Tak Punya Uang

Suatu hari seorang kerabat bertanya padaku, “Kamu pernah nggak punya uang?”

“Pernah. Bahkan sering,” jawabku santai seraya tetap memainkan jari jemari di keyboard laptopku.

“Terus gimana?” sergahnya dengan mata mendelik.

“Apanya yang gimana? Biasa aja tuh!” Aku menoleh ke arahnya dan berhenti mengetik.

“Nggak bingung? Nggak repot?” Pamanku, yang memiliki usaha rumah makan di Yogyakarta, itu seolah tak percaya.

“Ah, biasa saja. Sekarang saja, uangku tinggal seribu perak. Tak lebih tak kurang.”

Petikan dialog itu terjadi di suatu malam di rumahku. Jawabanku dalam dialog itu adalah salah satu upayaku untuk belajar memaknai hidup yang sementara ini. Setelah letih dihantam prahara hidup, aku kini mencoba menjalani hidup dengan seadanya. Ada uang, tak perlu diambil pusing. Tak ada uang, juga tak perlu diambil pusing. Baca lebih lanjut

Iklan

Menghikmati Sakit

Sakit merupakan salah satu cara Tuhan untuk menguji hamba-hamba-Nya. Dengan sakit, banyak hal yang diuji, seperti kesabaran, kepasrahan, keimanan, dan lain-lain, baik untuk si penderita sakit sendiri maupun orang sehat yang merawatnya.

Dengan sudut pandang berbeda, sakit sebenarnya adalah obat untuk menyegarkan, memperbaharui, dan menyehatkan jiwa. Namun seringkali, orang melihat sakit hanya dari sudut pandang fisik semata. Saat sakit terjadi, orang pun berusaha menyembuhkannya dengan sekuat tenaga. Apapun akan dikorbankan agar kesehatannya bisa kembali. Seolah kita tidak rela terhadap sakit yang menimpa. Padahal pada hakikatnya, sehat dan sakit juga berasal dari Tuhan. Baca lebih lanjut