“PKS, MUSUH GUE,” kata anti koruptor

Saya masih ingat sekali, ada baliho besar yang ada di pinggir jalan di daerahku. Saat itu musim kampanye legislatif 2009. Di baliho, terdapat tulisan besar: “PKS MUSUH GUE,” kata koruptor. Di bawahnya, terdapat foto Mahfudz Siddiq yang saat itu mencalon diri kembali sebagai anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kini Mahfuz sudah terpilih sebagai anggota DPR, dan terus terang, saya termasuk orang yang memilih beliau saat itu. Baca lebih lanjut

Teknik Kunci SBY

Politik calon presiden incumbent, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), tampaknya memang halus, tapi cukup menohok lawan-lawan politiknya. Publik tentu masih belum lupa saat sebelum Pemilu Legislatif, Achmad Mubarok, Wakil Ketua Partai Demokrat melontarkan statemen yang cukup pedas tentang Partai Golkar. Menurut Mubarok, perolehan suara Golkar tak akan lebih dari 2,5 persen. Pernyataan itu sendiri dilontarkan Mubarok secara sambil lalu karena merupakan jawaban dari wawancara tidak resmi dari seorang wartawan saat Mubarok menghadiri Rapimnas Demokrat di Kemayoran.

Pernyataan itu akhirnya memang tak terbukti, karena menurut pengumuman resmi KPU, Golkar hanya memperoleh 14,45 persen suara. Meski demikian, pernyataan Mubarok tersebut jelas membuat marah kubu partai kuning tersebut. Arus bawah Golkar pun menuntut Jusuf Kalla, selaku ketua umum partai dan Wapres, untuk menarik diri dari koalisi dengan Partai Demokrat. Mereka menginginkan Jusuf Kalla tampil sebagai calon presiden, bukan calon wakil presiden. Baca lebih lanjut

Dukun Sakti Siap Menangkan Caleg

Saat pemilu, dukun pun panen (Sumber foto: www.banjarmasinpost.co.id)

Saat pemilu, dukun pun panen

Jika Anda seorang caleg dan ingin terpilih, ada berita gembira untuk Anda. Seorang dukun sakti berinisial NS bisa membantu Anda. Saat ini, sang dukun berdomisili di Desa Jatisawit Kec. Jatibarang Kab. Indramayu. Dengan kemampuan supranaturalnya, secara gaib ia mampu menggerakkan para pemilih untuk mencontreng nama Anda di saat berada di TPS. Cara menggerakkannya adalah mengirimkan aura tertentu yang ia kirimkan sehingga para pemilih hanya mengingat caleg tertentu lantas mencontreng namanya di kertas suara.

Dengan media telur, aura itu pun dikirimkan ke TPS. Telur-telur yang telah diberi jampi diletakkan di TPS-TPS yang diinginkan. Jika sang caleg kerepotan menaruh telur-telur tersebut ke banyak TPS, sang dukun menawarkan alternatif kambing yang telah diperlakukan sedemikian rupa, lantas disembelih. Melalui media itu, sang dukun mengirimkan aura tersebut ke beberapa TPS yang diinginkan. “Ah mending dikirimin Aura Kasih,” gerutuku dalam hati. Baca lebih lanjut

Lowongan Kerja Baru: Caleg

Kartun calegPemilu tinggal beberapa hari lagi, tepatnya 9 April 2009. Banyak orang berlomba-lomba mendaftarkan diri untuk menduduki kursi legislatif. Sekian ribu orang seluruh Indonesia memasang tampangnya di pinggir-pinggir jalan. Mereka seolah begitu percaya diri bahwa rakyat akan memilih dirinya. Kita seolah disuguhkan sebuah fenomena narsisme yang begitu masif dan menyesaki ruang publik.

Menjadi calon legislatif lantas kelak dilantik sebagai anggota legislatif tampaknya menjadi idaman banyak orang di negeri ini. Begitu banyak partai hingga berjumlah 38 ditambah 6 partai lokal di Aceh. Saking banyaknya, partai-partai itu seolah menjadi wadah yang besar sehingga semua orang dari berbagai kalangan bisa masuk. Wadah itu menjadi tempat penampungan ambisi orang-orang yang ngebet meraih kursi anggota dewan. Baca lebih lanjut

Foto “Unik” Para Caleg

Inilah hasil jepretan dari ponselku yang jadul dan tidak canggih banget. Aneh aja melihat gambar para caleg yang memenuhi jalan. Kadang-kadang aku nyaris nabrak gara-gara memperhatikan para caleg yang sebenarnya bisa bikin mules perutku.
Nanti jika menemukan gambar caleg yang “lucu” lagi, saya akan tambahkan di postingan ini. Atau Anda juga memiliki gambar para caleg yang bisa bikin mules perut? Silahkan sumbangkan. Ada beberapa foto yang berhasil saya abadikan. Mudah-mudahan kita bisa tertawa atau nyengir bareng.

Ini pamer pemain bola atau caleg, ya?

Ini pemain bola atau caleg, ya?

Baca lebih lanjut

Berlomba-Lomba jadi Caleg

Setiap kali saya berangkat ke kampus, saya terpaksa melihat berbagai baliho dan poster dari para caleg dan capres di sepanjang jalan. Sungguh, membuatku agak mual. Orang-orang berlomba-lomba mengajukan diri sebagai wakil rakyat dan pemimpin. Padahal belum tentu mereka kapabel dan memiliki integritas moral untuk mengemban amanat sebagai wakil rakyat atau pemimpin. Baca lebih lanjut