggi kesopanan dan tata susila, mendukung RUU tersebut. Sedangkan kubu kontra adalah organisasi sosial dan politik yang sekuler dan non muslim, seperti PDS, PDIP, LBH Apik, Islam Liberal, dan lain-lain. Bisa dikatakan pula, kubu yang kontra adalah mereka yang tidak menyukai adanya undang-undang yang mengandung unsur-unsur hukum Islam serta tidak menyukai kebebasan berekspresi a la Barat diatur sedemikian rupa oleh undang-undang. Baca lebih lanjut