Kesenangan dan Keharusan

Setiap orang biasanya memiliki minat, kesukaan, atau hobi pada hal-hal tertentu. Saat melakukan hal-hal yang menjadi minat, kesukaan, atau hobi itulah, mereka pun memperoleh semacam kenikmatan jiwa. Karena kenikmatan itulah, maka mereka pun cenderung untuk mengulang melakukan kesukaan tersebut. Saat intensitas pengulangan itu semakin tinggi, saat itu pula ada hal-hal yang terkorbankan. Ketika banyak hal yang menjadi korban, kita pun menjadi tersadar, kesukaan tersebut tidak lagi sepenuhnya menuai kenikmatan jiwa, tapi juga menggerogoti jiwa.

Orang yang memiliki minat terhadap mobil antik, dia pun rela berkorban banyak harta bendanya. Di mana pun ada berita mobil antik, ia akan kejar meski harus mengeluarkan biaya tak sedikit. Meskipun ia juga harus mengorbankan waktu untuk pekerjaan resminya sehari-hari, kebersamaan dengan keluarga, bahkan beribadah untuk Sang Pencipta. Saat korban mulai berjatuhan, ia pun menuai nelangsa dalam jiwa. Betapa tidak, bos di kantor marah-marah, karena ia bolos kerja untuk mengejar mobil antik. Istri marah-marah karena uang belanja ikut tersedot untuk membeli si mobil antik. Ibadah pun jadi kocar-kacir karena sibuk dalam perjalanan guna mengejar mobil impian. Baca lebih lanjut

Iklan

Pesta Seks a la Satrio Piningit

Seks merupakan naluri purba manusia yang selalu menarik orang untuk mengeksploitasinya. Dengan daya tariknya yang begitu kuat, maka eskploitasi seks pun terkadang dilakukan melalui topeng agama atau keyakinan sesat. Mungkin hal itu adalah trik untuk meyakinkan pengikutnya dan menambah anggota baru. Karena yang dieksploitasi adalah seks, maka tetap saja aliran sesat demikian laku dan dipercayai oleh sebagian masyarakat.

Pesta seks (sex party atau orgy) adalah kegiatan melakukan hubungan seksual secara beramai-ramai oleh beberapa orang pasangan. Hal ini tentu saja merupakan sebuah kegiatan cabul yang dilarang oleh hukum pidana karena melanggar Pasal 289 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Karena itulah, kegiatan ini pun dilakukan sembunyi-sembunyi. Baca lebih lanjut