Kejamnya Pilkada

Suatu hari, dalam sebuah acara keluarga, saya bertemu dengan teman yang juga karyawan honor sebuah kantor pemerintahan. Sebut saja namanya Jambul. Karena lama tidak bersua, aku pun mengajak Jambul ngobrol.

“Kemana aja? Kok lama nggak kelihatan?” tanyaku sok akrab.

“Nggak kemana-mana. Ada di rumah. Lagi musuhan sama Bos,” jawabnya sambil memasang muka masam.

“Lho, emang kenapa?” sergahku penuh tanda tanya. Baca lebih lanjut

Iklan

Pilkada dan Istri Muda

Pilkada yang akan diselenggarakan di berbagai mulai jadi sorotan berita. Salah satu yang menarik dari gonjang-ganjing pilkada itu, adalah munculnya fenomena para istri kepala daerah yang maju mencalonkan diri menggantikan sang sang incumbent, suami sendiri. Namun yang lebih menarik adalah terkuaknya keberadaan sang suami yang memiliki istri muda, padahal selama ini hal itu kurang terendus publik.

Di antara sekian ratus pilkada di seluruh Indonesia, paling tidak ada dua pilkada yang diramaikan dengan poligami sang incumbent. Pertama terjadi di Kediri. Bupati incumbent, Sutrisno, yang sudah menjalani dua periode jabatan, ternyata memiliki dua istri. Serunya, kedua istri sama-sama bersaing dengan mengajukan diri sebagai calon bupati untuk menggantikan sang suami. Istri pertama, Haryati, maju dengan dukungan resmi dari sang suami. Sedangkan istri kedua, Nurlaila, juga mau dengan dukungan beberapa parpol meski tanpa dukungan terbuka dari sang suami. Baca lebih lanjut

Yuli Krenyes Nyalon Bupati

Ayo, kita pilih dan dukung Yuli Krenyes sebagai calon Bupati Pancilan. Kabupaten Pancilan memerlukan artis seksi sebagai pemimpin, agar Pancilan selalu bergairah dan terangsang sehingga terbangun dari “tidur”. Jika Pancilan dipimpin oleh artis seksi Yuli Krenyes, dijamin bapak-bapak akan senang, karena selalu bergairah melihat foto dan video Ibu Bupati yang hot. Ibu-ibu pun akan senang, karena akan diajari Kamasutra oleh Ibu Bupati bagaimana agar selalu tampil memukau di atas ranjang.

Mari ikut bergoyang bersama Ibu Bupati yang seksi. Kalau perlu bergoyang sampai pagi sambil belah duren. Kalau mau “bertempur”, silakan saja, toh sudah disediakan “sarung” gratis oleh Ibu Bupati. Kalau mau menggoda, silakan saja. Toh, Ibu Bupati juga sudah ditinggalkan oleh suami bulenya ke Perancis. Baca lebih lanjut

Nepotisme a la Indramayu

Salah satu nilai yang perlu dijaga dalam demokrasi adalah terselenggaranya pergantian kekuasaan secara teratur (orderly succession of rulers). Hal ini dirumuskan oleh Henry B. Mayo dalam karyanya An Introduction to Democratic Theory (1960). Keteraturan itu tersebut berarti pula bahwa pergantian kekuasaan terjadi secara alamiah, tanpa ada unsur paksaan dan kekerasan. Di samping itu, keteraturan juga dimaknai sebagai pergantian kekuasaan yang berbasis pada kapabilitas sang penguasa, bukan pada basis garis keturunan.

Pemimpin yang muncul (atau dimunculkan) karena rekayasa politik dengan basis keturunan bukanlah pemimpin ideal yang bisa diharapkan banyak untuk membawa perubahan di tengah masyarakat. Hal itu karena pemimpin yang baik tentu melalui sebuah proses pendidikan dan perjuangan politik yang panjang. Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan dan pemenang hadiah Nobel, menjalani masa-masa panjang perjuangan hingga mendekam selama 30 tahun dalam penjara. Presiden Soekarno mengalami masa-masa sulit saat dibuang oleh Belanda di Pulau Bangka. Baca lebih lanjut