Istri Menteri

Mungkin, semua teman sekelasku saat itu tak ada yang menduga kelak ia menjadi seorang istri menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sekarang ini. Ia memang termasuk gadis yang paling cantik di kelasku. Namun ia bukan termasuk perempuan bintang kelas yang indeks prestasinya di atas rata-rata. Ia juga bukan aktivis kampus yang malang melintang di organisasi kemahasiswaan dan pintar berorasi. Ia hanyalah anggota biasa dari sebuah organisasi pergerakan mahasiswa.

Perjalanan hidup Hartini –sebut saja namanya begitu– mulai berubah saat ia dipersunting Cak Amin. Hal itu mungkin sebuah kebanggaan tersendiri buat Hartini. Betapa tidak. Cak Amin adalah seorang aktivis kampus tampan yang sedang bersinar dari UGM. Pun, Cak Amin adalah seorang kerabat kyai besar di Jawa Timur dan juga pimpinan organisasi mahasiswa yang diikuti diriku dan Hartini. Tak terasa, Hartini mulai menjaga jarak dengan teman-temannya. Apalagi saat itu, sebagian teman-teman seangkatan kami sudah menyelesaikan kuliah. Baca lebih lanjut

Iklan

Anies Baswedan

Suatu hari selepas Isya, aku datang ke kampus. Ada kegiatan orasi dan pentas seni untuk memprotes kebijakan rektorat yang membredel majalah kampus, Arena. Saat itu, sekitar tahun 90-an, majalah itu menurunkan berita yang membongkar bisnis keluarga Cendana. Padahal saat itu, Presiden Soeharto masih berkuasa dengan powerfull. Tak ayal, majalah itu pun dilarang terbit menyusul majalah Tempo yang juga menurunkan berita yang sama.

Salah satu tokoh yang menarik perhatianku dalam acara tersebut adalah seorang pemuda tampan berwajah Arab. Ia tampil berorasi di tengah kerumunan penonton dengan begitu lugas dan lancar. Ia memprotes keras kebijakan otoritas kampus dan pemerintah pusat yang tak membuka ruang kritik. Tak ada ketakutan atau grogi sedikit pun tersurat di raut wajahnya. Aplaus meriah menyambutnya saat ia usai menyampaikan orasi penuh tenaga itu. Baca lebih lanjut

Balada Cinta Mamat dan Ratna

Pemuda itu sebut saja bernama Mamat. Ia hanyalah pemuda kampung yang terlahir dari keluarga tak berpunya. Rumahnya terletak persis di pinggir kali. Mungkin lebih tepat disebut gudang daripada rumah. Tipenya adalah RSSSSS. Rumah Sangat Sempit Sehingga Sulit Selonjor.

Dengan gaya bicaranya yang luwes dan santun, Mamat memang mudah bergaul. Tak aneh, jika ia mudah berteman dengan para gadis sekampung meski tampangnya tidak seganteng artis Nicholas Saputra. Ia juga ringan tangan jika dimintai tolong oleh orang lain.

Suatu hari, usai melaksanakan tugas di sebuah akad nikah, saya didekati Mamat. Ia pun bercerita banyak tentang kisah kasihnya yang tak seindah roman picisan. Mamat menjalin cinta dengan Ratna, seorang gadis Yogya lulusan D3 UGM. Gadis pujaannya itu bekerja sebagai guru PNS di sebuah SD. Umurnya 3 tahun di atas Mamat. Baca lebih lanjut