Pemilu 1982: Penyerbuan Kampung Bojong

Kamis Malam Jumat, 6 Mei 1982.
Pemilu baru saja usai dua hari lalu, tepatnya tanggal 4 Mei 1982. Saat itu, penduduk Bojong mengalahkan dengan telak partai penguasa yang berlambang beringin. Sebagai kampung santri, tak pelak mereka pun memilih partai yang bernafaskan Islam. Hal inilah yang membuat kampung Bojong menjadi sasaran teror dari pihak partai penguasa yang menjadi pecundang.

Selepas Isya, beberapa orang asing berkeliaran di kampung Bojong. Orang-orang itu lantas memasang pagar betis di jalan, ujung batas masuk kampung. Drum-drum di pasang di tengah jalan. Tak ada yang boleh melintas. Beberapa orang berpakaian loreng berjaga-jaga dengan senjata lengkap di tangan. Baca lebih lanjut

Ustaz Sumar: Korban Kekejaman Politik Masa Lalu

Korban kekerasan Pemilu 1982

Korban kekerasan Pemilu 1982. (Sumber foto: http://www.haryandoko.blogspot.com)

Jumat dinihari di awal bulan Mei 1982. Pemilu baru usai beberapa hari lalu. Kegelapan masih menutupi Desa Amis yang terletak di Kecamatan Cikedung itu. Para santri masih terlelap tidur di rumah Ustaz Sumar. Sekitar 9 orang santri yang rata-rata berumur 15 tahun memang seperti biasanya tidur di rumah sang ustaz hingga usai shalat subuh. Malam itu, mereka mengaji seperti biasa dan melaksanakan kegiatan Marhaban.

Keheningan dinihari itu pecah ketika pintu rumah sang ustaz yang sederhana itu didobrak oleh sekelompok orang tak dikenal. Kaca jendela pun dipecah berkeping-keping. Segerombolan orang-orang berpakaian militer merengsek masuk ke rumah itu. Tak ayal para santri pun terbangun dari mimpi mereka. Belum sampai penuh kesadaran mereka, golok dan senjata laras panjang telah siap menghabisi mereka.

“Awas! Jangan bergerak kalau mau selamat!” bentak salah seorang dari anggota gerombolan itu. “Mana Sumar?! Sumar, keluar!”

Para santri itu pun terdiam di lantai yang hanya beralas tikar itu. Namun yang dicari telah pergi meninggalkan rumah itu. Hanya sang istri, ibu, dan sembilan orang santri yang berada di rumah tersebut. Nursiah, istri Ustaz Sumar yang sedang mengandung tujuh bulan anak pertamanya, keluar dari kamar. Baca lebih lanjut